Tag: KETUA

Jelang Pemilu 2024, Forum Rektor, Ketua dan Direktur PTMA Canangkan Kerja Sama dengan KPU RI


4

Jelang Pemilihan Umum 2024, Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) akan turut ambil peran khususnya dalam hal yang berkaitan dengan survei dan penelitian. Rencana ini dibahas oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy’ari di Gedung KPU, Jumat (24/11/2023).

Ma’mun mewakili Forum Rektor, Ketua dan Direktur PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) berdialog dengan Ketua KPU RI yang didampingi oleh Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Setjen KPU Cahyo Ariawan, dalam rangka merencanakan kerja sama.

Dalam kaitannya dengan Pemilu, Forum Rektor, Ketua, dan Direktur PTMA bermaksud akan melibatkan diri pada dua hal. “Pertama, survei yang dilakukan oleh lembaga milik UMJ yaitu Leader of Indonesia. Kedua, pelatihan, magang, dan sebagainya,” ungkap Ma’mun.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa survei yang akan dilakukan pada pertengahan Desember 2023 mendatang melibatkan 3600 responden dari seluruh PTMA di Indonesia. Maksud dan tujuan tersebut disambut sangat baik oleh Hasyim Asy’ari. Bahkan pada pertemuan itu, Hasyim memberikan banyak masukan untuk lingkup kerja sama yang dapat dilakukan KPU dan PTMA seluruh Indonesia.

“Ini peluang besar. Karakter KPU adalah lembaga nasional punya unit kerja disemua provinsi dan kabupaten. Jangan ragu lagi kalau mau menugaskan dosen atau mahasiswa di semua kabupaten. Tidak harus ke KPU RI, bisa ke KPU Provinsi atau Kabupaten,” ujar Hasyim.

Hasyim mendorong mahasiswa agar dapat ditugaskan menjadi anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di daerahnya masing-masing. Selain dapat menjadi laboratorium bagi mahasiswa belajar langsung tentang Pemilu, Hasyim juga menilai langkah ini memudahkan mahasiswa untuk dapat tetap menggunakan hak suara tanpa pindah memilih.

“Saya mohonkan pada para Rektor agar bobot SKS mahasiswa yang tugas di KPPS itu tinggi. Di situlah peristiwa ekspresi kedaulatan rakyat terjadi, mereka menjaga kualitas suara rakyat. Nanti KPU RI akan memberikan Surat Tugas pada mahasiswa yang berminat untuk menjadi KPPS di TPS di domisilinya,” ungkapnya.

Ma’mun yang didampingi oleh Direktur Leader of Indonesia Usman Abdhali Watik, merespons sangat baik masukan dari Hasyim. Ma’mun berharap penandatanganan kerja sama antara Forum Rektor, Ketua dan Direktur PTMA dengan KPU RI dapat dilaksanakan segera.

Pertemuan tersebut menghasilkan rumusan rencana kerja sama yang akan disepakati oleh Forum Rektor, Ketua dan Direktur PTMA dengan KPU RI sosialisasi, pendidikan pemilih, peningkatan kapasitas pelembagaan, diklat, riset, dll.

Editor : Dian Fauzalia

Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta , Tawari Beasiswa S2 Bagi Lulusan Terbaik

Lulusan terbaik wisuda periode ke 80 Universitas Bung Hatta yang dilantik oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Sabtu-Minggu (28-29/10/2023) lalu di Bung Hatta Convention Hall Kampus 1 Unversitas Bung Hatta Ulak Karang, diundang ramah tamah dan makan malam oleh Pembina dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta serta jajaran pimpinan Universitas Bung Hatta di Bajamba Resto, UNP Hotel & Convention Center, Senin, 30/10/2023.

Dalam acara ramah tamah tersebut Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof. Ganefri, P.hD, memberikan apresiasi pada lulusan terbaik yang diwisuda periode 80 kemarin. Ia juga menyampaikan bahwa para alumnus Universitas Bung Hatta tidak salah memilih Universitas Bung Hatta untuk melanjutkan pendidikan. Prof Ganefri juga menyebutkan bahwa UBH adalah Universitas terbaik di Kopertis wilayah 10 (sekarang LLDIKTI X), hal itu disebutkan karena ia pernah sebagai Kepala LLDIKTI X pada tahun 2014 sampai tahun 2016.

Prof. Ganefri juga menyampaikan, bahwa kondisi sekarang tidak bisa dipungkiri ada beberapa PTS yang sulit berkembang, namun Universitas Bung Hatta tetap terus berkembang dan semakin meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya. Ia menyebutkan bahwa besarnya Universitas adalah karena konstribusi dari alumninya di tengah-tengah masyarakat.

“Tanggung jawab pengelola perguruan tinggi tidak hanya sampai tamat kuliah saja, tetapi juga sampai memikirkan alumninya berkontribusi bagi masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi”, imbuh Ganefri yang saat ini juga menjabat Rektor UNP.

Selanjutnya Prof.Ganefri berharap kepada lulusan untuk menjadi corong dan mentor untuk membesarkan Universitas Bung Hatta ditengah-tengah masyarakat, menyampaikan hal-hal baik selama mengenyam pendidikan di Universitas Bung Hatta.

Prof.Ganefri menyebutkan juga, bahwa sekarang Universitas Bung Hatta sedang menyusun perencanaan penerimaan dosen, terutama dengan kualifikasi Doktor (S3), namun demikian ia menyampaikan kalau lulusan-lulusan terbaik berminat untuk segera melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 terlebih dahulu dan Yayasan Pendidikan Bung Hatta akan mencarikan beasiswa dan Ia juga berharap agar terus meningkatkan kompetensi dan meningkatkan Bahasa Inggris.

“Jika tamat S2 dan lanjut ke S3, tamat S3 dipastikan diterima di Universitas Bung Hatta”, tegas Ganefri.

Ganefri kembali menegaskan dan berharap, agar lulusan-lulusan terbaik tersebut untuk menjadi duta-duta Universitas Bung Hatta dan bersama-sama mempromosikan UBH dengan menunjukan kontribusi ke masyarakat.

Ia juga berharap, agar lulusan Universitas Bung Hatta terus bersemangat dan menunjukkan kompetensi diri, cari pengalaman sebanyak-banyaknya dan disertai niat. Ditegaskan juga bahwa lulusan-lulusan terbaik Universitas Bung Hatta, untuk tahap awal jenjang S2 akan diberikan beasiswa.

Sebelumnya Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta Dr. Boy Yendra Tamin, S.H., M.H dalam pengantarnya menyampaikan, bahwa pengurus Yayasan bersama dengan Pembina sengaja mengundang lulusan terbaik untuk bersillaturahmi sekaligus saling mengenal semua mengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta serta pimpinan Universitas Bung Hatta.

Senada dengan itu Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA menyebutkan bahwa pertemuan itu baru pertama kali diadakan dan dihadiri oleh Badan Pembina dan lengkap dengan semua pengurus Yayasan. Disampaikan Rektor dalam silllaraturahmi tersebut, bahwa lulusan-lulusan terbaik tersebut berminat untuk mengabdikan diri di Universitas Bung Hatta.

Untuk itu Rektor kembali berpesan, agar meningkatkan teruskan meningkatkan kompetensi, terutama kemampuan bahasa asing dan informasi teknologi.

Lulusan terbaik Universitas Bung Hatta periode 80 tersebut adalah Zahara Yulia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3.93, Salsabilla Eriko dengan IPK 3.90 dari Fakultas Hukum. Melia Febri Ningsih dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan IPK 3.93, kemudian Mhd Rafi Indrawan dari Fakultas Ilmu Budaya dengan IPK 3,91. Dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Rizay Trifangky Saragih dengan IPK 3,67 serta Yolla Tifa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan IPK 3.88.

Hadir juga Sekretaris Badan Pembina Yayasan Ezra Aditia,ST.MSc, Anggota Badan Pembina Dr. Ir. Hendrino, M.Arch. Eng, sedangkan dari Badan Pengurus Yayasan hadir wakil ketua I Dr. I Nengah Tela, S.T., M.Sc. dan wakil ketua II Dr. Ir. Edi Septe S., M.T, sekretaris badan pengurus Drs. Ir. Mulyanef., M.Sc. serta bendahara Dr. Dwi Fitri Puspa, S.E., M.Si., Ak., CA. Hadir juga anggota badan pengawas yayasan Mukhlizul Hamdi, SE., M.Si., Ak., CA dan Dra. Elfrida, M.Si, Apt.

Sementara dari jajaran pimpinan Universitas Bung Hatta hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Hendra Suherman, S.T., M.T., Wakil Rektor II Dr. Elfiondri, S.S., M.Hum. dan Wakil Rektor III Dr. Hidayat, S.T.,M.T.,IPM. Serta Ka BAAK Suamperi, SH., MH. (*indrawadi),

Rektor UMJ Dilantik Jadi Ketua Umum Fokal IMM Periode 2023-2028


3

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, resmi dilantik menjadi Ketua Umum Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) dalam acara Pengukuhan dan Silatnas Pimpinan Pusat pada Sabtu (28/10/23).

Baca juga : Pengajian Fokal IMM Bahas Muhammadiyah dan Pemilu 2024.

Sebelumnya, Ma’mun dalam Musyawarah Nasional (Munas) V Samarinda masuk dalam daftar formatur terpilih bersama Yusuf Warsim, Fikri Yasin, Suli Da’im, Hadi Mulyadi, Muhammad Saleh Tjan, Feri Yanthy Burhan, N.A. Fitri Gayo, Enjang Tedi, Yayat Suyatna, Wahidin Hasan, Edi Agus Yanto, dan Andi Nurpati. Ke-13 nama ini kemudian menentukan struktur kepengurusan FOKAL IMM selama lima tahun ke depan.

Dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Peninsula, Jakarta, ini dilakukan pengukuhan Pengurus Pimpinan Pusat Fokal IMM Periode 2023-2028 yang terdiri dari unsur dewan penasihat, dewan pembina, dewan pakar, dan dewan harian. Pengukuhan berdasarkan  surat keputusan (SK) Nomor 01/A-1/I/2023 tentang pengangkatan dan pengesahan Fokal IMM, terhitung sejak 21 September 2023.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. K.H. Haedar Nashir, M.Si., dalam sambutannya menyatakan IMM merupakan tulang punggung kader Muhammadiyah yang berbasis intelektual. Haedar meyakini nanti akan ada kepentingan strategis yang memerlukan topangan kader intelektual dalam berbagai bidang. Hal itu sesuai dengan visi Muhammadiyah untuk unggul dan bekemajuan.

“Saya berharap ke depan akan lahir gelombang baru kader Muhammadiyah, baik dari IMM, IPM, Pemuda, Nasyiatul Asyiyah (NA), dan seluruh organisasi otonom yang kualitasnya unggul,” harap Haedar.

Ketua Fokal IMM yang baru dilantik,  Ma’mun Murod, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Fokal IMM harus bisa mengambil langkah strategis untuk membangun kekuatan kultural dengan menjalin hubungan sinergis dengan berbagai berbagai pihak, salah satunya diaspora politik. Menurutnya, itu sejalan dengan yang disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah.

“Fokal sebagai organisasi non-struktural diharapkan memperkuat kerja-kerja kultural, terutama dalam upaya akselerasi politik di angkatan muda Muhammadiyah. Ini kerja yang tidak ringan, tapi tentu saja harus diikhtiarkan,” ungkap Ma’mun.

Lebih lanjut, Ma’mun menambahkan bahwa kader Muhammadiyah dalam bidang selain politik sudah cukup bagus. Hal itu mendorong Fokal IMM berfokus untuk peningkatan diaspora politik bagi kader. Selain itu, upaya tersebut juga sejalan dengan tema acara “Membangun Sinergi Politik untuk Mewujudkan Politik yang Beradab.”

Pada kesempatan itu hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yang dalam sambutannya menegaskan Muhammadiyah adalah organisasi yang besar, tertata, dan sistematis. Oleh karenanya, ia berharap Muhammadiyah sebagai organisasi bisa terus menjadi inspirasi. 

Dito juga menegaskan bahwa Kemenpora siap berkolaborasi dengan Muhammadiyah di sektor kepemudaan maupun keolahragaan. Berbagai program siap disinergikan untuk pembangunan karakter pemuda-pemudi. 

Selain Menpora, juga hadir Bakal Calon Presiden (Bacapres) dan (Bawacapres) Wakil Presiden yang telah resmi diusung koalisinya masing-masing, yaitu Ganjar Pranowo dan Muhaimin Iskandar. Keduanya diundang secara khusus untuk bersilaturahmi bersama dengan alumni Fokal IMM yang hadir dari berbagai daerah dan menyampaikan gagasan.

Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengatakan Fokal IMM menjadi organisasi yang sangat strategis sebagai salah satu pelaksana mewujudkan tujuan dari Muhammadiyah. Tentu, kegiatan kali ini merupakan sarana dalam merajut kembali nilai-nilai Muhammadiyah.

“Hal wajar jika IMM menjadi penerus sejarah untuk mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah tentang keumatan dan kebangsaan,” jelas politisi yang biasa disapa Cak Imin ini.

Dalam sesi lain, Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah banyak mengabdi untuk bangsa dan negara, khususnya dalam peran penting pemuda. Kekuatan Muhammadiyah yakni di bidang kesehatan dan pendidikan. Di depan ratusan anggota Fokal IMM, Ganjar mengajak semuanya untuk melanjutkan kontribusi wujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kita belajar dari Muhammadiyah yang punya kemandirian dan keberdikarian. Di bidang kesehatan dan pendidikan, Muhammadiyah telah membuktikan kiprahnya, ” tutur Ganjar.

Pengukuhan dan Silatnas dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional Fokal IMM berlangsung selama dua hari,  Sabtu hingga Minggu (28-29/10/23). Peserta kegiatan ini nampak antusias, terlihat para anggota Fokal IMM dari berbagai daerah memadati ruangan hingga malam hari.

Editor : Tria Patrianti

Ketua DPD PORMIKI DKI Jakarta Pimpin Angkat Sumpah Profesi Manajemen Informasi Kesehatan Esa Unggul

 

Esaunggul.ac.id, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul TA. 2022/2023 mengadakan Acara Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi Lulusan Prodi S1 Terapan Manajemen Informasi Kesehatan.

Kegiatan acara ini dilaksanakan di Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi yang bertempat di ruang 206 lantai 2, Yudisium dan Angkat sumpah Profesi tahun ini diikuti 13 peserta, para peserta yang mengenakan setelan kebaya mulai mempersiapkan diri mereka untuk melakukan sumpah profesi yang didampingi oleh Rohaniawan. Para peserta pun dipisahkan berdasarkan agama mereka masing-masing.

Hasan Sadikin, A.Md Perkes, S.ST, MKM Rohaniawan mendampingi mahasiswa melakukan sumpah Profesi menurut agama masing – masing

Prosesi pengambilan sumpah sendiri dipimpin oleh Ketua DPD PORMIKI DKI Jakarta, Hasan Sadikin, A.Md Perkes, S.ST, MKM  dan Rohaniawan yang disaksikan oleh tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini juga di hadiri oleh Direktur Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi, Ir. Nixon Erzed, MT dan Ka.Prodi Manajemen Informasi Kesehatan, Dr Hosizah, SKM, MKM.

Direktur Kampus harapan Indah, Ir. Nixon Erzed, MT dalam sambutannya

Dalam sambutannya Direktur Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan yang telah berhasil menyelsaikan pendidikannya hingga lulus dan menjadi sarjana.

“saya berharap lulusan tahun ini bisa mengambil peran dalam bidang kesehatan dan mempunya ide-ide kreatif yang belum ditemukan dan dapat membantu masyarakat dalam segi kesehatan”ucap Nixon.

Ketua DPD PORMIKI DKI Jakarta, Hasan Sadikin, A.Md Perkes, S.ST, MKM dalam memberi sambutan kepada Mahasiswa yang melakukan kegiatan sumpah profesi

Ketua DPD PORMIKI DKI Jakarta dalam sambutnnya menyampaikan terimakasih atas undangnnya dan dipercaya untuk mewakili prosesi pengambilan sumpah, beliau juga berpesan untuk wisudawan dalam sumpah profesi itu yang artinya teman-teman sendiri sudah di angkat menjadi orang yang proferesional di bidangnya.

“saya berharap dari sumpah profesi yang kalian lakukan, kalian akan memegang teguh janji kalian yang tadi diucapkan menurut agama kalian masing-masing, setelah pengangkatan sumpah jangan hanya diingat tapi harus dipraktekan, jaga etika jika kalian terjun di dunia tenaga kesehatan”Tuturnya.

“Sebagai penyemangat kedepannya sebagai mahasiswa lulusan tahun ini, bisa menjadi lulusan terbaik dan amanah dibidang Menejemen Informasi Kesehatan dan mempunya ide-ide yang baru untung mengembangan kesehatan terutama di Indonesia”tutupnya.

Rangkai selanjutnya dalam kegiatan ini Penandatanganan naskah sumpah yang di wakili dari masing-masing agama yang didampingi oleh rohaniawan, kemudian dilanjut dengan penyematan pin kepada perwakilan peserta sumpah profesi. Acara kemudian ditutup dengan pemberian pesan-pesan dari Ketua DPD PORMIKI DKI Jakarta kepada peserta sumpah profesi dan diwakili  oleh salah satu mahasiswa dan diakhiri dengan foto bersama-sama.

Rangkai kegiatan Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi MIK

 

Rektor UMJ Terpilih Jadi Ketua Umum Fokal IMM Periode 2023-2028

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Ma’mun Murod Al Barbasy, M.Si., terpilih sebagai Ketua Umum Fokal IMM periode 2023-2028. Pemilihan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) FOKAL IMM ke-V bertema Kolaborasi Memajukan Indonesia, yang diselenggarakan di hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (25/06/2023).

Baca juga : Munas FOKAL IMM Akan MemilIh Pimpinan Baru

Pemilihan dilakukan secara e-voting dengan melibatkan 182 peserta Munas yang terdiri dari perwakilan wilayah se-Indonesia di mana setiap peserta memilih 13 orang untuk menjadi formatur. Kemudian, 13 nama formatur yang terpilih akan menentukan struktur kepengurusan FOKAL IMM selama lima tahun ke depan.

Ke-13 formatur yang terpilih meraih suara terbanyak pada e-voting yaitu, Yusuf Warsim, Ma’mun Murod, Fikrsi Yasin, Suli Da’im, Hadi Mulyadi, Muhammad Saleh Tjan, Feri Yanthy Burhan, N.A. Fitri Gayo, Enjang Tedi, Yayat Suyatna, Wahidin Hasan, Edi Agus Yanto, dan Andi Nurpati.

Setelah dipilih menjadi Ketua Umum Fokal IMM, Ma’mun menyampaikan terimakasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya. Bagi Ma’mun, ini merupakan mandat sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus berkhidmat memberikan kemajuan untuk Fokal IMM dan Persyarikatan.

“Tentu menjadi Ketua Umum Fokal adalah amanah yang luar biasa tidak ringan dan pasti banyak menyita waktu. Ini bagian dari amanah, perjuangan, dan kerja-kerja ketulusan untuk memajukan Fokal IMM,” ujar Ma’mun saat di wawancara via pesan singkat, Minggu (25/06/2023).

Lebih lanjut Ma’mun mengatakan, sebagai orang internal UMJ, ini adalah bentuk tanggung jawab untuk mengembangkan organisasi dan menjalankan amanah sebagai Ketua Fokal IMM untuk memberikan kemajuan dan kontribusi nyata bagi UMJ. Ia juga menegaskan bahwa menjadi Ketua Fokal IMM bukan persoalan yang mudah, melainkan amanah sekaligus perjuangan yang harus dilakukan secara kolektif kolegial oleh semua Fokal IMM agar mampu memberikan kemasalahatan untuk umat.

“Harapannya, Fokal di bawah kepemimpinan saya bisa lebih memberikan kontribusi, terutama dalam konteks berbangsa, bernegara, dan kebermanfaatan untuk umat,” ujar Ma’mun lebih lanjut. Ia berharap Fokal IMM bisa memberikan masukan-masukan kritis terhadap Pemerintah dalam permasalahan sosial kemasyarakatan yang terjadi saat ini, mulai dari masalah korupsi hingga indeks pembangunan manusia.

Sejalan dengan itu, Djoni Gunanto, S.IP. M.SI., Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP UMJ sekaligus Sekretaris Korwil Fokal IMM DKI Jakarta menyampaikan bahwa terpilihnya Rektor UMJ sebagai Ketua Fokal IMM, membuktikan bahwa kader UMJ sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Djoni juga berharap kita bisa menjadikan Rektor UMJ sebagai salah satu tauladan dalam menggalakkan spirit perjuangan dan menjadi motivasi kader untuk terus berkhidmat, mengabdikan diri dalam perjuangan untuk UMJ, IMM, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kita harus menempatkan IMM sebagai mitra strategis dalam pengembangan Intelektual untuk terus menebar sayap dakwah, karena bagaimanapun generasi hari ini akan melanjutkan regenerasi ke depan di Muhammadiyah,” jelas Djoni.

Editor : Tria Patrianti


6

Ketua MPKS PP Muhammadiyah: Ayo Peduli Lansia

Dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) ke-27, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKS) bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (Kesos FISIP UMJ) menyelengarakan diskusi publik untuk mewujudkan lansia sehat, sejahtera dan bermartabat. Diskusi yang dihadiri para pemangku kebijakan, sivitas akademika, praktisi Kesehatan, dan masyarakat Ini dilaksanakan secara hybrid pada hari Selasa (30/05/2023) di Ruang Rapat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Baca juga : Majelis Dikdasmen dan Non-Formal PP Muhammadiyah Bahas Empat Isu Pendidikan

Acara ini dihadiri oleh Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., Figur Ulama Muhammadiyah Dr. Kiai Saad Ibrahim, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, M.Si., Kaprodi Kesos FISIP UMJ Muhammad Sahrul, M.Si. dan dosen FISIP UMJ. Diskusi publik ini juga diisi oleh narasumber Ketua Komisi 8 DPR RI Dr. Ashabul Kahfi, M.Ag., Penggiat Kelanjutusiaan Dr. Adhi Santika, MS. SH., Dosen Kesos FISIP UMJ Rahmawati, S.Ag., M.Si. Acara ini juga diikuti oleh mahasiswa Prodi Kesos FISIP UMJ dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia  yang hadir secara daring via Zoom.

Muhammadiyah berperan sangat penting karena memilki strategi terhadap persoalan terhadap lansia dan berharap proses mitigasi demografi kependudukan dapat seimbang dan kendala terhadap kondisi ketimpangan masalah lansia.

“Antisipasi terhadap persoalan lansia ini perlu dilakukan agar tidak menjadi beban dengan mendorong dan mengaktivasi serta meningkatkan produktivitas mereka dengan program yang kita lakukan,” papar Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, M.Si.

Usia lansia dapat dikatakan bukan usia yang muda lagi karena kondisi fisik yang sudah melemah, kondisi fisik ini membuat terbatas untuk bersosial dan tidak seperti di masa muda. Pada kondisi tertentu lansia seringkali merasakan kesepian seperti diitinggal wafat pasangan, finansial, dan tempat tinggal.

“Bahwa yang terpenting di usia lansia adalah bagaimana menjalani masa lansia dengan kondisi bahagia adalah keinginan semua orang,” papar Ketua Komisi 8 DPR RI Dr. Ashabul Kahfi, M.Ag.

“Banyak sekali demografis yang menunjukan jumlah angka lansia baik dari angka kesehatan, umur dan kondisi yang lain. Perhitungan demografi ini memang benar adanya, tetapi tidak hanya terpaku pada itu saja melainkan kita juga harus memikirkan langkah-langkah dengan membuat program sosial dan lebih memperdalam bagaimana dimensi sosial di usia lansia,” papar Penggiat Kelanjutusiaan Dr. Adhi Santika, MS. SH.

Di usia lansia tidak hanya fisik, finansial, keluarga dan faktor lainnya, tetapi bagaimana pemerintah juga memberikan wujud untuk mensejahterakan lansia dengan memberikan program pelayanan sosial dan pengaturan terhadap peraturan perundang-undangan tentang lansia. “Tidak hanya pemerintah, perguruan tinggi juga memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan lansia. Semua yang terlibat dalam perguruan tinggi termasuk dosen, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan,” papar Dosen Kesos FISIP UMJ Rahmawati, S.Ag., M.Si.

Editor : Tria Patrianti


2

REKTOR UHN SUGRIWA DAMPINGI STAF KHUSUS PRESIDEN TERIMA AUDIENSI KETUA YAYASAN MAHA BAJRA SANDHI DENPASAR

DENPASAR, UHN SUGRIWA – Ketua Yayasan Maha Bajra Sandhi Denpasar bersama pengurus yayasan melakukan audiensi pemaparan serangkaian rencana kegiatan Saraswati Prajna di hadapan Koordinator Staf Khusus Presiden dengan didampingi Rektor UHN Sugriwa selaku narahubung yang diterima di Kampus Pascasarjana Denpasar, Jumat (10/3/2023).

Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, selaku narahubung mengungkapkan, kedatangan Yayasan Maha Bajra Sandhi yang diketuai Ida Wayan Oka Granoka Gong untuk melakukan audiensi kepada Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Dr. AAGN Ari Dwipayana. Pertemuan ini bertujuan memaparkan ide serangkaian rencana kegiatan Saraswati Prajna yang sedianya digelar pada penghujung tahun 2023 nanti di Bali dengan menghadirkan Presiden RI sebagai Tokoh Bangsa.

Ketua Yayasan Maha Bajra Sandhi yang hadir bersama 3 pengurus lainnya memaparkan, Saraswati Prajna yang rencananya digelar bertepatan dengan Hari Raya Saraswati ini merupakan tonggak awal pembangunan pusat pendidikan yang akan mencetak generasi emas pemimpin bangsa kedepannya.

Ia yang seorang Sesepuh Perguruan Yoga Musik Maha Bajra Sandhi, menyampaikan bahwa Saraswati Prajna ini merupakan momentum pembangkitan jiwa, untuk memenuhi harapan masa depan bangsa dengan pemimpin pemimpin sebagai purusa-purusa penyelamat zaman. “Ide-ide gagasan mengenai pembangkitan jiwa inilah yang ingin kami sampaikan kepada bapak Presiden selaku pemimpin bangsa,” ujarnya.

Baca juga :
Pendaftaran MABA Gelombang I

Dalam kesempatan ini, Rektor UHN Sugriwa menyambut baik ide dan gagasan Yayasan Maha Bajra Sandhi dalam upaya turut serta memikirkan peradaban manusia pada masa yang akan datang, terutama untuk generasi emas bangsa. “Hal ini perlu dipetakan dan dipertimbangkan lebih jauh, dengan memperhatikan segala aspek dan yang terpenting adalah apa yang menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan Bangsa ini” ujarnya usai menyimak pemaparan Ketua Yayasasan Maha Bajra Sandhi. Ia selanjutnya menyerahkan kesempatan kepada Dr. AAGN Ari Dwipayana, sebagai pihak yang dituju untuk meneruskan kepada Presiden RI.

Dr AAGN Ari Dwipayana selaku Koordinator Staf Khusus Presiden RI yang juga Tim Komunikasi Presiden menyampaikan beberapa hal pertimbangan dan penegasan dari rencana kegiatan yang dirancang Yayasan Maha Bajra Sandhi. “Sehingga masyarakat, bangsa mengetahui dan memberikan penilaiannya atas eksistensi Yayasan Maha Bajra Sandhi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan sebuah ide gagasan besar yang diperuntukkan masyarakat luas, terlebih bangsa dimasa depan, imbuhnya dibutuhkan kajian dan analisa yang benar dan tepat. (may)

.

.Pusdok-Humas-UHN Sugriwa
#UHN Sugriwa