Komisi Penyiaran Indonesia memaparkan hasil Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode I (Januari-Maret) Tahun 2023 di Tuscany Boutique Hotel, Intermark, Tangerang Selatan, Selasa (18/07/2023). Koordinator Litbang KPI Pusat Andri Andrianto mengatakan program siaran televisi di Indonesia memiliki kualitas baik.

Baca juga : Prodi MIKOM FISIP UMJ Angkat Tema Komunikasi Organisasi di Era Digital dalam Visiting Lecturer

Nilai rata-rata indeks kualitas berada pada angka 3,18 lebih tinggi dari nilai standar yang ditetapkan KPI sebesar 3,00. Indeks tersebut dinilai dari delapan kategori program siaran yang meliputi religi, talk show, variety show, anak, wisata dan budaya, berita, infotaiment, dan sinetron di 15 stasiun tv. Dalam melakukan penelitian ini, KPI menggandeng 12 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Penanggungjawab Riset KPI Pusat, Amin Shabana menyampaikan KPI akan melakukan penguatan-penguatan melalui kajian di tingkat regional dengan melibatkan negara-negara ASEAN. Komisioner KPI yang juga Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMJ ini berharap lembaga penyiaran dapat memberikan isi siaran yang seimbang kepada publik.

Selain itu hasil IKPS diharapkan bisa menjadi kajian oleh seluruh kelompok masyarakat. “Kami akan sangat terbuka kepada bapak ibu perguruan tinggi untuk melakukan diskusi dengan hasil yang sudah kami lakukan,” pungkas Amin.

Hasil IKPSTV mendapat apresiasi dari Ketua Komisi I DPR RI Dr. H. Jazuli Juwaini, Lc., MA. yang turut hadir memberikan pidato utama. “Secara regulasi perlu ada yang diperbaiki. Maka di DPR sedang merevisi UU ITE, dan UU Penyiaran. Semoga segera selesai, banyak persoalan yang dirasakan KPI karena kurang back up secara regulasi,” kata Jazuli.

Pada kesempatan itu Jazuli secara langsung mengundang KPI untuk melakukan audiensi dengan DPR agar dapat memberikan masukan pada Panja (panitia kerja).“Mudah-mudahan regulasinya bisa direvisi sesuai dengan tuntutan yang objektif untuk bisa menopang tugas KPI,” tegas Jazuli.

Hal itu ditegaskan Jazuli karena melihat realitas program siaran televisi yang melupakan nilai-nilai Pancasila. Ia mengarahkan dan mendorong media dan televisi agar menyajikan siaran yang mengandung nilai-nilai persatuan, budaya, dan mendidik untuk mengokohkan kebangsaan dan nasionalisme.

Acara juga disertai diskusi panel yang diisi oleh narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Direktur Politik, dan Komunikasi BAPPENAS RI Astri Kusuma Mayasari, S.IP, MA., Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, Ph.D., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Ma’mun Murod, M.Si.

Acara diikuti oleh berbagai asosiasi dan lembaga yaitu Asosiasi Televisi dan Radio, Asosiasi Perguruan Tinggi, Lembaga Penyiaran Televisi, Lembaga Negara, Asosiasi Iklan, Asosiasi Media dan Pers, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemeringkatan, Kelompok Masyarakat Peduli Media, dan Production House.

Editor : Tria Patrianti


4