Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar workshop bagi kepala sekolah dan guru di lingkungan perguruan Muhammadiyah se-kabupaten Wonosobo, Rabu (05/07/2023). Bertempat di GOR Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonosobo, kegiatan berlangsung sebanyak dua sesi.

Baca juga: Rektor UMJ Kunjungi BKKBN Gelar Audiensi KKN Temantik Stunting

Workshop bertema Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen Diagnostik ini menggandeng PDM Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan PLP Terintegrasi KKN Nasional mahasiswa yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Pada sesi pertama, workshop menghadirkan tiga panelis yaitu Prof. Herwina Bahar, MA., (Sekretaris Sekolah Pascasarjana UMJ), dan Ismah, M.Si. (Wakil Dekan I FIP UMJ), yang menyampaikan terkait pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik. Satu panelis lainnya yaitu Dr. Saiful Bahri, Lc., MA., (Kaprodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam) menyampaikan terkait pemanfaatan teknologi digital berbasis manajemen pendidikan Islam.

PLP Terintegrasi KKN Nasional FIP UMJ
Mahasiswa PLP Terintegrasi KKN Nasional FIP UMJ seusai penutupan kegiatan di GOR PDM Kabupaten Wonosobo, Rabu (05/07/2023).

Sementara itu pada sesi kedua, workshop menghadirkan tiga dosen FIP UMJ yaituDewi Setianingsih, M.Pd., Muhammad Ishaq Gery, M.Pd., dan Pipit Novita, Ph.D. Sebanyak puluhan peserta dari sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Wonosobo mulai dari TK hingga SMA se-derajat mengikuti workshop dengan cermat.

Kegiatan ini mengakhiri rangkaian PLP Terintegrasi KKN Nasional yang diikuti oleh 56 mahasiswa FIP UMJ. para mahasiswa tersebar di enam lokasi di Kabupaten Wonosobo yaitu Leksono, Besani, Selomerto, Sapuran, Kretek, dan Kalikajar.

Sebanyak delapan sekolah menjadi tempat pelaksanaan program PLP Terintegrasi KKN. Sekolah tersebut adalah TK Aisyiyah Leksono, SMP Muhammadiyah 2 Sapuran, MIM Muhammadiyah Kalikajar, MI Muhammadiyah Selerto, SMP Muhammadiyah 4 Kertek, SMP Muhammadiyah 3 Leksono, MI Muhammadiyah Besani dan MI Plus Muhammadiyah Leksono.

Menurut Hastri, selama dua bulan pengalaman menjadi guru di Wonosobo, mahasiswa dapat menjadi guru kreatif dan inovatif baik dari segi pembelajaran, penelitian, dan pengabdian di sekolah maupun di masyarakat secara luas.

Ketua Pelaksana PLP Terintegrasi KKN Nasional Hastri Rosiyanti, M.PMat., berharap melalui workshop para guru dari sekolah Muhammadiyah di wonosobo dapat mengimplementasikan pembelajaran berdeferensiasi. Selain itu juga dapat membuat instrumen diagnostik untuk melihat kesiapan, minat, dan profil peserta didik.

Rangkaian PLP Terintegrasi KKN Nasional menghasilkan luaran berupa 12 kegiatan pengabdian masyarakat dan 56 kegiatan penelitian yang seluruhnya merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Workshop dan penutupan PLP Terintgerasi KKN Nasional dihadiri pula oleh Ketua PDM Kabupaten Wonosobo Drs.Suharna dan Wadek III FIP UMJ Azmi Al-Bahij, M.Si.

Editor : Dinar Meidiana


5