JAMBI,- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Transformasi Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan”. Acara dilaksanakan secara hybrid melalui zoom meeting dan luring di Swiss-Belhotel Jambi pada (18/10/2023).

Acara dibuka oleh Rektor UNJA yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si. dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Yusrizal, M.Sc., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc.; Ketua Senat, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A.; Ketua LPPM, Dr. Ade Octavia, S.E., M.M.; Ketua Lembaga, dan Kepala Biro di lingkungan UNJA, serta undangan lainnya.

Acara ini menghadirkan 5 pemateri, yaitu Dr. Agus Kuncoro, S.Sos. (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi); Muktamar Hamdi, S.E., M.M. (Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan); Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos. (Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dari Kemendikbudristek); Dr. Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si. (Dosen Universitas Sebelas Maret); dan Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNJA).

Kegitan ini bertujuan sebagai wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam berbagi pengetahuan terkait perkembangan teknologi Artificial Intelligence (A.I.) untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yulia Monita, S.H., M.H. selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa teknologi A.I. memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Seminar ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendiskusikan perkembangan terbaru dalam bidang kecerdasan buatan tetapi juga akan menjadi platform untuk membangun kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat dalam upaya mewujudkan transformasi pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Prof. Kamid mengatakan bahwa di zaman saat ini, A.I. dapat membawa pengaruh positif dan negatif. Maka dari tu, fokus para pendidik saat ini adalah menanamkan nilai-nilai karakter kepada mahasiswa.

“Seminar hari ini sangat luar biasa karena perkembangan teknologi yang begitu masif di sekitar kita. Disatu sisi bahwa kecerdasan buatan ini sangat besar manfaatnya dan sangat membantu aktivitas kita, tetapi di kalangan akademisi ini juga menjadi tantangan tersendiri,” ungkap beliau.

“Sebenarnya peran pendidik sekarang adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didiknya karena kalau hanya sekedar mengajar materi itu juga bisa dicari melalui Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh seluruh pemateri dan sesi diskusi serta tanya jawab. Lalu dilanjutkan dengan seminar panel yang dibagi ke berbagai ruangan yang berbeda dengan terdapat 171 pemakalah.

Dimas Anugrah Adiyadmo / Yulia / HUMAS
Foto: Asmah


Post Views: 85