11

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) selenggarakan Kuliah Umum dengan tajuk Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Muhammadiyah di Aula Prof. Dr. Asro Sosroatmojo, SH., Senin (23/10/23).

Baca juga : FH UMJ Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan 12

Kuliah umum ini diadakan dalam rangka pendalaman keilmuan tentang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika FH UMJ dengan  menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M sebagai pembicara utama dan dimoderasi oleh Dr. Abdul Aziz Muhammad, SH., MH.

Dekan FH UMJ Dr. Dwi Putri Cahyawati, MH., mengaku bahwa dengan latar belakang mahasiswa yang beragam perlu untuk memberikan pemahaman tentang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Menurutnya, AIK menjadi kurikulum wajib bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Dalam hal ini Dwi mengajak untuk memperkuat AIK bagi seluruh mahasiswa.

Ketua PWM DKI Akhmad H. Abubakar, M.M., menyebut bahwa mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak hanya berilmu, tetapi Islami dan berilmu. Hal itu karena diberikan kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan bersikap, bertindak, dan berperilaku.

“Selain di Perguruan Tinggi Muhammadiyah pembelajaran tentang Al-Islam hanya sekitar dua sks, tetapi di Muhammadiyah itu sekitar delapan sks. Hal ini perlu ditambah sebagai upaya mencetak lulusan yang Islami dan berilmu,” tegas Abubakar.

Lebih lanjut, Akhmad H. Abubakar, M.M., menjelaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah gerakan Islam dengan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah. Menurutnya, jika mahasiswa ingin menjadi sukses perlu memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Jika kita ingin meraih kesuksesan dan kebahagiaan, Tuhan sudah memberikan panduan dalam Al-Qur’an,” ungkap Abubakar.

Abubakar dalam pemaparannya banyak menekankan untuk memberikan ruang dan waktu dalam memahami makna yang terkandung di setiap ayat Al-Quran. Menurutnya, Al-Qur’an selalu menjadi pedoman utama dalam kehidupan manusia. Ia berharap ini menjadi momen berharga untuk mahasiswa dapat mengenal dan memahami makna AI-Islam Kemuhammadiyahan.

Kuliah umum ini disambut antusias oleh mahasiswa hingga memenuhi Aula Prof. Dr. Asro Sosroatmojo, SH. Salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Novaldo Siregar mengungkapkan bahwa pemahaman Al-Islam dan kemuhammadiyahan wajib dimiliki oleh mahasiswa. Menurutnya, baik Muhammadiyah dan para tokohnya telah membuktikan kunci suksesnya dalam mengamalkan AI-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Editor : Dian Fauzalia