Tag: KUKUHKAN

FIP UMJ Kukuhkan 192 Lulusan PPG Tahun 2023


2

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) kembali mengukuhkan dan angkat sumpah profesi 192 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan kategori 1 gelombang 2 dan Pra Jabatan gelombang 1 tahun 2022. Kegiatakan diselenggarakan di Aula FEB UMJ, Sabtu, (25/11/2023).

Baca juga : FIP UMJ Selenggarakan Tes PPG Prajabatan

Peserta pengukuhan dan pengambilan sumpah profesi guru ini merupakan guru yang sudah lulus PPG, baik dalam jabatan maupun pra jabatan. Peserta PPG pra jabatan merupakan mahasiswa yang baru lulus S1 kependidikan dan memiliki minat yang kuat untuk menjadi guru profesional. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh guru yang sudah berpengalaman mengajar hingga puluhan tahun, namun belum memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan amanat Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005.

Adapun peserta terdiri dari lulusan retaker PPG dalam jabatan tahun 2021 berjumlah 5 peserta, lulusan retaker PPG dalam jabatan kategori 1 gelombang 1 tahun 2022 13 peserta, lulusan retaker PPG dalam jabatan kategori 2 tahun 2022 11 peserta, lulusan PPG dalam jabatan kategori 1 gelombang 2 tahun 2022 110 peserta, dan lulusan PPG pra jabatan gelombang 1 tahun 2022 53 peserta.

Prof. Dr. Herwina Bahar, M.A, dosen FIP UMJ yang juga menjabat Koordinator PPG mengatakan bahwa Program PPG sebagai syarat menjadi guru profesional, “Program PPG merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk guru dalam jabatan untuk memenuhi syarat sebagai guru profesional yang dapat melahirkan generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, berkomitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat,” papar Herwina.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FIP UMJ, Prof. Dr. Iswan, M.Si., menjelaskan bahwa penyelanggaraan pengukuhan dan pengambilan sumpah program PPG ini merupakan kebijakan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kepada UMJ sebagai salah satu Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mendapat izin untuk menyelenggarakan program PPG, dari 78 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sejak tahun 2017 dan 2018 UMJ telah menyelenggarakan PPG Pra Jabatan dan dilanjutkan dari tahun ke tahun PPG Dalam Jabatan hingga saat ini.

“PPG itu adalah wajib bagi guru yang dianggap sudah professional. Kalau tamat S1 saja di pendidikan belum dianggap sebagai guru yang benar-benar memiliki sim mengajar. Maka dengan mengikuti PPG ini, guru yang diambil sumpahnya akan mendapatkan sertifikat pendidikan dan gelar tambahan yang dianggap sudah profesional ,” ungkap Iswan.

Pelaksanaan pengambilan sumpah profesi guru dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari guru nasional. Tentu ini menjadi moment yang lebih bermakna bagi para lulusan Program PPG dalam menerima sertifikat penghargaan sebagai guru professional.

Editor : Dian Fauzalia

REKTOR UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR KUKUHKAN TIGA ORANG GURU BESAR PADA PENGHUJUNG TAHUN 2023

Bangli, UHN Sugriwa – Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si pada penghujung tahun 2023 kembali mengalungkan Gordon pada tiga orang Dosen Fakultas Dharma Acarya pada acara Pengukuhan Guru Besar Tetap di Kampus Bangli, Jumat (17/11/2023).

Seluruh civitas akademika sangat berbangga hati kembali mendapatkan kebahagiaan dengan diperolehnya gelar kehormatan tertinggi dalam bidang akademik yang dianugerahkan kepada Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita.,M.Si, Prof. Dr. Ni. Putu Winanti, S.Ag.,M.Pd, dan Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag.,M.Pd.H.

Ketiga guru besar anyar ini merupakan dosen pada Fakultas Dharma Acarya atau dikenal dengan Fakultas ‘Pendidikan’. Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita.,M.Si memperoleh gelar kehormatan dalam bidang Ilmu Kajian Budaya Hindu sedangkan Prof. Dr. Ni. Putu Winanti, S.Ag.,M.Pd tergabung dalam Bidang Imu Pendidikan Agama Hindu dan Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag.,M.Pd.H merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Agama Hindu. “Sampai saat ini UHN I Gusti Bagus Sugriwa telah memiliki 19 orang Guru Besar dan akan segera bertambah lagi pada tahun depan” ujar Prof. I Gusti Ngurah Sudiana dalam sambutannya.

Hal ini tentu menjadi capaian yang sangat baik dalam dunia pendidikan yang sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dan berdedikasi dalam upaya mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya Perguruan Tinggi Hindu Negeri agar semakin bermutu dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Senada dengan yang disampaikan oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M Si. Dikatakan, sebagai seorang guru besar yang terlahir dari puncak prestasi akademik tertinggi harus bisa memberikan vibrasi pada kultur akademik perguruan tinggi, khususnya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa agar mampu mewujudkan lembaga pendidikan keagamaan yang berdaya saing baik ditingkat nasional maupun internasional.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita.,M.Si menyampaikan orasi ilmiah tentang Edukasi Budaya dan Agama Hindu melalui seni pertunjukan Drama Gong. Prof. Dr. Ni. Putu Winanti, S.Ag.,M.Pd dalam orasi ilmiah tentang Eksistensi Pelinggih Ratu Niang Sakti sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Alam mendukung Sad Kertih Loka Bali. Sementara itu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag.,M.Pd.H menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Internalisasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Membangun Generasi Muda Hindu yang Berkualitas. (may/sas)

Kukuhkan 648 Lulusan, Ini Pesan Rektor UBL

Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar Yudisium dan Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode Ganjil 2023/2024. Acara Wisuda yang diikuti 648 wisudawan ini berlangsung khidmat bertempat di Convention Hall Mahligai Agung UBL, Rabu (15/11/2023).

Rektor UBL Prof Dr Ir. M. Yusuf Barusman, MBA dalam sambutannya memberikan pesan khusus kepada para wisudawan. “Atas nama seluruh civitas akademika UBL mengucapkan selamat atas keberhasilan capaian akademik yang saudara raih. Keberhasilan saudara semua hari ini adalah berkat karunia Allah SWT yang merupakan doa orang tua, keluarga dan tentu merupakan hasil dari jerih payah, kesabaran saudara dalam menuntut ilmu. Dengan gelar Sarjana dan Magister ini, saudara kini mengemban tanggung jawab yang satu tingkat lebih tinggi daripada sebelumnya dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan bangsa Indonesia,” ungkap Prof Yusuf.

“Semoga keberhasilan hari ini bukanlah merupakan titik akhir perjalanan, akan tetapi, sebaliknya menjadi starting point atau titik awal untuk berkiprah di masyarakat dengan cara terus menerus belajar dalam rangka mengembangkan diri, sehingga lebih bernilai untuk hidup dan kehidupan saudara-saudara,” tambahnya.

Rektor juga berpesan kepada wisudawan dan wisudawati UBL untuk menjaga nama baik almamater. “Selepas saudara dikukuhkan hari ini, reputasi saudara dimasyarakat, langsung ataupun tidak langsung mencerminkan kualitas pembelajaran dan pengembangan diri anda di UBL, oleh karena itu jaga nama baik kampus. Terus jaga silaturahmi, karena alumni bagian dari sivitas akademika, bagian dari keluarga besar UBL yang tidak pernah terlepas hubungan itu sampai akhir hayat nanti,” tutup Prof Yusuf.

Dalam pidatonya, Rektor UBL juga menyampaikan capaian yang sudah diraih UBL dalam usianya yang ke 51 tahun dengan berbagai upaya yang dilakukan baik pembangunan fisik, fasilitas, prestasi akademik, non akademik maupun sumber daya manusia. Diantaranya adalah meraih penghargaan Peringkat I dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung 5 tahun berturut-turut dengan kategori yaitu pada 2019 dan 2020 Terbaik I dalam kategori Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia. Pada 2021, peringkat I kategori Aspek Kelembagaan dan Sistem Informasi. Tahun 2022, Peringkat I kategori Aspek Kelembagaan, Sistem Informasi dan Kerjasama. Kemudian, pada 2023 mendapatkan dua Piagam Penghargaan Peringkat I untuk kategori akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi dan Peringkat I Untuk Kualifikasi Dosen untuk bentuk Perguruan Tinggi Universitas.

Selain capaian akreditasi Program Studi A dan UNGGUL serta Internasional yang sudah diraih, pengembangan SDM juga terus dilakukan dengan semakin banyaknya dosen UBL yang dan sedang menjalani pendidikan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Ada 19 Dosen sedang menjalani pendidikan doktor dan tujuh yang selesai. Delapan di antaranya studi lanjut di luar negeri. Belum lama ini UBL juga menambah empat dosen yang mendapatkan gelar Profesor atau Guru Besar.


Kepala LLDikti Wilayah II Soroti Pentingnya Mutu Pendidikan PT, Usai Kukuhkan 4 Guru Besar UBL

Bandar Lampung – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc menyoroti pentingnya keberadaan Guru Besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi. Hal ini disampaikan saat hadir dalam pengukuhan 4 Guru Besar baru di Universitas Bandar Lampung (UBL) masing masing Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H untuk bidang Ilmu Hukum Pidana, Prof. Dr. Erlina B., S.H., M.H dan Prof. Dr. Tami Rusli, S.H., M.Hum untuk bidang Ilmu Hukum Bisnis serta Prof. Dr. Zainab Ompu J., S.H., M.H untuk bidang ilmu Sosilogi Hukum yang berlangsung gedung Mahligai Agung UBL, Kamis (12/10).

“Keberadaan Guru Besar memang sangat penting bagi peningkatan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi. Ketika sebuah prodi sudah memiliki Guru Besar, prodi tersebut juga secara otomatis memiliki pengayom keilmuannya. Selain itu Guru besar juga merupakan sumber rujukan bagi bidangnya masing-masing. Semakin banyak Guru Besarnya maka akan semakin banyak variasi sumber ilmu yang dimiliki serta semakin memudahkan dalam mencari sumber rujukan ketika ingin memecahkan suatu permasalahan,” katanya.

“Ada 4 Provinsi di bawah naungan LLDikti Wilayah II yang meliputi Sumatera Bagian Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung dengan total dosen lebih dari 9 ribu orang. Dari jumlah tersebut baru 40 orang yang menjadi Guru Besar. Jika dibanding dengan Pulau Jawa, jumlah itu masih jauh. Sebagai contoh, di Bandung PTS-nya sudah memiliki sebanyak 300 Guru Besar. Jogjakarta sekitar 120 Guru Besar, dan Semarang sekitar 200 Guru Besar. Tapi untuk di luar Pulau Jawa, jumlah kita masih relatif standar,” tambahnya.

Untuk menambah jumlah Guru Besar di lingkungan LKDikti Wilayah II, pihaknya kini menerapkan program percepatan Guru Besar. Dimana harus ada minimal 10 Guru Besar baru yang dikukuhkan setiap tahunnya. “Ketika saya dilantik tahun 2022 lalu, kita punya program percepatan Guru Besar. Sehingga setiap tahun kita targetkan harus ada 10 Guru Besar yang dikukuhkan. Alhamdulillah, itu sudah terlewati. Tahun lalu kita punya 28 Guru Besar, tahun ini kita punya 40 Guru Besar,” tandasnya.


UNJA Akan Kukuhkan 19 Guru Besar Baru, Ini Jadwalnya

JAMBI,- Universitas Jambi (UNJA) akan mengukuhkan 19 Guru Besar baru, pengukuhan dilaksanakan pada tanggal 25, 26, dan 30 Oktober 2023 bertempat di Balairung Pinang Masak UNJA Mendalo.

Dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Jambi (UNJA) akan mengukuhkan 19 guru besar yang berasal dari lima Fakultas yaitu 5 Guru Besar yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 3 Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 1 Guru Besar Fakultas Hukum (FH), 5 Guru Besar Fakultas Pertanian (FAPERTA), dan 5 Guru Besar Fakultas Peternakan (FAPET).

Pelaksanaan pengukuhan dibagi menjadi 3 periode, 19 Profesor yang akan dikukuhkan tersebut yakni pada:

Periode pertama, Rabu 25 Oktober 2023
1. Prof. Dr. Sri Rahayu, SE, MS, Ak, CA (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
2. Prof. Dr.Drs. Suratno M.Pd (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
3. Prof. Drs. Syahrial. M.Ed., Ph.D (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
4. Prof. Dr. Ir. Budiyati Ichwan, M.S (Fakultas Pertanian)
5. Prof. Dr. Dra. Wilda Syahri, M.Pd (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
6. Prof. Dr. Ir. Agus Budiyansyah, M.S (Fakultas Peternakan)
7. Prof. Dr. Ir. Syafwan, M.Sc (Fakultas Peternakan)

Periode kedua, Kamis 26 Oktober 2023
1. Prof. Ir. Darlis. M.Sc., Ph.D (Fakultas Peternakan)
2. Prof. Dr. Drs. Ilham, M.Kes (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
3. Prof. Dr. Ir. Ira Wahyuni, M.P (Fakultas Pertanian)
4. Prof. Dr. Hafrida, SH.MH (Fakultas Hukum)
5. Prof. Dr. Ir. Elis Kartika, M.Si (Fakultas Pertanian)
6. Prof. Dr. Ir. Hardi Syafria, M.S (Fakultas Peternakan)

Periode ketiga, Senin 30 Oktober 2023
1. Prof. Dr. Ir. Aswandi, M.Si (Fakultas Pertanian)
2. Prof. Dr. Ir. Edison, M.Sc (Fakultas Pertanian)
3. Prof. Dr. Afrizal, SE., M.Si., A.K., CA (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
4. Prof. Dr. Yulmardi, S.E., M.S (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
5. Prof. Dr. Ir. Afzalani, M.P (Fakultas Peternakan)
6. Prof. Dr. Supian, S.Ag., M.Ag (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Silvia Yuliansari Asril / Welsa / HUMAS


Post Views: 793

Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Rektor UBL Targetkan Buka Program S3 Ilmu Hukum Tahun Depan

Bandar Lampung, – Universitas Bandar Lampung (UBL) mengukuhkan 4 Guru Besar Fakultas Hukum di gedung Mahligai Agung, Kamis (12/10). Keempat Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H untuk bidang Ilmu Hukum Pidana, Prof. Dr. Erlina B., S.H., M.H
dan Prof. Dr. Tami Rusli, S.H., M.Hum untuk bidang Ilmu Hukum Bisnis serta Prof. Dr. Zainab Ompu J., S.H., M.H untuk bidang ilmu Sosilogi Hukum.

Ditemui usai pengukuhan, Rektor UBL, Prof Yusuf Barusman ungkapkan syukur dan harapannya. “Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pengukuhan 4 Guru Besar baru Fakultas Hukum. Sebelumnya sudah ada 2 Guru Besar dan ada penambahan 4 orang, sehingga total ada 6 Guru Besar. Secara keseluruhan ada 9 Guru Besar di UBL saat ini dan akan terus bertambah di tahun depan. Hal ini membuktikan keseriusan UBL dalam meningkatkan kualitas akademik, terutama penguatan kualitas dosennya” kata Yusuf.

 

“Saya berharap pengukuhan Guru Besar baru ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, institusi lainnya serta bangsa dan negara. Guru Besar yang dikukuhkan ini juga bervariasi bidang hukumnya, ada bidang hukum Pidana, Bisnis dan Sosiologi Hukum. Jadi variatif sekali sehingga diharapkan para Guru Besar ini dapat mempraktikan keilmuannya melalui riset-riset yang berkualitas yang dapat berdampak pada kemajuan hukum di Indonesia,” tambahnya.

Prof Yusuf juga mengungapkan bahwa keberadaan Guru Besar sangat penting bagi UBL. “Keberadaan Guru Besar sangat penting karena menyangkut dengan kematangan keilmuan. Sebab jika satu prodi memiliki 1 Guru Besar, maka prodi tersebut dapat dikatakan telah memiliki ahli dalam keilmuan prodi tersebut dan oleh sebab itu kita fokus pada pengembangan SDM dalam hal ini dosen, karena kualitas perguruan tinggi dominannya dipengaruhi pada kualitas SDM nya. UBL juga tidak sungkan membiayai dosen yang ingin melanjutkan pendidikan S3, sampai memberikan pendampingan khusus pada dosen yang ingin menaikan jenjang jabatan akademiknya, karena biasanya yang paling sulit adalah naik jabatan ke Lektor Kepala, terkait dengan karya ilmiah dan lain-lain,” imbuhnya.

Penambahan Guru Besar di UBL juga menjadi sinyal membahagiakan bagi proses pembukaan Program S3 Ilmu Hukum di UBL. Sebab syarat utamanya yakni minimal memiliki 1 Guru Besar.”Alhamdulillah, pembukaan Program S3 saat ini juga sedang disiapkan, apalagi sekarang keberadaan dosen sudah sangat kuat di UBL. Karena persyaratan S3 itu minimum ada satu profesor. Jadi kalau sekarang kita sudah punya 6 profesor di bidang Hukum ya tentu insyallah syarat itu sudah lebih dari cukup. Insyallah tahun depan sudah bisa kita mulai program S3 Ilmu Hukum,” pungkasnya.


UMJ Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengukuhkan dua Guru Besar baru,  yaitu Prof. Dr. Dra. Andriyani, M.Ag, M.KM., dan Prof. Dr. Gofur Ahmad, S.T, M.M. Acara pengukuhan digelar di Auditorium dr. Syafri Guricci, Selasa (22/08/2023).

Baca juga : Guru Besar UMJ Ciptakan Inovasi Human Big Data

Prof. Dr. Dra. Andriyani, M.Ag., diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Islam berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 37256/M/07/2023 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen. Andriyani merupakan Guru Besar urutan ke-31 di tahun 2023 dengan angka kredit sebesar 850.

Sementara itu, Prof. Dr. Gofur Ahmad, ST. MM., diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 19384/MPK.A/KP.05.01/2022 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen. Gofur menerima SK pada Maret 2022 dengan perolehan angka kredit sebesar 854.

Dalam acara pengukuhan ini,  Prof. Andriyani menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Tasawuf, Kesehatan Spiritual, dan Pendidikan Agama: Refleksi Terhadap Pengalaman Diskursus Tasawuf dan Fiqih dalam Penggalan Sejarah Umat Islam Indonesia”. Sedangkan Prof. Gofur menyampaikan orasi ilmiah tentang “Human Intelligence Management: Human Challenge“.

Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan ungkapan rasa bangganya pada kedua Guru Besar ini. Ma’mun juga mengungkap  keistimewaan pengukuhan kali ini karena kedua Guru Besar baru ini merupakan kakak-beradik.

Selanjutnya Ma’mun mengatakan bahwa gelar Guru Besar merupakan hal yang lazim bagi seorang dosen, sebagai bagian dari rangkaian jabatan fungsional setelah Lektor Kepala. Artinya, gelar Guru Besar hanya bisa dimiliki oleh seorang dosen. Oleh sebab itu, selain gelar Doktor Honoris Causa,  Ma’mun tegas menyatakan tidak akan memberikan gelar Guru Besar Kehormatan.

“Nalar saya tidak memahami kebijakan pemberian gelar Profesor Kehormatan. InsyaAllah, selama saya jadi Rektor, saya tidak akan menerbitkan gelar profesor kehormatan. Bagi saya ini hal prinsip yang akan mencederai akal sehat. Semestinya kebijakan ini tidak ada,” tegas Ma’mun.

Senat UMJ, Rektor UMJ, Guru Besar tamu dari Universitas Hasanuddin Makassar Prof. Sukri Palutturi, SKM. M.Sc, PH. Ph.D., bersama Prof. Gofur Ahmad, ST., MM., dan Prof. Andriyani, M.Ag., M.KM., seusai pengukuhan di Auditorium dr. Syafri Guricci, Selasa (22/08/2023).

Pada kesempatan itu juga Ma’mun mengungkapkan rasa bangga atas kelahiran dua Guru Besar UMJ, setelah beberapa bulan lalu UMJ baru saja mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan. Menurutnya, ini merupakan prestasi bagi UMJ sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang merupakan lembaga pendidikan yang mandiri.

“Saat ini kebijakan Pemerintah masih sangat diskriminatif. Ada pembeda yang jelas dan tegas antara PTN dan PTS. Kebijakan terakhir, PTN boleh menerima mahasiswa sebanyak mungkin, seolah pemerintah menganggap PTS tidak penting. Padahal jumlah PTS 90% dari seluruh PT di Indonesia,  sedangkan PTN hanya 10% saja. Bayangkan apabila yang 90% ini tutup berjamaah, Pemerintah mau apa?” tutur Ma’mun.

Ma’mun berharap ke depannya nanti Indonesia akan memiliki pemimpin dan menteri yang dapat mengubah kebijakan-kebijakan paradoks sebagaimana yang dijelaskannya.

Pernyataan Ma’mun terkait kebijakan pemberian gelar Guru Besar Kehormatan ditanggapi oleh Ketua Badan pembina Harian UMJ, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Menurutnya, UMJ adalah salah satu perguruan tinggi yang selektif memberikan gelar kehormatan. Diketahui sampai pada usianya yang hampir menginjak 68 tahun ini, UMJ baru memberikan gelar Doktor Honoris Causa pada dua orang, yaitu Ir. Soekarno dan Ustaz Adi Hidayat.

Mu’ti juga mengomentari orasi ilmiah Prof. Gofur yang membahas tentang big data. “Muhammadiyah yang dianggap modern ini belum memiliki data valid tentang jumlah anggota. Tentu saja soal big data menjadi masalah serius di Muhammadiyah. Apa yang baru disampaikan Prof. Gofur telah memperkuat yang ditulis para ahli tentang big data. Hal ini penting bagi Muhammadiyah agar bisa lebih baik menggerakkan umat dalam membangun masyarakat Indonesia yang berkemajuan. Maka kami mendukung Prof. Gofur,” ujar Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., memaparkan bahwa tingkatan dalam jabatan akademik mempengaruhi kepentingan institusi. Oleh karenanya, setiap dosen seharusnya dapat menjadi Guru Besar.

“Di dalam proses akreditasi, yang dilihat adalah tingkatan Rektor ke atas. Saya berharap pak Rektor dapat mendorong para dosen UMJ untuk menaikan jabatan akademiknya hingga tingkat Guru Besar. UMJ memiliki skor 360 ke atas. InsyaAllah dalam waktu dekat UMJ akan submit ke BAN-PT untuk proses menjadi universitas unggul,” tutur Toni.

Toni juga memberi apresiasi atas kinerja Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., karena UMJ telah melahirkan Guru Besar yang membanggakan. Ia juga menyarankan Rektor UMJ untuk membuat forum Guru Besar. Nantinya para Guru Besar ini akan memberikan motivasi kepada para dosen untuk lebih semangat menempuh akselerasi Guru Besar.

“Kami sangat yakin UMJ mampu menjadi inspirasi untuk Perguruan Tinggi lainnya dan menjadi teladan Jakarta untuk Indonesia,” tutup Toni.

Pengukuhan Guru Besar dihadiri oleh Senat UMJ, Ketua Badan Pembina Harian UMJ Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Ketua Senat UMJ Prof. Dr. Masyitoh, M.Ag., para Wakil Rektor, Dekan dan para Wakil Dekan di lingkungan UMJ, Ketua LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Jamhari Makruf, MA., Guru Besar tamu dari Universitas Hasanuddin Makassar Prof. Sukri Palutturi, SKM. M.Sc, PH. Ph.D, serta keluarga dan kerabat kedua Guru Besar yang dikukuhkan.

Editor : Tria Patrianti


6

Akhir Juli 2023 UNJA Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Siapa Saja?


MENDALO,- Universitas Jambi (UNJA) akan melaksanakan pengukuhkan 7 Guru Besar baru pada 27 Juli 2023 di Gedung Balairung Pinang Masak, UNJA Mendalo. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Senat UNJA.

Tambahan 7 Guru Besar baru tersebut membuat UNJA kini memiliki 43 Guru Besar aktif. Rinciannya ialah 5 Guru Besar yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta 2 Guru Besar yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

  • Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si. (bidang Ilmu Pendidikan Matematika);
  • Dekan FEB, Prof. Dr. Junaidi. S.E., M.Si. (bidang Ilmu Kependudukan dan Ketenagakerjaan);
  • Wadek III FEB, Prof. Dr. Shofia Amin, S.E., M.Si. (bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia);
  • Kaprodi PGPAUD FKIP, Prof. Dr. Drs. Hendra Sofyan, M.Si. (bidang ilmu Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini);
  • Sekretaris Prodi Doktor Kependidikan, Prof. Urip Sulistiyo, S.Pd., M.Ed., Ph.D. (bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris);
  • Dr. Drs. H. Firman, M.Si. (bidang Ilmu Manajemen Pendidikan);
  • Dr. Dra. Muazza, M.Si. (bidang ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia).

Nantinya, setiap Guru Besar yang dikukuhkan akan melakukan orasi ilmiah sesuai bidang ilmu masing-masing di hadapan seluruh anggota Senat dan undangan yang hadir.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Post Views: 2,216



Kukuhkan 1.242 Lulusan Baru 2022/2023, Esa unggul Gelar Wisuda

Wisuda mahasiswa Esa Unggul untuk periode 2022/2023 di Grand Ballroom Pullman

Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul kembali menggelar wisuda bagi 1.242 mahasiswa untuk periode 2022/2023 di Grand Ballroom Pullman yang berlangsung dari tgl 30 sd 31 mei 2023. Para wisudawan kali ini merupakan lulusan Program Diploma, Sarjana, Profesi serta Pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2022/2023.

Pengukuhan wisuda dilaksanakan secara eksklusif oleh Dr. Ir. Arief Kusuma A.P., ST., MBA., IPU, ASEAN Eng. selaku Rektor Universitas Esa Unggul selama dua hari Rektor mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya bagi orang tua dan keluarga atas kesabaran dan pengertiannya mendukung para wisudawan dan wisudawati selama menuntut ilmu di UEU.

“Saya meminta kepada kalian agar berdiri menghadap ke belakang dan lambaikan tangan kalian kepada orang tua kalian,” ujarnya.

Arief Kusuma mengingatkan para wisudawan untuk terus berusaha mempertahankan serta menaikkan nama baik dan reputasi UEU setelah mereka dikukuhkan dan menjadi alumni UEU.

Upaya menaikkan reputasi universitas bukan hanya sebagai kewajiban institusi tapi juga memerlukan dorongan dan kerja sama dengan para alumni.

“Teruslah berkarya sebaik-baiknya setelah kalian diwisuda karena dengan berkarya di bidang apapun yang kalian kuasai, kalian bisa berprestasi setinggi-tingginya dan karya kalian akan beguna bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Jawa timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc selaku Alumni menghadiri acara ini

Pada kesempatan ini Hadir Wakil Gubernur Jawa timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc kehadiran wagub jatim yang merupakan alumni dari Universitas Esa Unggul ini menyampaikan dalam orasi ilmiahnya anak anak muda para fresh graduated akan menghadapi para pekerja bukan di dominasi oleh pegawai tetap tetapi akan di isi oleh para freelance, kita harus punya kemerdekaan dalam berkarier, Merdekakan potensi karier kita, sekarang kuncinya kita sudah punya ijazah yang kredibel maka kedepannya kitalah yang membawa nama baik almamater ada di pundak kita sebagai almamater. Wisuda ini adalah sebuah awal bukan merupakan akhir bagi perjalanan hidup kita tutupnya.

Hadir juga sebagai tamu VIP Walikota Tegal Dedi Yon Supriyono,SE,MM yang mendampingi Istri sebagai wisudawan Universitas Esa Unggul.

Sementara itu Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M. selaku Ketua Panitia Wisuda UEU bersyukur, prosesi wisuda berjalan khidmat, baik dan lancar. secara umum pelaksanaan berjalan lancar dan lebih cepat selesai. Pada wisuda ini protokoler jauh lebih baik dan ada rasa kemegahan dan rasa lebih haru katanya.
Prosesi wisuda Universitas Esa Unggul di siarkan langsung 2 hari lewat kanal utube resmi Universitas Esa Unggul.

REKTOR UHN IGB SUGRIWA KUKUHKAN DUA GURU BESAR PADA KEGIATAN DIES NATALIS 3

BANGLI, UHN SUGRIWA – Bertempat di Kampus Jln.Nusantara Kubu, Bangli, Universitas Hindu Negeri UHN IGB Sugriwa Denpasar menggelar Rapat Senat Terbuka, Kamis (25/5/2023). Rapat Senat dalam rangka Dies Natalis ke-3 diisi dengan agenda Pengukuhan dua guru besar.

Adapun guru besar yang dikukuhkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 024970 / B.II/3/2022 yakni: Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd, NIP 195808201987032002/2420085801 Profesor / Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Agama Hindu, dengan angka kredit sebesar 900 kumulatif dan Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag, NIP 198201112006041004/2411018201 Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Agama Hindu dengan angka kredit sebesar kumulatif 940 sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor: 024987 / B.II / 3/2022 kumulatif yang ditetapkan di Jakarta Tanggal 16 Agustus 2022 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pengukuhan yang ditandai dengan pengenaan kalung Jabatan Guru Besar secara langsung dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana., M.Si. Pidato Orasi Ilmiah Guru Besar oleh Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani., M.Pd dengan judul Harmonisasi Transformasi Pendidikan Berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana, sementara Pidato Orasi Ilmiah dengan judul Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu : Sustainable Development Goals ( SDGs) dan Pendidikan Berkualitas disampaikan oleh Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag.,M.Ag.

Rektor pada kesempatan itu mengucapkan selamat kepada kedua guru besar yang baru dikukuhkan. Diharapkan ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya. (nia)