Program Studi Ilmu Administrasi Publik di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia menggelar Workshop Kurikulum secara daring dengan tema “Pengembangan Kapasitas Administrator Publik dalam Era Society 5.0” di Aula Kasman Singodimedjo pada Kamis, (22/06/2023).

Baca juga : Empat Prinsip Tingkatkan Kualitas Lulusan Sarjana Gizi

Workshop Kurikulum yang berfokus pada pengembangan kapasitas Administrasi Publik dalam era Society 5.0. Acara ini menjadi magnet bagi para dosen di bidang Administrasi Publik yang ingin mengikuti perkembangan terkini dalam menghadapi tantangan masa depan.

Workshop Kurikulum yang digelar oleh prodi Administrasi Publik FISIP UMJ tersebut menjadi ajang diskusi dan pertukaran ide antara dosen yang berasal dari di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Prodi Administrasi Negara/Publik Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (APSANP PTMA).

Tujuan utama dari Workshop Kurikulum ini adalah mengidentifikasi dan membahas perubahan yang dihadapi oleh Administrasi Publik dalam era Society 5.0, serta mengembangkan strategi dan keahlian yang diperlukan untuk menghadapinya.

Para narasumber yang dihadirkan dalam Workshop Kurikulum adalah pakar di bidang Administrasi Publik yang telah memiliki pengalaman luas dan pemahaman mendalam tentang Society 5.0. Mereka membahas berbagai aspek kunci seperti pemanfaatan teknologi terkini, adaptasi kebijakan publik, perubahan dalam tata kelola organisasi pemerintahan dan Kurikulum.

Prof. Dr. Tobroni, M.Si (Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah) Sudibyo Aji Wijaksono, S.T., M.P.A. (Deputi Bidang Sumberdaya Manusia Aparatur Kemenpan RB) Dr. Khoirul Muluk (Wakil Ketua IAPA) dihadirkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Prof. Dr Tobroni, M.Si. menyampaikan gagasanya dengan tema Integrasi Keilmuan Administrasi Publik dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Menurutnya bahwa kehidupan saat ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh yang signifikan dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta agama. IPTEK telah memberikan kemajuan yang luar biasa dan solusi untuk tantangan yang dihadapi manusia.

“Penguatan kurikulum  berbasi IPTEK secara konseptual harus mencakup teori dan metode pendidikan, substantif pendidikan, tujuan pendidikan, dan filosofi pendidikan serta harus sejalan dan diintegrasikan dengan Islam dalam bentuk ilmu pengetahuan dengan kebenaran Al-Qur’an dan Hadits”, jelas Tabroni.

Sementara itu Sudibyo Aji Wijaksono, S.T., M.P.A. dalam temanya Kompetensi Lulusan Prodi Administrasi Publik bagi Pengguna. Menjelaskan bahwa saat ini masih banyak permasalahan publik yang menjadi persoalan besar seperti pengangguran, ketimpangan pendidikan, dan masalah kesehatan.

Sudibdyo juga berbicara mengenai solusi dari permasalahan tersebut bisa kita lakukan melalui Rumusan PP Manajemen Pegawai ASN yang mencabut 307 peraturan dan sebagian dari 16 peraturan harus didukung dengan upgrade skills mahasiswa Administrasi Publik dan Analis Kebijakan. Diharapkan dengan adanya solusi tersebut dapat membuat ASN bekerja lebih profesional dan dapat mengatasi tantangan dan masalah publik.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Khairul Muluk, M.Si dengan tema materi Kurikulum Administrasi Publik Berbasis OBE dan Persiapan Akreditasi LAMSPAK. Menjelaskan  bahwa kurikulum administrasi publik saat ini berbasis OBE (Outcome Based Education). OBE merupakan pendekatan kurikulum yang menekankan keberlanjutan pada proses pembelajaran secara inovatif, interaktif dan efektif.

Khairul juga membahas  dan menjelaskan Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) sebagai instrumen penyusunan akreditasi yang diinisiasi oleh organisasi program studi Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik dan Asosiasi Profesi. Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) bertugas untuk menyusun, melakukan, menerbitkan, membangun dan mengembangkan instrumen akreditasi program studi perguruan tinggi.

Workshop Kurikulum  di laksanakan selama dua hari dari Rabu (21/06/2023) hingga Kamis (22/06/2023) di lanjutkan dengan agenda terakhir Musyawarah Nasional APSANP PTMA untuk membahas dan pengesahan AD/ART dan pemilihan formatur.

Kegiatan ini di hadir oleh Dekan FISIP UMJ Dr. Evi Satispi, M.Si., Wakil Dekan I FISIP UMJ Drs. H. Moh. Amin Tohari, M.Si., Wakil Dekan II Djoni Gunanto, S.IP.,M.SI, Wakil Dekan III Dr. Fal. Harmonis, M.Si. dan Dosen di lingkungan FISIP UMJ.

Editor : Budiman


1