Tag: Media

FIP UNWAHA bersama MABU Jombang mengadakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Canva dan Digitalisasi Administrasi Guru

Kemajuan Teknologi dan Informasi di Era Industri 4.0 dan Era Society 5.0 yang semakin berkembang pesat sangat mempengaruhi berbagai bidang kehidupan termasuk di dunia pendidikan. Sehingga hal ini menuntut civitas akademika FIP untuk lebih cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam pembelajaran. Sebagai bentuk implementasi kerjasama dengan sekolah, FIP Unwaha Jombang bersama dengan Madrasah Aliyah Bahrul Ulum (MABU) Jombang pada Senin, 18 Desember 2023 mengadakan Workshop dengan tema “Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Canva dan Digitalisasi Administrasi Guru “.

Pada kesempatan tersebut hadir tiga pemateri yang ekspert pada bidangnya masing-masing, yakni Bapak Mashuda, S.Pd., M.Si., Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan Aji Massani.  Acara tersebut dibuka langsung oleh dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Bapak M. Farid Nasrulloh, M.Pd. Pada sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pendidik seharusnya melek teknologi baik di tingkat Pendidikan Tinggi maupun di sekolah, karena Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan telah banyak memberikan inovasi-inovasi terbaru untuk menunjang optimalisasi proses pembelajaran di kelas.

Bapak Aji Massani pada kesempatan tersebut menyampaikan materi terkait Digitalisasi Administrasi Guru yang dapat memberikan kemudahan dan mempercepat kerja guru. M. Qoyum Zuhriawan menyampaikan materi penggunaan Canva dalam pembelajaran. Sedangkan pemateri ketiga Bapak Mashuda menyampaikan penggunaan quizziz dalam pemberian penilaian hasil belajar siswa. Dengan adanya pelaksanaan workshop ini Bapak/Ibu peserta semakin semangat menggunakan tekonologi dalam pembelajaran. Harapannya ke depan semakin sering diadakan pelaksanaan workshop atau pelatihan sebagai bentuk simbiosis mutualisme antara Perguruan Tinggi dengan Sekolah/Madrasah.

Dosen dan Mahasiswa PBSI FIP UMJ Mengisi Acara Festival Bahasa dan Sastra Media Indonesia


3

Dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (PBSI FIP UMJ) turut serta mengisi acara Festival Bahasa dan Sastra 2023. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Media Indonesia dalam rangka memperingati bulan bahasa yang berlangsung sejak 26-27 Oktober 2023, di Panggung Festival Bahasa & Sastra 2023, Kantor Media Indonesia.

Baca juga : FIP UMJ Gelar Workshop Bagi Guru Muhammadiyah di Kab. Wonosobo

Dalam kesempatan ini, Dosen Program Studi PBSI FIP UMJ Khaerunnisa, M.Pd., mengatakan persepsi skeptis masyarakat pada umumnya bahwa program studi PBSI atau sastra Indonesia kurang diminati. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kebermanfaat Sastra Indonesia, padahal prodi PBSI memiliki peluang lapangan pekerjaan yang sangat besar. Misalnya saja marketing ketika menawarkan barang atau jasa, jika tidak memiliki kemampuan berbahasa atau mengolah diksi yang tepat dan baik tentu akan merasa kesulitan. “Semua aktivitas memerlukan bahasa dan itu yang harus dipelajari lebih lanjut,” ungkap Khaerunnisa.

Gelaran festival bahasa dan sastra bertajuk “Menyongsong Indonesia Emas 2045 Lewat Sastra” juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Ketua Program Studi PBSI Universitas Negri Jakarta, Dr. Siti Ansoriyah, M.Pd., dan Ketua Program Studi PBSI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), M. Umar Muslim, S.S., M.A., Ph.D.

Pada kesempatan yang sama, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FIP UMJ turut menampilkan karya sastra berupa pembacaan puisi. Kelima mahasiswa tersebut diantaranya Muhammad Faisal Ahwan, Randu Satya Kriswinarta, Prananda Hafizh Wibowo, Ali Yassin Akillah, dan Muhammad Ilyas.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FIP UMJ Muhammad Ilyas saat membaca puisi di di Panggung Festival Bahasa & Sastra 2023, Kantor Media Indonesia, Kamis (26/10/2023).

“Awalnya gerogi apalagi ditonton sama orang-orang hebat. Tetapi kami berusaha menampilkan yang terbaik semaksimal mungkin,” ujar Ilyas saat diwawancarai. “Saya berharap anak muda di masa sekarang ini bisa lebih mengenali sastra Indonesia dan menghasilkan karya-karya sastra lainnya,” sambung Ilyas.

Menanggapi hal tersebut, Khaerunnisa mengatakan penampilan mahasiswa PBSI FIP UMJ tersebut mendapatkan respon positif dan perlu diapresiasi “ini merupakan penampilan perdana bagi mahasiswa, saya berharap rekan-rekan mahasiswa tetap semangat mengasah kreativitas dan saling berbagi dengan kampus lain agar sama-sama belajar,” tutur Khaerunnisa.

“Tidak boleh patah semangat. Kalaupun kalah dalam pertandingan itu adalah hal yang lumrah, tetapi bangkit dan mencoba kembali itu yang luar biasa,” sambung Khaerunnisa.

Gelaran festival ini menyajikan berbagai macam karya sastra seperti pembacaan puisi, monolog, cerpen dan penampilan karya anak bangsa. Selain penampilan karya sastra, gelaran ini juga menyediakan berbagai jenis buku karya penulis ternama salah satunya putu wijaya dan sastrawan lainnya yang dapat dibeli.

Turur Hadir Pemimpin Redaksi Media Indonesa, Ade Alawi, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek, Aminudin Aziz, dan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando.

Editor : Dian Fauzalia

Inovasi Mahasiswa Pendidikan Fisika UNJA: Ciptakan Media Augmanted Reality untuk Siswa Disabilitas

dan Taman Pustaka untuk Remaja Sungai Dungun

JAMBI,- Tim mahasiswa Pendidikan Fisikan FKIP Universitas Jambi (UNJA) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-PM) bidang Pengabdian Masyarakat, melaksanakan kegiatan pengabdian di SLB Kuala Tungkal dan Desa Sungai Dungun pada 1 Agustus 2023.

Mereka mengangkat 2 judul pengabdian, pertama “Pop-up Book: Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Augmanted Reality dan Audiovisual untuk Kesehatan Mental Siswa Disabilitas”, dan yang kedua “Program Peningkatan Kemampuan Literasi melalui Taman Pustaka sebagai Upaya dalam Meningkatkan Motivasi Remaja Desa Sungai Dungun untuk Melanjutkan Pendidikan”.

Tujuan kegiatan itu sendiri ialah untuk meningkatkan kesehatan mental siswa disabilitas di SLB Kuala Tungkal melalui inovasi media pembelajaran.

Tim mahasiswa tersebut terdiri dari 2 tim, Tim 1 beranggotakan Wina Tiodora Br Sinuraya, Sutri, Qistimahami, Muhammad Musyaddad, dan Dwi Febriyanti, serta didampingi Dosen Pembimbing, Haerul Pathoni, S.Pd., M.Pfis. Tim 2 beranggotakan Nisaul Afifah, Muhammad Musyaddad, Reva Dwi Kiranti, Rindy Puspita, dan Mely Chalvina Harahap, dengan dosen pembimbing Dian Pertiwi Rasmi, S.Pd., M.Pd.

Musyaddad selaku perwakilan kedua tim menyampaikan motivasi timnya dan harapan mereka terhadap pengabdian yang dilakukan.

“Motivasi kami ingin mencapai tahap Pimnas, dimulai dari koordinasi dan kerja sama dengan kepala sekolah dan mempersiapkan media. Harapan kedepannya dapat melakukan pembinaan dan memberikan kesadaran kepada peserta didik tentang pentingnya kesehatan mental,” ujarnya

“Untuk satu tim lagi, kami berharap dapat meningkatkan motivasi remaja desa Sungai Dungun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat,” jelasnya.

Haerul Pathoni, S.Pd., M.PFis. selaku dosen pembimbing dan Kaprodi Pendidikan Fisika berharap apa yang dilakukan para mahasiswanya bisa menjadi awal yang positif untuk mengenal lebih jauh teknologi dalam pendidikan.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur mahasiswa Pendidikan Fisika bisa mendapatkan hibah PKM-PM tentang pembuatan Pop-up Book berbasis teknologi Augmented Reality dan Audiovisual, serta Taman Pustaka. Semoga ini menjadi awal positif bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang teknologi dalam pendidikan dan mengenal kondisi masyarakat persekolahan,” ucapnya.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Post Views: 93


KONSEP SINGKAT, HASIL MEMIKAT, TIM PENGABDIAN UHN SUGRIWA MENYULAP BARANG BEKAS MENJADI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA DAN AKSARA BALI

BANGLI, UHN SUGRIWA – Mengusung misi barang bekas tak berbekas, sekaligus membawa pesan bumi lestari dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, tim pengabdian UHN Sugriwa menyulap barang bekas menjadi media pembelajaran bahasa dan aksara Bali.

Mahasiswa semester IV Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar berkolaborasi dengan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengadakan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 2 Kawan, Senin (5/6/2023). Mahasiswa yang terdiri dari 14 orang ini memberi penguatan bahasa dan aksara Bali pada siswa menggunakan media pembelajaran yang terbuat dari barang bekas. Persiapan telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Kardus bekas, pipet bekas, kertas bekas, bungkus makanan ringan, dan barang bekas lainnya berhasil disulap menjadi media pembelajaran yang menarik. Diramu dengan metode yang asyik dan menyenangkan, konsep sederhana dan singkat itu berhasil memikat perhatian. Siswa belajar bahasa dan aksara Bali dengan suka cita.

Kepala sekolah, I Gusti Made Suardana,S.Pd.SD juga menyambut baik kedatangan tim pengabdian dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Beliau berharap kedatangan tim pengabdian berdampak positif bagi siswa, terutama terkait pembelajaran bahasa Bali, mengingat di sekolah tersebut saat ini belum ada pengajar berlatar belakang pendidikan bahasa Bali. Siswa SD Negeri 2 Kawan sendiri begitu antusias, terbukti dari banyaknya siswa yang secara langsung meminta pada tim untuk datang kembali.

Tim pengabdian berharap konsep kegiatan ini dapat memberi kontribusi positif, tidak hanya untuk pelestarian bahasa dan aksara Bali di kalangan generasi muda, tetapi juga sebagai salah satu langkah penyelamatan bumi dengan pemanfaatan barang bekas.
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semoga bahasa, aksara, dan sastra Bali semakin mendunia. (nas).

.


Pusdok-Humas-Uhnsugriwa
#uhnsugriwa

Media Korea Selatan Hadapi Tantangan karena Akses Digital Semakin Dominan

Media Korea Selatan Hadapi Tantangan karena Akses Digital Semakin Dominan massa di Korea Selatan menghadapi tantangan perubahan karena publik tidak lagi hanya mengakses saluran media konvensional seperti penyiaran, surat kabar dan radio untuk mendapatkan berita. Publik di Korea Selatan juga menggunakan saluran digital yang unik yakni portal berita melalui platform digital.

Adanya perubahan kebiasaan akses publik terhadap media ini diutarakan Prof. Seongcheol Kim dari School of Media and Communication, Korea University kepada Dr. Asep Setiawan, dosen Program Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam wawancara khusus di Seoul, hari Kamis (25/5).

“Masyarakat Korea Selatan banyak yang mengakses portal berita seperti Naver, Google dan Kakao dalam mendapatkan berita. Portal ini merupakan agregrasi berita dari berbagai sumber berita dan ini merupakan salah satu keunikan di Korea,” jelas Prof Seongcheol. Naver adalah portal berita utama berbahasa Korea mirip Google yang berdiri 1999. Selain itu juga terdapat Google berbahasa Korea menjadi portal berita utama disamping Kakao yang berdiri tahun 2010.

Asep Setiawan yang juga anggota Dewan Pers menyoroti masa depan media massa di Korea Selatan dalam kunjungan ke kampus Korea University di Seoul. Hadirnya portal berita digital inilah yang menyebabkan publik tidak lagi banyak memaanfaatkan penyiaran televisi publik. Namun media massa swasta di bidang penyiaran melakukan inovasi lebih aktif dalam programnya dibandingkan media yang didanai publik. Oleh karena itu sebagian masyarakat di Korea Selatan tidak lagi mengandalkan media penyiaran publik meski dananya sudah tersedia dari anggaran pemerintah.

Media Massa di Korsel

Di Korea Selatan terdapat beberapa media penyiaran utama. Korean Broadcasting System (KBS) memulai siaran TV pada tahun 1961. Namun, mereka pertama kali menyiarkan sinyal radio pada tahun 1927. Mereka sekarang menjadi layanan penyiaran layanan publik dan melayani Korea Selatan sebagai sumber berita.

Selain itu terdapat Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) yang merupakan perusahaan penyiaran publik. Didirikan pada tahun 1961, perusahaan ini telah membentuk kerja sama internasional dan kemitraan dengan perusahaan penyiaran di seluruh dunia. MBC memproduksi program-program yang menginformasikan dan menghibur penonton Korea.

Selain KBS dan MBC terdapat pula apa yang disebut Seoul Broadcasting System (SBS). SBS adalah perusahaan jaringan televisi dan radio nasional Korea Selatan yang dimiliki oleh Taeyoung Chaebol. Mereka menyediakan konten yang berkaitan dengan K-drama, olahraga, berita, dan berbagai program.

Dan di Korea juga terdapat EBS adalah singkatan dari Educational Broadcasting System. Ini adalah penyiar publik pendidikan Korea Selatan dan jaringan radio yang mencakup Korea Selatan. Didirikan pada tahun 1980-an dan menjadi perusahaan independen pada tahun 1990.

Sementara di Korea Selatan juga terdapat lima surat kabar utama yakni Chosun Ilbo, Joongang Ilbo, Donga Ilbo, Hankyoreh, dan Kyunghyang Shinmum. Seiring dengan pergeseran dunia ke era digital, banyak dari situs-situs ini telah membuat saluran bahasa Inggris dan halaman media sosial, dan beberapa bahkan memiliki saluran YouTube sendiri. Kantor Berita Yohnap juga hadir di Korea Selatan menjadi sumber berita masyarakat. Mereka mendistribusikan konten ke lebih dari 900 perusahaan di seluruh Korea Selatan dan mendistribusikan konten ke 83 kantor berita di lebih dari 70 negara.

Pendidikan wartawan

Sementara itu wartawan senior Korea Selatan Daesock Seong yang juga Presiden Persatuan Wartawan Korea (Association of Korean Journalists) dalam pertemuan terpisah di Seoul menjelaskan bahwa wartawan mendapatkan pendidikan khusus jurnalistik dari perusahaan dimana mereka bekerja. Di Korea Selatan, lembaga media baik swasta maupun negeri memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kompetensinya. Di Korea, setiap wartawan memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh perusahaan dimana mereka bekerja.

Menurut Daesock Seong, wartawan di Korea Selatan memiliki kebebasan dalam melakukan liputan setelah menempuh perjalanan panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan pers. Sekarang wartawan Korea Selatan mendapatkan dukungan masyarakat dalam menjalankan tugasnya sehingga dapat disebut langka mendapatkan ancaman dan intimidasi dari apparat, politisi atau pihak lainnya.

Menurut Korea Press Foundation, pada tahun 2020, terdapat sekitar 36.000 jurnalis yang secara aktif terlibat dalam organisasi berita di seluruh di seluruh negeri. Mereka ini tersebar di berbagai bentuk media, seperti media cetak, penyiaran, dan digital.

Editor : Tria Patrianti


14