30

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima kunjungan studi banding atau benchmark Politeknik STIA LAN Bandung. Wakil Rektor II UMJ Dr. Ir. Mutmainah, MM., menyambut pimpinan Politeknik STIA LAN Bandung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Muhammadiyah Civilization Centre, Rabu (06/12/2023).

Baca juga : Universiti Utara Malaysia Kembali Kunjungi FISIP UMJ

Pada pertemuan itu, Wakil Rektor II didampingi oleh Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Pusat Data, Teknologi, dan Informasi, serta Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional. Topik yang menjadi bahasan pada benchmark seputar layanan teknis akademik, pedoman penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan sistem atau digitalisasi layanan akademik, integrasi layanan perkuliahan, penelitian dan penunjang lainnya, serta sarana dan prasarana pendukung akademik.

Koordinator Akademik dan Kerja Sama Politeknik STIA LAN Bandung Melati Dewi Asri, S.Pd., M.E., menyampaikan bahwa becnhmarking merupakan upaya untuk menemukan strategi dalam pelayanan dan pengelolaan mahasiswa reguler. Diketahui kampus kedinasan ini mulai menerima mahasiswa reguler sejak bertransformasi kelembagaan menjadi perguruan tinggi vokasi.

“Kami juga sudah benchmark ke perguruan tinggi lain. UMJ salah satu perguruan tinggi tujuan kami, dilihat dari segi kredibilitas dan reputasi dirasa sudah sangat baik. Apalagi jumlah mahasiswa banyak, kami ingin melihat bagaimana pengelolaan dan pelayanannya,” ungkap Melati saat dimintai keterangan seusai pertemuan.

Ia juga mengungkapkan harapannya dapat menjalin hubungan lebih erat dengan UMJ melalui MoU (memorandum of understanding). Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Wakil Rektor II UMJ Dr. Ir. Mutmainah, MM. Menurutnya UMJ juga dapat melakukan studi banding ke Politeknik STIA LAN Bandung.

“Politeknik STIA LAN Bandung adalah kampus negeri yang kekhususannya di bidang administrasi maka UMJ juga bisa melakukan studi banding khususnya untuk FISIP dan FEB. Kerja sama juga dapat dilakukan melalui program pertukaran mahasiswa, pengembangan karir lulusan, dan jejaring dunia kerja,” ujar Mutmainah.

Mutmainah juga menerangkan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa UMJ cukup diakui oleh perguruan tinggi di luar DKI Jakarta dan menjadi dorongan semangat bagi UMJ untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada mahasiswa terutama akademik. “Sekarang ini benchmark digitalisasi menjadi dominan. Oleh karenanya pengembangan UMJ di bidang digitalisasi khususnya sistem informasi harus lebih ditingkatkan lagi,” tutupnya.

Editor : Dian Fauzalia