Tag: dari

Peringati Hari Ibu, PSGA UMJ Refleksikan Peran Perempuan dari Berbagai Perspektif


29

Dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2023, Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSGA UMJ) merefleksikan peran perempuan dalam ketahanan keluarga dari berbagai perspektif melalui webinar bertajuk Peranan Perempuan dalam Ketahanan Keluarga, Rabu, (20/12/2023).

Baca juga : Webinar PSGA UMJ Teladani Sosok Perempuan Perawi Hadis

Peringatan hari ibu bukan hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga bagaimana peran perempuan dalam keluarga. Ibu merupakan sosok yang memiliki peran penting di dalam keluarga, oleh karenanya perlu ada peran perempuan-perempuan yang berkualitas dalam membentuk sebuah ketahanan keluarga yang baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PSGA UMJ, yang juga menjabat sebagai dosen Fakultas Agama Islam UMJ, Dr. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

Diskusi yang digelar secara hybrid ini menghadirkan lima narasumber yang berkompeten di bidangnya. Dalam kesempatan itu, Wakil rektor III Universitas Muhammadiyah Cirebon, Dr. Wiwi Hartati, S.Kom, M.Si.,sebagai narasumber pertama menyampaikan peran ibu dalam ketahanan pangan keluarga dari perspektif pendidikan. Wanita yang berperan sebagai ibu dalam keluarga tentu memiliki peran sebagai pendidik yang amat penting dalam menciptakan ketahanan keluarga. Tanpa dukungan wanita melalui pendidikan karakter yang mereka ajarkan kepada anak-anaknya, maka kaum lelaki atau suami bisa jadi tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk menciptakan keluarga yang sejahtera.

Secara operasional sejahtera umumnya ketahanan keluarga dapat tercipta apabila keluarga yang bersangkutan menjalani 8 fungsi keluarga, yang salah satunya pendidikan. Penguatan ketahanan keluarga dapat diperoleh melalui pendidikan karakter yang meningkatkan kualitas agama, moral, dan mempersiapkan kehidupan untuk bersosialisasi di masyarakat luas.

Dosen Fakultas Pertanian UMJ, Dr. Rita Tri Puspitasari, M.Si., yang menyampaikan peran ibu dalam perspektif lingkungan menjelaskan beragam jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai ketahanan masyarakat. Diantaranya tanaman tersebut adalah tanaman Soko yang dapat mendekomposisi zat formaldehida yang berasal dari asap rokok, tanaman Mahoni yang dapat dimanfaatkan untuk lingkungan karena mengurangi polusi udara sekitar 47%,  pohon beringin yang efektif menyejukkan lingkungan karena banyak oksigen, dan jenis tanaman lainnya.

Sebagai narasumber ketiga, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, Dr. Nuraini, MM., menyampaikan perspektifnya dari segi ekonomi. “Bagi saya ibu adalah seorang manajer yang handal. Perempuan diberikan kelebihan untuk bisa mengandung, melahirkan, memelihara, dan mendidik calon manusia,” Ungkapnya.

Di dalam islam perempuan tidak dilarang untuk bekerja. Perempuan berhak untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya, namun juga harus memerhatikan beberapa hal, salah satunya mengatur waktu antara bekerja dengan keluarga.

Nuraini juga menjelaskan peran strategis 85% aktivitas belanja keluarga di pegang oleh perempuan. Lebih lanjut Nuraini menyebutkan lima peran wanita dalam mengelola keuangan diantaranya menentukan tujuan keuangan, membuat pos keuangan, memilih produk keuangan sesuai kebutuhan, dan bijak dalam berhutang dan berinvestasi.

Dilanjutkan oleh narasumber keempat, Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ, Ns. Lily Herlinah, M.Kep. Sp. Kep. Kom., yang menyampaikan perspektifnya dari perawatan dan kesehatan. “Dalam generasi Z saat ini peran keluarga sangat dibutuhkan,” Ujar Lily. Keluarga merupakan pilar suatu bangsa sebagai unit sosial ekonomi terkecil dalam masyarakat yang merupakan landasan dasar dari semua institusi masyarakat.

Keluarga memiliki lima tugas kesehatan yakni keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, mampu mengambil keputusan, memberikan perawatan sederhana di rumah, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Terakhir Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ, Dr. Siti Riptifah Trihandari, M.Kes., yang menyampaikan perspektifnya dari kesehatan gizi. Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat kimia yang diperlukan untuk tumbuh, berkembang, dan menjaga kesehatan. Siti mengatakan pedoman gizi seimbang pada makanan prinsipnya adalah karbohidrat, vitamin, mineral, dan lauk.  Dalam hal ini ibu memiliki peranan penting dalam menyikapi pangan keluarga, yaitu memilih makanan dengan gizi seimbang.

Editor : Dian Fauzalia

Ajak Mahasiswa Pilih Pemimpin Dari Gagasan


3

Dalam memilih calon pemimpin masa depan seringkali anak muda kebingungan. Padahal, anak muda mempunyai peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Untuk itu BEM FISIP UMJ mengajak mahasiswa untuk memilih pemimpin dengan melihat politik gagasan dari calon pemimpin.

Baca juga : BEM FISIP Apresiasi Prestasi Mahasiswa melalui FISIP Award 2023

Hal ini mengemuka dalam diskusi bertajuk Ruang Bicara: Pilih Pemimpin Masa Depan, Mulai dari Mana. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP, Jum’at (24/11/23).

Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Wakil Dekan II FISIP UMJ Djoni Gunanto, S.Ip., M.Si, Ketua BEM FISIP UMJ Wildan Mutaqin, dan lembaga mulai.dari.mana Fikri Indra Mualim.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan simulasi pemilu. Simulasi ini berisi pemilihan isu-isu strategis yang dianggap penting oleh mahasiswa. Tidak hanya itu, isu tersebut dipilih berdasaran tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten atau Kota. Nantinya, isu terpilih akan menjadi bahan diskusi.

Dalam penyampaian materinya, Djoni menjelaskan bagaimana Generasi Z harus mempunyai pengetahuan tentang politik dan dalam memilih harus melihat visi dan misi. “Saat ini yang kita lakukan Pemilu gagasan, kalau memilih itu mudah tapi kita juga harus melihat visi dan misinya,” ungkap Djoni.

Pada kesempatan yang sama, Wildan menyampaikan bahwa anak muda sangat berperan bagi masa depan bangsa. Baginya, mahasiswa tidak boleh buta terhadap politik. Sementara itu, Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk edukasi politik untuk mahasiswa menjadi pemilih yang cerdas.

“Tahun 2024 adalah tahun politik. Bahwa suara anak muda adalah suara perubahan, kita tidak boleh buta terhadap politik. Ini bisa menjadi upaya untuk terus mengambil peran kepada anak-anak muda untuk menjadi pemilih cerdas dengan melihat visi, misi, dan program kerja,” jelas Wildan.

Lebih lanjut, Fikri menjelaskan bahwa mulai.dari.mana itu adalah sebuah gerakan kolaboratif anak muda yang diinisiasi untuk mendorong pemahaman objektif akan politik di Indonesia. Fikri melanjutkan bahwa mdm berfokus untuk mendorong anak muda untuk tidak sekedar tahu, tetapi mencari tahu.

“Kita mengetahui hanya sampai tahap kognisi saja, tidak berlanjut ke tahap afeksi dan evaluasi. Memilih berdasarkan popularitas itu tidak salah, tetapi perlu yang jadi catatan mahasiswa harus menggali lebih lanjut lagi,” ungkap Fikri.

Fikri menambahkan, kegiatan simulasi diadakan, selain memberikan edukasi tentang pemilihan umum, mahasiswa diingatkan dalam mencoblos tidak hanya gambar wajah calon pemimpin, tetapi isu yang akan berdampak kepada kita.

Dalam sesi lain, salah satu peserta diskusi, Yudha Dwi Saputro mahasiswa administrasi publik menuturkan pemilihan umum mayoritas akan diikuti oleh pemilih pemula dan muda. Tentu, acara ini sangat membantu dalam mengetahui pemilihan umum, terlebih lagi politik. Yudha berharap kegiatan edukasi ini akan dapat berlanjut “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan semoga akan lebih banyak kegiatan edukasi lainnya,” tutup Yudha.

Editor : Dian Fauzalia

NOTI ARTINI DARI UHN SUGRIWA DILANTIK JADI PEJABAT FUNGSIONAL ANALIS PENGELOLAAN KEUANGAN APBN

DENPASAR, UHN SUGRIWA – Pascalulus seleksi, salah satu ASN Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Ni Nyoman Noti Artini, SE., M. Si mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan APBN, Senin (20/11/2023). Pelantikan dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Nizar Ali, secara daring. Noti Artini mengikuti kegiatan melalui media Zoom dari Gedung Aula Fakultas Brahma Widya.

Kegiatan turut dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si; Analis Kepegawaian Madya, Suparti, S.Ag., M.Ag; Analis Hukum Madya Ketut Kanti Iswari, SH.,M.Ag; Analis Kepegawaian Muda Ni Kadek Suartini, S.Kom.,M.AP; dan Analis Kepegawaian Muda Luh Santiani, S.Ag., M.Pd.H di ruang Aula Fakultas Brahma Widya UHN I Gusti Bagus Sugriwa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, dalam sambutannya menyatakan pejabat yang dilantik adalah ASN yang ditunjuk dan diamanatkan memangku jabatan pengelola keuangan. “Dan saya yakin ASN yang dilantik hari ini sudah teruji dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pengelolaan keuangan yang efisien dan akuntabel,” ujar Prof Nizar Ali.

Total, ada 228 orang yang dinyatakan lulus dan siap menduduki jabatan sebagai Pejabat Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan APBN dan Pranata Keuangan APBN di lingkungan Kementerian Agama RI mengikuti acara Pelantikan dan Pengambilan sumpah Jabatan secara daring dan on-site.

Pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik srbagai penghujung acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dengan diawali oleh Sekretaris Jenderal kemudian para Kepala Biro dan diikuti undangan lainnya (may/sas)

.
.Pusdok-Humas-UHN Sugriwa
#UHN Sugriwa

FH UMJ Gelar Kuliah Umum Kaji HAM dari Berbagai Perspektif


12

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) menggelar Kuliah Umum tentang Hak Asasi Manusia dari berbagai perspektif di Aula Prof. Arso Sosroatmodjo, Kamis (16/11/2023). Kuliah yang menghadirkan Dr. Brett G Scharffs dari University of Brigham Young Amerika Serikat ini mengusung tema Promoting Human Dignity for Everyone Everywhere: The Role of Law and Religious Literacy.

Baca juga : Kuliah Umum FH UMJ Berikan Pendalaman AIK bagi Mahasiswa

Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., turut hadir menyambut baik kegiatan dan memperkenalkan UMJ. Hadi berharap kuliah umum dapat bermanfaat dan mencerahkan pengetahuan mahasiswa UMJ yang hadir pada kesempatan itu.

Lebih dari 100 mahasiswa FH UMJ menyimak dengan seksama kuliah yang disampaikan oleh Brett G Scharffs tentang sejarah Deklarasi HAM PBB dan pandangan tentang HAM dari berbagai perspektif. Scharffs menyampaikan beberapa tantangan penerapan HAM di dunia diantaranya paham skeptis dan sinis karena HAM dianggap agenda Barat. Selain itu HAM juga dianggap bisa dimaksimalkan untuk menyelesaikan banyak masalah.

Dr. Di Putri Cahyawati, MH., Dr. Brett G Scharff, Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., bersama dosen dan mahasiswa FH UMJ seusai kuliah umum di Aula Aula Prof. Arso Sosroatmodjo, Kamis (16/11/2023).

Scharffs menegaskan bahwa martabat kemanusiaan sangat mendasari perumusan Deklarasi HAM PBB. Selama mempelajari tentang martabat kemanusiaan, Scharffs mengaku melihat berbagai macam perspektif agama yaitu Kristen, Katolik, Yahudi, dan Islam. Ketiganya memiliki perhatian dan kemiripan dalam memandang kemanusiaan.

Scharffs mengaku tertarik untuk mempelajari HAM dari perspektif Indonesia yang terkandung di dalam Pancasila. Tidak hanya mahasiswa, para dosen yang hadir juga turut antusias berdialog dengan Scharffs terkait HAM di dunia, khususnya tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. Tragedi tersebut menjadi salah satu topik diskusi yang sangat menarik.

Scharffs menerangkan bahwa pada kenyataannya HAM belum bisa memberikan solusi atas pelanggaran HAM yang terjadi. Menurutnya tidak hanya Palestina, tapi banyak kejadian yang mirip misalnya Rohingya, Uyghur, dan sebagainya.

Dekan FH UMJ Dr. Dwi Putri Cahyawati menerangkan bahwa kuliah umum ini merupakan program FH UMJ yang diperuntukkan bagi peningkatan wawasan mahasiswa FH UMJ. “Dengan adanya kuliah umum ini, harapannya mahasiswa mendapat wawasan lebih luas lagi khususnya terkait dengan pembelajaran atau materi yang berkaitan dengan HAM dan peradaban,” ungkap Dwi saat dimintai keterangan seusai acara.

Editor : Dian Fauzalia

DOA PERDAMAIAN UNTUK PALESTINA DARI CIVITAS UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

BANGLI, UHN SUGRIWA – Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengajak civitas akademika baik unsur pegawai, dosen dan mahasiswa UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar untuk duduk bersama di penataran Pura Saraswati Mahawidya Bhawana dan Pura Melanting yang berada di ujung timur laut Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa Kampus Bangli guna memanjatkan doa bersama untuk kedamaian dan kemerdekaan rakyat Palestina, Kamis (16/11/2023).

Sebuah tradisi masyarakat di Indonesia yang menganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memanjatkan doa memohon kebesaran-Nya agar memberikan kemudahan dan jalan terang dalam segala ujian yang dihadapi.

Dalam momentum ini rektor UHN bersama jajaran dan civitas akademika melaksanakan persembahyangan bersama dan memanjatkan doa untuk perdamaian Palestina dan kemerdekaan rakyat Palestina sehingga terbebas dari penjajahan. “Mari kita bersama-sama mendoakan perdamaian dan kebebasan rakyat Palestina dari segala penjajahan dan serangan yang menimpa dan segera diperoleh kemerdekaan, dengan melantunkan mantra suci pada hari yang sangat baik ini,” kata Prof. Sudiana.

Ia pun berharap perdamaian bagi seluruh umat manusia bisa terwujud di seluruh dunia. “Demikian pula di kalangan civitas akademika UHN Sugriwa agar terpelihara persatuan dan kerukunan antar umat beragama,” civitas diwajibkan berdonasi untuk meringankan beban penderitaan warga Palestina pun menjadi pesannya mengakhiri doa bersama tadi. (may/sas)

.
.Pusdok-Humas-UHN Sugriwa
#UHN Sugriwa

SURVEI PILPRES DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN MASYARAKAT

Pemilihan umum sebagai sarana demokrasi telah digunakan sebagian negara di duniatermasuk Indonesia. Penyelenggaraan pemilihan umum secara periodik di Indonesia sudah berlangsung sejak awal kemerdekaan bangsa ini, tetapi proses demokrasi lewat pemilihan umum yang lebih terdahulu belum mampu menyamakan nilai-nilai demokrasi yang matang. Hal itu disebabkan sistem politik yang otoriter. Harapan untuk menemukan format demokrasi yang ideal mulai nampak sejak penyelenggaraan pemilihan umum 2004 lalu yang berjalan cukup relatif lancar dan aman.

Untuk bangsa yang baru lepas dari sistem otoriter, penyelenggaraan pemilihan umum 2004 yang terdiri dari pemilihan umum legislatif dan pemulihan umum presiden secara langsung yang berjalan tanpa tindak kekerasan merupakan prestasi bersejarah bagi bangsa ini.

Dengan pemilihan umum tersebut rakyat Indonesia ingin turut secara aktif dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah karena partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan Negara demokrasi sekaligus merupakan ciri khas adanya modernisasi politik. Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu bentuk partisipasi politik masyarakat, sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat, karena pada saat pemilihan kepala daerah itulah rakyat menjadi pihak yang paling menentukan proses politik di wilayahnya dengan memberikan suara secara langsung Masyarakat merupakan unsur utama yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pemerintahan pada sistem demokrasi.

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilu dan penyusunan kebijakan sebagai wujud partisipasi politik. Partisipasi politik dapat dijadikan sebagai salah satu parameter dalam penilaian tingkat demokrasi di sebuah negara. Semakin tinggi partisipasi politik dalam masyarakat dapat menunjukkan kondisi demokrasi yang berkualitas.

Jika partisipasi politik masyarakat rendah, hal tersebut dapat menunjukkan apatisme dan ketidak percayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

Pada tahun 2024 yang akan mendatangakan dilangsungkannya pemilihan presiden (Pilpres), banyak diantara partai politik mulai membentuk koalisi untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden. Adapun partai-partai yang sudah memenuhi syarat mengajukan calon presiden pada pemilu tahun 2024 diantaranya; Anies Rasyid Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Survey-survey dilakukan untuk melihat elektabilitas capres-capres yang telah mengajukan diri. Update terakhir disalah satu provinsi terbesar pemilihnya yaitu Provinsi Jawa Barat Poltracking Indonesia melakukan survey terkait elektabilitas capres diantaranya; Prabowo Subianto 44,2% Anies Baswedan 25% Ganjar Pranowo 21,8% dan yang menjawab Tidak tahu atau tidak menjawab 9%

“Hasilnya Prabowo Subianto 44,2% jauh di atas dua kandidat yang lain, kedua ada Anies Baswedan 25% dan Ganjar pranowo 21,8%, jadi kita cek satu per satu praktis Prabowo ke Anies Baswedan jaraknya hampir 20%, sekitar 19%, jika kita cek Anies ke Ganjar itu jaraknya sekitar 3,2%,” kata Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi saat memaparkan hasil survei, Selasa (10/10/2023).

Pemilihan presiden adalah salah satu momen krusial dalam dinamika politik sebuah negara. Keberhasilan proses pemilihan ini sangat tergantung pada partisipasi masyarakat dan pemahaman mereka tentang calon-calon yang bersaing.

Perspektif pendidikan masyarakat memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman yang kritis dan informasional tentang proses politik. Inilah mengapa survei Pilpres dari perspektif pendidikan masyarakat menjadi semakin penting.

Survei pemilihan umum (pilpres) dari perspektif pendidikan masyarakat adalah pendekatan untuk memahami bagaimana tingkat pendidikan sesorang atau sekelompok orang dapat aspek penting dalam studi politik dan sosiologi untuk memahami bagaimana tingkat pendidikan masyarakat dapat memengaruhi proses demokrasi dan pengambilan keputusan politik.

Berikut adalah beberapa aspek yang relavan dalam melihat survei pemilihan umum dari perspektif pendidikan Masyarakat. Berdasarkan dari informasi dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam survey SMRC dua tahun terakhir (2021-2022) dengan total sampai 8.319 responden, secara umum perbedaan pendidikan berpengaruh signifikan dalam perilaku memilih. Tingkat pendidikan dibagi antara SLTP,SD, dan tidak bersekolah dengan SLTA ke atas, proporsinya hampir seimbang. Yang berpendidikan SLTP ke bawah sekitas 53,2 persen, sementara yang SLTA ke atas sekitar 46,8 persen.

Ia mengatakan, ada 20 persen dari yang berpendidikan SLTP ke bawah yang memilih Anies, sementara yang SLTA ke atas 27 persen. Hal yang sama dengan Ganjar, dari yang berpendidikan SLTA ke atas, Ganjar dipilih sekitar 31 persen, sementara yang berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 26 persen.

Saiful menjelaskan, Anies dan Ganjar sejatinya relatif baru muncul dalam perpolitikan Indonesia. Keduanya, adalah gubernur, karena itu, menurut Saiful, pada dasarnya mereka adalah tokoh lokal. Tetapi menjelang pemilihan umum, mereka masuk menjadi tokoh nasional, setidaknya dalam pemberitaan.

“Hal ini berkebalikan dengan profil pendukung Prabowo Subianto.Ada 36 persen yang berpendidikan SLTP ke bawah yang memilih Prabowo, sementara yang berpendidikan SLTA ke atas sebesar 28 persen,” jelasnya.

Sehingga, menurut Saiful Mujani, dari hasil survei tersebut, proporsi pemilih Probowo yang berpendidikan lebih rendah, lebih besar dari yang berpendidikan lebih tinggi. Menurut Saiful, hasil survei ini bisa dipahami mengapa proporsi pemilihan yang berpendidikan menengah ke bawah lebih tinggi yang memilih Prabowo.Darisumbertersebutpenulismenyimpulkan bahwa pemilih Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang cenderung berlatar pendidikan tinggi, sedangkan pemilih Prabowo Subianto sebaliknya.

Capres dengan pendukung pendidikan tinggi atau rendah belum bisa menentukan dari kualitas seorang pemimpin tersebut. hal ini karena pendukung dengan melihat tingkat pendidikan tidak bisa dijadikan sebagai kerangka acuan untuk melihat kualitas dari capres.

Pada beberapa kasus, banyak diantaranya orang-orang dengan pendidikan tinggi tidak begitu mengerti dengan sistem politik yang ada. dilain sisi orang-orang yang berpendidikan rendah diantaranya sangat memahami betul dari sistem politik.

Oleh sebab itu, tingkat pendidikan tidak bisa dijadikan sebagai acuan untuk melihat kualitas dari capres yang akan maju pada pilpres 2024. Melihat pendukung capres berdasarkan dengan tingkat pendidikan dapat melihat arah pembangunan atau pun visi misi dari capres itu sendiri.

Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan biasanya akan menentukan pekerjaan dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat dengan pendidikan rendah pada tingkat ekonomi dan penghasilan cenderung pada posisi bawah dan menengah, sedangkan masyarakat dengan pendidikan tinggi cenderung pada posisi menengah dan tinggi. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pembangunan atau pun visi misi dari capres dalam merencanakan manuver atau pun pembangunan kedepannya.

Selain itu tingkat pendidikan masyarakat sangat memengaruhi partisipasi dalam pemilihan. Masyarakat dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih aktif dalam proses politik. Mereka cenderung memahami isu-isu politik dengan lebih baik, dan ini mendorong mereka untuk memilih dan terlibat dalam diskusi politik.

Akan tetapi masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang aktif dalam proses politik, dan ini bisa mengarah pada perasaan ketidak pedulian dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Dalam hal ini, kelompok pemuda merupakan pemilih terbanyak pada pilpres 2024. Kelompok pemuda (milenial) menjadi sasaran strategis melihat potensinya yang sangat besar hingga mencapai 56,45% atau sekitar 113 juta pemilih.

Salah satu kelompok pemilih muda adalah mahasiswa. Opini dan preferensi mahasiswa menjadi sentral karena tingkat literasi dan perhatian mereka pada isu-isu publik dan dinamika politik bisa berimplikasi pada sikap politik kelompok pemilih lain. Sehingga memahami preferensi politik kelompok mahasiswa dalam pemilu dan isu publik merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena pemegang suara terbanyak untuk pemilu 2024 dipegang oleh kelompok pemuda (milenial).

Oleh karena itu, para calon Presiden dituntut untuk kritis dan rasional dalam menyampaikan janji-janji politiknya, karena masyarakat pemilih didominasi oleh kelompok pemuda (milenial) yang lebih terdidik dan lebih baik dalam menilai calon-calon yang bersaing dalam Pilpres. Mereka akan cenderung lebih kritis dalam mengevaluasi janji-janji kandidat dan lebih mampu membedakan antara retorika politik dan rencana tindakankonkret. Dengan pemahaman masyarakat yang kuat tentang isu-isu politik, masyarakat lebih siap untuk berpartisipasi secara cerdas dalam proses pemilihan.

Kandidat Doktor Pendidikan MIPA, Minarni, S.Pd., M.Si

REFERENSI

https://news.detik.com/pemilu/d-6974647/survei-capres-poltracking-di-jabar-prabowo-442-anies-25-ganjar-218

POLGOV Fisipol UGM Sampaikan Rilis Hasil Survei Opini dan Preferensi Politik Mahasiswa Indonesia pada Pemilu 2024

https://news.republika.co.id/berita/rkes51409/perbedaan-latar-pendidikan-pemilih-anies-ganjar-dan-prabowo-berdasarkan-survei


Post Views: 134

UNJA Raih Certificate of Compliance dari UI GreenMetric, Wujud Komitmen Ciptakan Green Kampus

Mendalo- UI GreenMetric merupakan inovasi Universitas Indonesia (UI) yang telah dikenal luas di dunia Internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Melalui 39 indikator dalam 6 kriteria, UI GreenMetric menentukan peringkat berdasarkan komitmen dan inisiatif lingkungan Universitas. Keenam kriteria itu adalah penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian.

Demi mendukung keberlangsungan lingkungan dan menunjukkan komitmen pada pengelolaan lingkungan hidup kampus, Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Drs. H.Sutrisno, M.Sc.,Ph.D membentuk Unit Pengelola UI GreenMetric Universitas Jambi pada setiap tahunnya dimulai dari tahun 2022. Pada tahun 2022, Universitas Jambi menempati rangking ke-72 dari 126 peserta dari Universitas di Indonesia.

Ketua Pengelola Unit UI GreenMetric Universitas Jambi, Ir. Freddy Ilfan, S.T. M.T. mengatakan tahun 2022 Tim UI GreenMetric Universitas Jambi (UNJA) sudah melakukan sosialisasi kepada fakultas dan lembaga yang ada UNJA mengenai UI GreenMetric UNJA pada 28 November 2022 dan pada tahun 2023 tim UI GreenMetric UNJA juga sudah melakukan sosialisasi Green campus dan pengisian kuisioner UI GreenMetric pada beberapa fakultas yang ada di UNJA. Dari beberapa pertemuan itu, para pimpinan fakultas sudah mengetahui dan telah mengimplementasikan beberapa konsep green campus.

“Universitas Jambi juga telah mendapatkan Certificate of Compliance dari UI GreenMetric tertanggal 27 Oktober 2023 yang diserahkan oleh Prof. Riri Fitri Sari sebagai Chairperson of UI GreenMetric kepada Universitas Jambi yang diwakili oleh Prof. Dr. Kamid, M.Si sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi. Sertifikat itu menandakan bahwa Universitas Jambi (UNJA) sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memenuhi enam kriteria UI GreenMetric World University Rankings dalam program keberlanjutan pada tahun 2023,”kata Freddy Ilfan.

Freddy Ilfan juga mengatakan sebelum batas akhir pengumpulan kuisioner dan indikator UI GreenMetric pada 31 Oktober 2023, diharapkan fakultas sudah melakukan pengisian dan melampirkan bukti pendukung melalui link yang telah diberikan dalam surat dari Rektor Universitas Jambi.

“Ke depannya diharapkan Universitas dan masing-masing fakultas sudah melaksanakan pengelolaan green kampus yang lebih baik lagi, terutama dalam pengelolaan limbah padat,” ujarnya.

Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Prof. Dr. Kamid, M.Si mengatakan UI GreenMetric UNJA mempunyai Komitmen untuk mewujudkan green campus.

“Alhamdulillah UNJA punya komitmen yang kuat untuk mewujudkan green campus dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan benar,”tutup Prof. Kamid.

Silvia Yuliansari Asril / Welsa / HUMAS


Post Views: 5

FIK UMJ Raih 3 Penghargaan dari AIPNI

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) menerima 3 penghargaan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI). Salah satunya sebagai Peserta Regional Kategori Platinum. Penghargaan tersebut diberikan pada Rapat Tahunan Anggota (RTA) AIPNI yang digelar di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta, selama tiga hari, 4-6 Oktober 2023.

Baca juga : Sebanyak 146 Ners Lulusan FIK UMJ Diangkat Sumpah

Sebanyak tiga penghargaan diraih berdasarkan persentase kelulusan terbaik Regional 5 pada Uji Kompetensi Nasional Ners. Penghargaan pertama diraih pada kategori Peserta Regional Ranking 1 (96,93%) Uji Kompetensi Nasional Ners Periode 3 Tahun 2022.

Kedua, kategori Peserta Regional Platinum (100%) Uji Kompetensi Nasional Ners Periode 1 Tahun 2023. Ketiga, kategori Peserta Regional Ranking 2 (99,32%) Uji Kompetensi Nasional Ners Periode 2 Tahun 2023.

Wakil Dekan I Dr. Ns.Yani Sofiani, M.Kep.,Sp.Kep.MB., dan Wakil Dekan II Ns. Titin Sutini, M.Kep.,Sp.Kep.An., menghadiri acara tersebut dan menerima penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Umum AIPNI Agus Setiawan. S.Kp, MN, DN.

Wakil Dekan I Dr. Ns.Yani Sofiani, M.Kep.,Sp.Kep.MB., mengatakan bahwa penghargaan tersebut adalah prestasi yang membanggakan bagi FIK UMJ karena regulasi kelulusan Uji Kompetensi Nasional Ners menjadi mutlak karena sistem exit exam.

“Tentunya pencapaian ini bukan hanya menjadi prestasi program studi tapi seluruh civitas akademika FIK UMJ baik pengelola di fakultas, prodi, para dosen, tenaga kependidikan dan orang tua mahasiswa,” kata Yani saat dimintai keterangan melalui pesan singkat Kamis (19/10/2023).

Orang tua menjadi stakeholder penting dalam proses pembelajaran mahasiswa FIK UMJ. Hal ini disebabkan panjangnya program persiapan mahasiswa untuk mengikuti uji kompetensi. Pimpinan fakultas memutuskan untuk melibatkan orang tua agar dapat mendukung dan mendorong anak-anaknya hingga menuju hari ujian tiba.

Pimpinan dan dosen FIK UMJ kerap mengadakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa baik untuk konseling, konsultasi maupun kegiatan doa bersama. Komunikasi dan koordinasi antar seluruh pihak terlibat mulai dari proses pembelajaran, penyiapan wahana klinik untuk mahasiswa, dan penyediaan preseptor yang mumpuni menjadi kunci utama dalam mempertahankan prestasi tersebut.

“Harapannya prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Kerja sama selalu dipupuk agar dapat mencapai kompetensi mahasiswa,” ungkap Yani.

Melalui prestasi ini FIK UMJ berupaya melahirkan lulusan yang berkualitas untuk mendukung program pemerintah sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum AIPNI saat sambutan. Agus Setiawan mendorong perguruan tinggi agar dapat menyiapkan lulusan yang dapat beradaptasi dengan agenda transformasi pemerintah.

Dalam kegiatan yang bertema Penguatan Pendidikan Tinggi Keperawatan Dalam Mendukung Transformasi di Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Era Digitalisasi ini, dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi dari setiap regional seluruh Indonesia.

Editor : Dian Fauzalia


12

KUI dan Prodi Kessos Hadirkan Profesor dari California State University dalam Seminar Internasional

Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Jakarta berkolaborasi dengan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar seminar internasional dengan tema “Lesson From Pandemic: Health for democracy and Implications for Social Work”. Seminar ini digelar secara hybrid di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (17/10/23).

Baca juga : Rocky Gerung Jadi Narasumber Stadium General  Mahasiswa FISIP UMJ

Seminar ini diadakan dalam rangka mengembangkan kerjasama dalam level Internasional dengan menghadirkan Prof. Dr. Paul Duongtran dari Departement of Social Work College of Health, Human Service, and Nursing California State University sebagai pembicara utama. Seminar diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika FISIP UMJ dan dimoderasi oleh Dosen Kessos FISIP UMJ, Wa Ode Asmawati, M.Si.

Pada pemaparannya, Paul Doungtran membahas tentang masa transisi dunia pendidikan, dari era normal menjadi era pandemi. Saat itu siswa dan guru harus belajar secara daring dan memicu munculnya masalah pada kesehatan mental.

Paul menjelaskan masalah kesehatan itu muncul pada masyarakat Indonesia yang berdiam di banyak pulau dan sulit mendapatkan akses internet. Terlebih lagi, banyak yang tidak memiliki gawai yang cukup baik sehingga menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Tentu hal semacam itu bisa membuat kesehatan mental masyarakat terganggu.

Hal lain yang disorotnya adalah adanya sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya pandemi. Mereka menganggap pandemi hanyalah tipuan belaka. Tentunya fakta itu membuat pandemi makin sulit untuk ditangani secara medis dan bahkan berdampak pada kesehatan mental tenaga medis.

“Kurangnya perhatian atau apresiasi untuk para garda terdepan membuat mereka menjadi tidak percaya diri. Namun demikian, mereka tetap harus mengerjakan tugas mereka,” ungkap Paul.

Paul menambahkan, kebutuhan akan kesehatan mental tidak terpenuhi selama pandemi. Keadaan itu semakin diperparah dengan menurunnya keadaan ekonomi masyarakat akibat pandemi. Masyarakat mengalami kekhawatiran, keuangan menurun, masalah kesehatan, naiknya tingkat perceraian, hilangnya kualitas hidup, dan juga penurunan kesehatan mental bagi pekerja dan keluarganya.

Dalam kesempatan itu Paul juga menyampaikan harapannya ingin terus melakukan kerjasama dengan UMJ yang menurutnya berpeluang menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang mental health pada tahun 2025 nanti.

Kaprodi Kessos Muhammad Sahrul, M.Si., menjelaskan bahwa Seminar Internasional ditunjukan sebagai pengembangan wawasan global untuk mahasiswa dan dosen tentang isu sosial pasca pandemi.

Lebih lanjut, Sahrul berharap adanya kegiatan Internasional serupa seperti, riset, publikasi jurnal, hingga konferensi Internasional untuk pengembangan program studi kesejahteraan sosial FISIP UMJ.
“Semoga kita bisa lebih banyak ruang dan peluang dari kegiatan ini yang bisa dimanfatkan untuk pengambangan program studi,” jelas Sahrul.

Sebelumnya saat memberikan sambutan Ketua KUI UMJ, Endang Zakaria, berharap seminar internasional ini bisa memicu adanya kerjasama dengan universitas Internasional lainnya.

“UMJ sedang mengembangkan kerjasama bukan hanya di level Asia dan Asean, tetapi juga dengan kampus Internasional lainnya, salah satunya Amerika,” ungkap Endang.

Seminar yang dihadiri ratusan peserta, baik daring maupun luring, ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi tentang kolaborasi internasional antara UMJ dan California State University.

Editor : Tria Patrianti


31

“Oleh-oleh” dari Negeri Kincir Angin, Belanda

MoU FKIK UNJA dengan Faculty of Health, Medicine and Life Science Maastricht University

MAASTRICHT, BELANDA,- Dalam rangka memperluas jaringan kerja sama di tingkat nasional, regional maupun internasional, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi gencar menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, baik perguruan tinggi, lembaga riset mapun dengan lembaga non akademik.

Pada tanggal 21 September 2023, FKIK Universitas Jambi yang diwakili oleh Dekan Dr.dr.Humaryanto.,Sp.OT.,M.Kes resmi menandatangi dokumen perjanjian kerja sama dengan Faculty of Health, Medicine and Life Science (FHML) Maastricht University di Belanda yang diwakilkan oleh Dekan Prof. Dr. Annemie Schols bertempat di ruangan Dekan FHML Maastricht University kampus Randwyck Kota Maastricht di Belanda.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi implementasi penguatan kapasitas kelembagaan institusi kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya yang secara umum dituangkan kedalam program tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat). Kedua institusi sepakat pelaksanaan kerja sama ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan kedua institusi. Pada tahap implementasi kerja sama, kedua institusi sepakat untuk melakukan proses monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar khususnya dengan metode Problem Based Learning (PBL) yang selama ini sudah diterapkan dibeberapa program studi di FKIK. Maastricht University melalui School of Health Professions Education (SHE) merupakan pelopor program PBL dan menjadi institusi rujukan bagi beberapa institusi kedokteran dan ilmu kesehatan diseluruh dunia dalam pengembangan model pembelajaran ini. Selanjutnya, Dekan FKIK Universitas Jambi juga mengundang perwakilan dari FHML Maastricht University untuk berpartisipasi dalam kegiatan konferensi internasional yang diselenggarakan pada bulan November oleh FKIK Universitas Jambi sebagai salah satu pembicara utama.

Komponen kerja sama selanjutnya mencakup pengembangan Interprofessional Education (IPE) dinilai sangat penting bagi institusi, termasuk FKIK Universitas Jambi, yang memiliki berbagai bidang keilmuan kedokteran dan ilmu kesehatan sehingga dapat menghasilkan luaran calon tenaga kesehatan yang mampu bekerja sama dengan profesi lainnya dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Program IPE ini selanjutnya akan diimplementasikan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta penelitian yang melibatkan kedua institusi.

Tahapan selanjutnya dari perjanjian kerja sama ini mencakup peluang pertukaran mahasiswa, kesempatan untuk mengikuti short-courses dan pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik dari FKIK Universitas Jambi ke Maastricht University. Penelitian dan publikasi ilmiah gabungan dari kedua institusi merupakan tahapan berikutnya yang dinilai sangat penting untuk dimasukkan kedalam komponen kerja sama ini.

Kesepakatan bersama antara FKIK Universitas Jambi dan FHML Maastricht University ini dimulai dari pembahasan di awal tahun 2023. Pembahasan bersama ini dinilai penting untuk mencari peluang kerja sama yang berkelanjutan sehingga diharapkan kerja sama ini dapat berlangsung lama dan tidak bersifat sementara. Beberapa pertemuan secara virtual telah dilakukan antara dua institusi sehingga menghasilkan kesepakatan bersama.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan FHML Maastricht University dilakukan Dekan FKIK Universitas Jambi bersamaan dengan rangkaian kegiatan Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia (AFKNI) mengikuti kegiatan kunjungan ke Belanda dalam rangka meningkatkan koneksi dan kerja sama internasional bersama beberapa perguruan tinggi di Belanda.

Salah satu kegiatan AFKNI di Belanda adalah mengunjungi Leiden University Medical Center yang memberikan kesempatan delegasi AFKNI untuk melihat fasilitas dan layanan kesehatan yang disediakan oleh LUMC, yang merupakan rumah sakit yang berafiliasi dengan University of Leiden, salah satu universitas tertua dan terkemuka di Belanda. Hal ini memberikan peluang bagi delegasi untuk mempelajari praktik klinis terbaik dan pendekatan interdisipliner dalam penanganan penyakit. Selain itu, kunjungan ke Erasmus Medical Center di Rotterdam dimana masih terafiliasi dengan Erasmus University Rotterdam. Para delegasi juga mengikuti Medical conference yang dilaksanakan selama 2 hari di Erasmus MC yang memberikan kesempatan sangat berharga bagi delegasi AFKNI untuk memperluas pengetahuan dan membangun hubungan dengan Erasmus MC dan medical center lainnya di Belanda.

ISTIMEWA/HUMAS


Post Views: 25