36

Anak muda disebut sebagai penentu nasib bangsa Indonesia pada Pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024 mendatang. Hal itu dikarenakan hampir 60 persen pemegang hak pilih adalah anak muda. Maka dari itu anak muda diharapkan menggunakan hak pilih untuk menentukan nasib bangsa Indonesia.

Baca juga : Mahasiswa Ilmu Politik UMJ Kunjungi Pusat Kebudayaan Perancis di Jakarta

Hal ini yang mendorong Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (HIMAPOL FISIP UMJ) berkolaborasi dengan Komisi.co menggelar Panggung Rakyat di Aula Kasman Singodimedjo, Selasa (12/12/2023).

Kegiatan yang mengusung tema Persiapan dan Dinamika Koalisi Menuju Pemilu 2024 ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Founder Komisi.co Gianluigi Kristoikov, Kaprodi Magister Ilmu Politik Dr. Lusi Andriyani, M.Si., dan Wakil Dekan 2 FISIP UMJ Djoni Gunanto, M.Si.

Gianluigi yang akrab disapa Gian mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Politik, tapi dirinya mendirikan Komisi.co salah satu tujuannya ialah untuk memberikan edukasi politik melalui komedi. Gian yang berprofesi sebagai komika (stand up comedian) ini mengatakan bahwa anak muda harus melek politik meskipun banyak yang berpandangan negatif terhadap politik.

“Kalau kalian lihat berita yang menakutkan tentang politik, jangan dibaca dari satu sumber. Apa yang ada di media belum tentu terjadi sebenarnya. Saya khawatir, ini membuat anak-anak muda semakin takut dengan politik,” ungkapnya.

Dengan gaya komedi, Gian menyampaikan gagasannya terkait pentingnya anak muda terjun dan berpartisipasi aktif terutama menggunakan hak pilih untuk menentukan masa depan Indonesia dengan memilih pemimpin secara rasional.

HIMAPOL FISIP UMJ berkolaborasi dengan Komisi.co
Mahasiswa bersama narasumber seusai acara Panggung Rakyat di Aula Kasman Singodimedjo, Selasa (12/12/2023).

Senada dengan Gian, Lusi mengajak mahasiswa agar tidak abai dan selalu menganggap politik sebagai hal negatif sebab kebijakan lahir dari proses politik. Ia juga menyoroti dan mengkritisi keterwakilan perempuan dalam Pemilu 2024. “Saat ini UU mengatur affirmative action 30% angkanya dibulatkan ke bawah bukan ke atas sehingga caleg perempuan pada Pemilu  2024 berkurang drastis,” katanya.

Lebih lanjut, Lusi menjelaskan terkait fenomena pembentukan koalisi partai di Indonesia yang tidak terbentuk atas dasar ideologi partai politik. Begitu pula Djoni Gunanto yang menyimpulkan hal sama bahwa koalisi ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden terbentuk bukan atas dasar ideologi melainkan kepentingan.

“Anak muda harus melek politik, tidak boleh ada yang bisa dibeli dengan uang 20.000 atau 50.000. Hasil Pemilu 2024 akan menentukan partai mana saja yang mendapatkan kursi dan siapa yang bisa mencalonkan eksekutif pada Pemilu 2029,” tegas Djoni.

Ketiga narasumber sepakat bahwa anak muda tidak boleh abai terhadap Pemilu sebagai proses politik. Kegiatan ini didukung penuh oleh pimpinan FISIP UMJ yang diwakili Wakil Dekan 3 Dr. Fal Harmonis, M.Si., yang hadir secara daring.

“Kami mendukung kegiatan yang menambah wawasan. Forum ini menjadi sumber informasi, maka mahasiswa akan mendapatkan manfaat. Silakan diikuti dengan baik sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengikut tapi betul-betul memahami,” ungkapnya.

Bidang Kajian dan Keilmuan HIMAPOL FISIP UMJ Muhammad Fajar Alfirdausi mengungkapkan, “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar, seru dan mengedukasi, terlebih ada stand up comedy di puncak acara. Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa agar lebih peka dan melek terhadap isu perpolitikan di negeri ini,” ungkapnya saat dimintai keterangan seusai acara.

Raki, Community Team Komisi.co mengungkapkan rasa terima kasih pada HIMAPOL FISIP UMJ yang telah berkolaborasi. “Acaranya seru. Semoga bisa bikin panggung rakyat lagi di UMJ,” katanya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FISIP UMJ dan dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Ilmu Politik Ali Noer Zaman, MA., dosen Ilmu Politik Dr. Asep Setiawan, MA., dan Ketua BEM FISIP UMJ Wildan Muttaqin.

Editor : Budiman