31

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) melakukan audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), di Kantor Pusat KPU RI, Senin (04/12/2023). Agenda audiensi tersebut merupakan program inisiasi dari Kementrian Luar Negeri BEM UMJ.

Baca juga : BEM UMJ Harap Ombudmans RI Jadi Jembatan Masyarakat

Presiden Mahasiswa BEM UMJ Sarlin Wagola bersama segenap jajaran Kabinet Perkasa disambut oleh Kepala Hubungan antar Lembaga KPU RI Dohardo P., dan Biro Parhumas KPU RI Yuliana dan Ana. Pada kesempatan itu Sarlin menyampaikan bahwa audiensi dilakukan dalam rangka mendekati momentum Pemilu 2024.

Ia menegaskan bahwa ini merupakan momentum bagi KPU RI untuk melakukan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat termasuk mahasiswa agar menjadi pemilih cerdas. Selain itu BEM UMJ juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan KPU RI dalam hal keterllibatan pengawalan Pemilu.

Berkaitan dengan hal itu, Menteri Luar Negeri BEM UMJ Chikal Akmalul Fauzi, menerangkan bahwa BEM UMJ akan mengadakan simposium nasional dengan tema Mahasiswa Bicara Pemilu : Dari Evaluasi Menuju Resolusi. Chikal mengatakan bahwa agenda tersebut berdasarkan pada analisis kebutuhan dan masalah. Menurutnya mahasiswa perlu mengetahui perannya untuk mengawal setiap tahapan Pemilu.

Oleh karenanya simposium nasional diharapkan akan mendorong semangat mahasiswa berpartisipasi dalam Pemilu baik menggunakan hak pilihnya dengan cerdas maupun mengawal tahapan Pemilu. Pada audiensi tersebut, BEM UMJ berharap Komisioner Pemilihan Umum RI dapat terlibat sebagai narasumber pada simposium nasional mendatang.

Kepala Hubungan antar Lembaga KPU RI Dohardo mengungkapkan rasa terima kasih pada BEM UMJ yang berkenan menyelenggarakan simposium yang melibatkan KPU RI dengan harapan dapat menjadi forum untuk mensyiarkan Pemilu yang baik.

“Selain itu juga menjadi edukasi bagi mahasiswa sebagai calon pemiliih yang santun, cerdas, dan berintegritas,” ungkap Dohardo. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa KPU RI juga memiliki program KPU Goes to Campus yang dapat selaras dengan program BEM UMJ untuk menjangkau kalangan mahasiswa dan berkolaborasi dengan berbagai ormas.

Sementara itu, Biro Parhumas KPU RI Yuliana menyampaikan bahwa simposium dapat menjadi forum pencerdasan pemilih muda yang kritis, termasuk untuk tidak golput. “Berbeda bukan masalah, jadilah pemilih yang bebas namun tetap bertanggungjawab. Selain dari pada menjadi pemilih yang bebas dan bertanggung jawab, tentu harus juga menjadi pemilih yang cerdas, ” tegasnya.

Mahasiswa juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan bergabung menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal ini disampaikan Ana, Biro Parhumas KPI RI yang juga hadir. Menurutnya politik yang paling esensial adalah saat dapat memperjuangkan segala hal yang menjadi keahlian. Salah satu contohnya ialah mahasiswa dengan menjadi anggota KPPS.

Editor : Dian Fauzalia