MENDALO,- Enam orang mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Jambi (UNJA) menginisiasi sebuah Proyek Analisis Kebahasaan yang diberi nama Kuy Koreksi. Diselenggarakan pada Mei – Juli 2023 di depan Ruang Kuliah PBSI, Gedung FKIP UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Wulan Permata Sari, Amelia Agustina, Vanesya Tri Utami, Cindy Devira, Mutia Hanifah Bafadhal, dan Khaulah Azzuhra, serta dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Analisis Kesalahan Berbahasa, Drs. R Imam Suwardi Wibowo, M.Pd. dan Priyanto S.Pd., M.Pd.

Proyek tersebut berupa jasa gratis analisis kesalahan berbahasa dalam bentuk tulisan. Objek yang dianalisis adalah tulisan hasil mahasiswa berupa proposal, jurnal, artikel, dan tugas akhir lainnya. Selain menerima jasa secara langsung di Gedung FKIP, mereka juga menerima melalui media sosial.

Sebelum terlaksananya proyek tersebut, para mahasiswa PBSI tersebut sudah terlebih dahulu membuat dan menyelesaikan sintak-sintak yang nantinya akan dilakukan dalam proyek analisis kesalahan berbahasa tersebut, diantaranya adalah menentukan pertanyaan mendasar (start with the essensial question), mendesain perencanaan proyek (design a plan for the project), menyusun jadwal (create a schedule), dan rancangan proyek yang didiskusikan bersama tim dan dosen pembimbing mata kuliah.

Kegiatan pegiat bahasa ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sekali seminggu. Hasil analisis akan dijadikan konten edukatif yang dikemas semenarik mungkin dan dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok @kuykoreksi_ sebagai bentuk informasi mengenai kesalahan berbahasa Indonesia.

Proyek tersebut bertujuan agar tugas-tugas dalam bentuk tulisan mahasiswa dapat sesuai dengan tata Bahasa Indonesia yang berlaku ditinjau dari PUEBI dan KBBI. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa dapat terbantu dengan adanya jasa gratis yang diberikan oleh tim mahasiswa PBSI.

Drs. R Imam Suwardi Wibowo, M.Pd. mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan mahasiswa tersebut ialah untuk melatih keterampilan mahasiswa dari segi subsatansi dan pemakaian bahasa tulis, penulisan kalimat, dan pengembangan paragraf.

“Praktik mata kuliah analisis kesalahan berbahasa pada karya ilmiah ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa dari segi subsatansi dan pemakaian bahasa tulis, penulisan kalimat, dan pengembangan paragraf. Selain itu mahasiswa juga dapat menjelaskan jenis-jenis kesalahan berbahasa dan langkah-langkah analisisnya. Hal ini juga dapat membantu mahasiswa yang sedang menulis skripsi dari segi tata bahasanya. Untuk praktinya mata kuliah ini menga menerapkan project based learning,” ujar beliau.

Priyanto S.Pd., M.Pd., yang juga menjadi dosen pembimbing berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa dengan pengetahuan entrepreneur di bidang Bahasa Indonesia.

“Tahun kedua menerapkan PjBL pada mata kuliah Analisis Kesalahan Berbahasa agar dapat membekali mahasiwa dengan pengetahuan entrepreneur di bidang Bahasa Indonesia seperti jasa proofreading hingga menulis menulis kreatif. Saat ini menjadi salah satu peluang yang bagus untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,” ungkap Priyanto.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS / ist*

 


Post Views: 209