Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Jakarta berkolaborasi dengan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar seminar internasional dengan tema “Lesson From Pandemic: Health for democracy and Implications for Social Work”. Seminar ini digelar secara hybrid di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (17/10/23).

Baca juga : Rocky Gerung Jadi Narasumber Stadium General  Mahasiswa FISIP UMJ

Seminar ini diadakan dalam rangka mengembangkan kerjasama dalam level Internasional dengan menghadirkan Prof. Dr. Paul Duongtran dari Departement of Social Work College of Health, Human Service, and Nursing California State University sebagai pembicara utama. Seminar diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika FISIP UMJ dan dimoderasi oleh Dosen Kessos FISIP UMJ, Wa Ode Asmawati, M.Si.

Pada pemaparannya, Paul Doungtran membahas tentang masa transisi dunia pendidikan, dari era normal menjadi era pandemi. Saat itu siswa dan guru harus belajar secara daring dan memicu munculnya masalah pada kesehatan mental.

Paul menjelaskan masalah kesehatan itu muncul pada masyarakat Indonesia yang berdiam di banyak pulau dan sulit mendapatkan akses internet. Terlebih lagi, banyak yang tidak memiliki gawai yang cukup baik sehingga menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Tentu hal semacam itu bisa membuat kesehatan mental masyarakat terganggu.

Hal lain yang disorotnya adalah adanya sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya pandemi. Mereka menganggap pandemi hanyalah tipuan belaka. Tentunya fakta itu membuat pandemi makin sulit untuk ditangani secara medis dan bahkan berdampak pada kesehatan mental tenaga medis.

“Kurangnya perhatian atau apresiasi untuk para garda terdepan membuat mereka menjadi tidak percaya diri. Namun demikian, mereka tetap harus mengerjakan tugas mereka,” ungkap Paul.

Paul menambahkan, kebutuhan akan kesehatan mental tidak terpenuhi selama pandemi. Keadaan itu semakin diperparah dengan menurunnya keadaan ekonomi masyarakat akibat pandemi. Masyarakat mengalami kekhawatiran, keuangan menurun, masalah kesehatan, naiknya tingkat perceraian, hilangnya kualitas hidup, dan juga penurunan kesehatan mental bagi pekerja dan keluarganya.

Dalam kesempatan itu Paul juga menyampaikan harapannya ingin terus melakukan kerjasama dengan UMJ yang menurutnya berpeluang menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang mental health pada tahun 2025 nanti.

Kaprodi Kessos Muhammad Sahrul, M.Si., menjelaskan bahwa Seminar Internasional ditunjukan sebagai pengembangan wawasan global untuk mahasiswa dan dosen tentang isu sosial pasca pandemi.

Lebih lanjut, Sahrul berharap adanya kegiatan Internasional serupa seperti, riset, publikasi jurnal, hingga konferensi Internasional untuk pengembangan program studi kesejahteraan sosial FISIP UMJ.
“Semoga kita bisa lebih banyak ruang dan peluang dari kegiatan ini yang bisa dimanfatkan untuk pengambangan program studi,” jelas Sahrul.

Sebelumnya saat memberikan sambutan Ketua KUI UMJ, Endang Zakaria, berharap seminar internasional ini bisa memicu adanya kerjasama dengan universitas Internasional lainnya.

“UMJ sedang mengembangkan kerjasama bukan hanya di level Asia dan Asean, tetapi juga dengan kampus Internasional lainnya, salah satunya Amerika,” ungkap Endang.

Seminar yang dihadiri ratusan peserta, baik daring maupun luring, ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi tentang kolaborasi internasional antara UMJ dan California State University.

Editor : Tria Patrianti


31