Tag: Seni

PGPAUD UNJA Gelar Pertunjukan Seni “ORIGAMI” 2023

JAMBI,- Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Jambi (UNJA) sukses menyenggelenggarakan acara pertunjukan seni ORIGAMI yang bertemakan “Membentuk Mahasiswa PGPAUD yang Cekatan, Ceria, Kreatif Inovatif, dan Amanah” di Aula Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Jambi pada Sabtu (16/09/2023).

ORIGAMI (Olah Kreativitas Keluarga PGPAUD Menuju Insan yang Berdedikasi Tinggi) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh PGPAUD untuk menyambut mahasiswa baru serta menjalin hubungan silahturahmi antar mahasiswa PGPAUD. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang ada di Prodi PGPAUD.

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PG-PAUD. Tari Sekapur sirih menjadi tarian persembahan dalam pembukaan acara tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Uswatul Hasni, M.Pd. sebagai perwakilan dari Ketua Prodi PGAUD; Sri Indriani Harianja, M.Pd. selaku Pembina IMAPAUD; Arya Ramadhan selaku Ketua BEM FKIP; dan peserta lainnya yang juga turut hadir dalam acara ini.

Ketua BEM FKIP, Arya Ramadhan mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang dapat mengeratkan hubungan silaturahmi antar angkatan.

“Besar harapan saya kepada acara ini, semoga silaturahmi antar angkatan yang bergabung ke dalam prodi PGPAUD kedepannya menjadi wanita tangguh, wanita hebat, karena dari sinilah para pendidik dituntut agar bisa mendidik generasi bangsa dan seterusnya,” ungkap Ketua BEM FKIP.

Sementara Uswatul Hasni, M.Pd. selaku perwakilan dari Ketua Prodi PGPAUD dalam acara ini mengatakan bahwa mahasiswa baru diharapkan dapat mengikuti organisasi-organisasi yang ada di lingkungan UNJA yang mana akan bermanfaat bagi mahasiswa.

“Saya sangat harapkan untuk jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) ikutilah organisasi-organisasi yang ada karena itu akan sangat bermanfaat bagi adik-adik semua. Manfaatkanlah fasilitas dan sarana yang ada di Universitas kita ini untuk mengembangkan diri kalian,” tutur beliau

Acara berjalan dengan lancer dan dilanjutkan dengan penampilan kesenian serta bakat dari mahasiswa baru.

 Dimas Anugrah Adiyadmo / Juwita / HUMAS

Foto: Dara


Post Views: 13


PENUTUPAN KKN MODERASI BERAGAMA DI TANA TORAJA, MAHASISWA HASILKAN PRODUK KULINER DAN SENI

TANA TORAJA, UHN SUGRIWA – Penutupan Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKNMB) diselenggarakannya beberapa kegiatan lomba – lomba untuk peserta KKN Nusantara Moderasi Beragama. Kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu (26/8/2023) di Taman Moderasi Agama Institut Agama Islam Negeri Pare-pare. Beberapa agenda perlombaan yaitu videografi, video tik tok, dan poster mini riset yang diikuti perorangan maupun kelompok. Dilanjutkan pada agenda malam hari dilaksanakan kegiatan expo hasil KKN 45 hari yang dinilai oleh panitia. Rekapitulasi nilai tersebut menjadi produk expo terbaik.

Delegasi UHN Sugriwa terbagi pada tiga posko berbeda. Salah satunya posko 8 yaitu berada di Kelurahan Rembon yang menghasilkan produk Kripik Kopi (Toraja Coffee Chips). Ide ini mucul karena dari banyaknya pabrik, sebagian merupakan produk kopi rumahan kecil yang ada di Kelurahan Rembon. Selain itu, ide Kripik Kopi itu terbilang baru, sehingga dapat menarik banyak peminat untuk mencoba cita rasa Kopi Toraja yang mendunia dari hidangan Kripik Kopi. “Kami meracik dan meramu dari awal hingga pengemasan dan pembuatan logonya pun kami pikirkan dan desain dengan matang,” ucap Cindy.

Selanjutnya Posko 9 berada di kelurahan Talion menghasilkan produk Abon dari bonggol pisang. Hal ini termotivasi karena salah satu makanan khas di daerah Talion, yaitu piong burak yang berbahan dasar batang pisang. Berdasarkan observasi yang dilakukan setelah kegiatan posyandu lansia, kelompok melihat banyaknya keluhan dari para lansia yang memiliki penyakit diabetes, hipertensi dan lainnya, namun fasilitas kesehatan terbatas. “Sehingga kami merasa perlu adanya sesuatu yang dapat meminimalisir hal itu, namun dengan tetap memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada pada daerah tersebut. Sehingga abon bonggol pisang menjadi pilihan produk inovasi kami mengingat bahwa bonggol pisang mengandung banyak manfaat untuk kesehatan serta dapat dikemas secara simpel dan tahan lama,” ungkap Ariraswari. “Dan tentu makanan ini akan dikonsumsi untuk semua umat beragama. Sehingga hal ini mendapat komentar dari salah satu penilai bahwa makanan ini bagus dan menjadi makanan moderasi,” imbuhnya.

Posko 21 menghasilkan produk setelah melakukan kolaborasi bersama siswa – siswa SMA 6 Tana Toraja dengan membuat karya seni berupa lukisan yang berbahan dari bahan – bahan bekas, seperti bulu ayam, kulit pisang, daun pisang, dan serbuk kayu. “Dengan demikian kami harap dapat mengurangi limbah – limbah yang tidak digunakan. Untuk bisa dijadikan hiasan atau karya seni yang bernilai jual tinggi,” ujar Hadi Suseno.

Berdasaekan rekapitulasi nilai, diputuskan bahwa posko 8 sebagai salah satu Expo terbaik dengan mendapatkan juara terbaik 3. Cindy dari Posko 8 mengaku pencapaian di luar perkiraan karena poskonya murni menghasilkan produk expo tersebut dengan tujuan mengenalkan ide kuliner baru dan bukan untuk mengharapkan agar muncul sebagai juara di expo. Ternyata ide kelompoknya mendapat perhatian yang baik. “Dengan ilmu serta pengalaman yang saya dapatkan ini akan saya sharing kepada masyarakat yang memiliki tumbuhan kopi di Bali agar bisa diolah menjadi keripik kopi. Hal ini akan menjadi ide kuliner baru untuk dinikmati dan bisa menjadi produk jualan yang bisa menambah pendapatan perekonomian,” ujarnya.

Secara umum, delegasi UHN Sugriwa yang mendapatkan kesempatan untuk KKN di Tana Toraja merasa sangat berterima kasih dan bersyukur luar biasa. Selama KKN mahasiswa bisa berkolaborasi dengan banyak perguruan tinggi sehingga menambah relasi. (nas/sas)
@kkntanatoraja_uhnigbs

.
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa
#uhnsugriwa

Dosen Fotografi Esa Unggul Menjadi Orang Pertama Peraih Doktor Seni Bidang Fotografi Penyandang Disabilitas

Esaunggul.ac.id, Dosen Fotografi Universitas Esa Unggul Jakarta , bernama Muhammad Fauzi yang merupakan Penyandang disabilitas rungu sekaligus Mahasiswa Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta telah menamatkan pendidikan S3 dengan nilai memuaskan.

Dalam gelar karya dan sidang terbuka yang dilaksanakan Senin, 12 Juni 2023 di Teater besar ISI Surakarta. Azi sapaan akrabnya berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan 9 penguji, yakni Prof. Dr. Bambang Sunarto, Dr. Zulkarnain Mistortoyfi, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, Dr. Sri Hesti Heriwati, Prof. Dr. Sunarmi, Prof. Dr. Guntur, Dr. Prayanto Widyo Harsanto, H. Anies Rasyid Baswedan dan Dr. Eko Supriyanto.

Ujian terbuka karya seni promosi doktor

Meski dalam kondisi keterbatasan ia memiliki semangat luar biasa dalam menempuh pendidikannya juga meraih cita-citanya sebagai Doktor.  Dengan gelar yang didapat sekarang, Dosen Fotografi Esa Unggul ini merupakan orang pertama peraih Doktor Seni Bidang Fotografi penyandang disabilitas.  Atas pencapaiannya tersebut Fauzi mendapat gelar Rekor MURI.

Dalam laporannya Rektor ISI  Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum  sekaligus penguji Azi, juga menyatakan kebanggaannya Muhammad Fauzi dinyatakan lulus dengan cumlaude. “”Kami bangga, Muhammad Fauzi adalah salah satu penyandang difabel pertama yang lulus program doktor,” ungkap Sukerna.

Anies Baswedan yang menjadi salah satu penguji dalam ujian doktor mahasiswa Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta, dalam laporannya Anies mengapresiasi ISI Surakarta yang telah memberikan kesetaraan kesempatan kepada penyandang disabilitas seperti yang diberikan kepada Fauzi hingga bisa meraih prestasi sekaligus menghasilkan karya yang luar biasa.

Anies Baswedan yang menjadi salah satu penguji dalam ujian doktor

“Saya hadir di sini dengan adanya undangan sebagai penguji, ini merupakan sebuah kehormatan. Terima kasih kepada ISI Surakarta yang telah memberikan kesempatan kepada Doktor Fauzi. Ini menunjukkan kepada kita bahwa yang dibutuhkan penyandang disabilitas adalah kesetaraan kesempatan. Sebab ketika ada, maka mereka bisa berprestasi dan menghasilkan karya yang luar biasa,” ujar Anies.

Sementara dalam ungkapnnya Azi menuturkan sangat luar biasa dan bangga atas pencapaian ini untuk masyarakat disabilitas rungu Indonesia. Ini adalah titik awal menuju Indonesia yg setara bagi disabilitas dalam segala aspek.  Dimulai dari filosofi esa unggul yg unggul  untuk menjadi pertama dan garda terdepan bagi bangsa Indonesia dalam memanusiakan manusia.

“Saya sangat terhormat diberi kepercayaan mengajar di Esa Unggul sehingga menjadi motivasi hebat bagi saya utk berkarya dan terus berinovasi. 12 Juni 2023 adalah dimana hari bersejarah bagi masyarakat disabilitas Rungu Indonesia dalam pencapaian keseteraan hak belajar ke jenjang yang tertinggi ”ungkapnya.

Dengan pencapaian ini kami segenap civitas esa unggul mengucapkan atas keberhasilannya, semoga sukses dan ilmunya dapat diterapkan di masyarakat terutama penyandang disabilitas.

Fauzi mendapat gelar Rekor MURI pertama peraih Doktor Seni Bidang Fotografi penyandang disabilitas