Tag: Teknologi

Tim Mahasiswa FST UNJA Wujudkan Desa Aur Gading Sebagai Desa Anti-Banjir Dengan Teknologi Biopori

JAMBI,- Tim Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) angkatan 2021 melaksanakan kegiatan Program Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (P2M2) yaitu Membangun Desa Anti-Banjir Dengan Revitalisasi Teknologi Biopori di Desa Aur Gading, Kec. Batin XXIV, Kab. Batanghari.

Tim ini teridiri dari Wahyu Kodarta, Rahul Fikhranza, Martali Uli Pasaribu, dan Reza Hotna Uli Pane. Adapun latar belakang dari kegiatan P2M2 Ini yaitu tim mahasiswa menyadari masalah banjir yang terjadi di Desa Aur Gading membutuhkan penanganan yang mendesak dan harus segera diatasi, banjir dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas, diantaranya banjir mengancam keselamatan penduduk Desa Aur Gading.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka tim mahasiswa melakukan pengabdian yaitu “Membangun Desa Anti-Banjir dengan Revitalisasi Teknologi Biopori: Solusi Teknologi Sederhana Berbasis Lingkungan Di Desa Aur Gading”.

Lubang resapan Biopori merupakan lubang vertikal yang masuk ke dalam tanah, dan fungsinya untuk meningkatkan permeabilitas air. Terbentuknya pori-pori biologis di dalam tanah akan secara langsung memperluas permukaan bidang, dan menutupi area dinding pori lubang.

Wahyu Kodarta selaku ketua tim menyampaikan harapan terhadap timnya kedepan tentang program P2M2 yang telah mereka jalani.

“Setelah berhasilnya program P2M2 mengatasi permasalah banjir di desa tersebut kedepannya kami berharap semoga Biopori bisa dikenal lebih banyak orang dan bisa dipakai secara meluas sebagai alternatif terbaik untuk mencegah banjir dan juga pemanfaatan pupuk kompos hasil Biopori,” ujarnya.

Ir. Edwin Permana, S.T., M.T., IPM., ASEAN ENG. Selaku dosen pendamping menyampaikan tujuan dari kegiatan P2M2 tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir banjir yang sering terjadi. Dalam prosesnya, mahasiswa memberikan contoh praktek pembuatan lubang Biopori yang benar. Hal yang harus dilakukan pertama kali dengan Bor tanah yang digunakan harus tegak lurus dengan tanah. Hal ini untuk memudahkan terbentuk lubang Biopori, jika terkendala tanah pada tempat yang akan dibuat lubang Biopori, agak sedikit keras misalnya, sebaiknya diberikan air secukupnya untuk memudahkan pembuatan lubang tersebut,” ungkapnya.

Edwin Permana juga menyampaikan bahwa program ini dijadikan projek lanjutan di Desa Aur Gading.

“Alhmdulillah setelah kita praktekkan di Desa Aur Gading tersebut, sangat terbukti untuk meminimalisir banjir yang di dijadikan contoh tempat praktek, alhamdulillah program ini akan dijadikan project lanjutan oleh kades di desa tersebut karena desa sangat terbantu dgn adanya program P2M2 ini,” tutupnya.

Silvia Yuliansari / Fara / HUMAS


Post Views: 138

Apa itu Inovasi Teknologi Nyamuk Wolbachia?

Nyamuk Wolbachia

Esaunggul.ac.id, Dalam beberapa hari terakhir ini marak informasi tentang pro kontra penggunaan inovasi teknologi nyamuk Wolbachia di Indonesia. Sebetulnya apa dan mengapa pengembangan teknologi nyamuk Wolbachia ini?
Berikut ini hasil perbincangan dengan Prof. Maksum Radji, pakar Mikrobiologi dan Bioteknologi dari Prodi Farmasi FIKES Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Mengawali perbincangan ini Prof Maksum menyampaikan bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di dunia termasuk di Indonesia. Pada tahun 2023, hingga awal November, telah dilaporkan lebih dari 4,5 juta kasus DBD dan lebih dari 4.000 kematian akibat demam berdarah di 80 negara di dunia.
Sedangkan di Indonesia menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tercapat sebanyak 68.996 kasus DBD hingga Oktober 2023, dengan jumlah kematian sebanyak 498 jiwa.

Lantas apa yang dimaksud dengan teknologi nyamuk Wolbachia?

Prof. Maksum menjelaskan bahwa Wolbachia adalah bakteri yang sangat umum dan terdapat secara alami pada 50 persen spesies serangga, termasuk beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung, dan kupu-kupu. Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Analisis risiko menunjukkan bahwa pelepasan nyamuk ber-Wolbachia menimbulkan risiko yang dapat diabaikan terhadap manusia dan lingkungan.

Wolbachia hidup di dalam sel serangga dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui telur serangga. Nyamuk Aedes aegypti biasanya tidak membawa Wolbachia, namun banyak nyamuk lainnya yang membawa Wolbachia.

“Metode penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui program Wolbachia ini diinisiasi oleh organisasi World Mosquito Program (WMP) yang telah digunakan di 14 negara sejak tahun 2011, termasuk di Indonesia”, tuturnya.

Bagaimana nyamuk Wolbachia bisa mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus Dengue?

Prof. Maksum menjelaskan bahwa bakteri ketika nyamuk Aedes aegypti membawa Wolbachia, bakteri tersebut bersaing dengan virus seperti virus demam berdarah Dengue, virus Zika, virus Chikungunya, dan virus demam kuning. Hal ini mempersulit virus untuk berkembang biak di dalam tubuh nyamuk. Sehingga kecil kemungkinan nyamuk menyebarkan virus dari orang ke orang.

“Artinya, ketika nyamuk Aedes aegypti membawa bakteri Wolbachia alami, penularan virus seperti demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning akan berkurang. Wolbachia yang ada di dalam tubuh nyamuk dapat menghambat replikasi virus Dengue atau virus lainnya. Pada nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama dari virus Dengue menyebabkan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia ini tidak dapat menularkan virus Dengue antar manusia melalui gigitannya”, jelasmya.

Tujuan utama proyek ini adalah untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), demam kuning, dan chikungunya, karena keberadaan bakteri Wolbachia dalam nyamuk mampu menghambat replikasi virus Dengue virus Zika dan virus Chikungunya.

“Teknologi nyamuk Wolbachia dilakukan dengan cara meletakkan telur nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia di lingkungan tempat tinggal masyarakat, dimana banyak berkembang populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penularan penyakit DBD. Telur nyamuk yang terdapat bakteri Wolbachia akan menetas menjadi nyamuk dewasa dan berkembang biak”, paparnya.

Prof. Maksum menambahkan bahwa jika nyamuk Aedes aegypti jantan yang memiliki bakteri Wolbachia kawin dengan Aedes aegypti betina lokal tanpa Wolbachia maka virus pada nyamuk betina akan terhambat replikasinya atau mati.
Disamping itu jika yang memiliki Wolbachia itu nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan liar yang tidak memiliki bakteria Wolbachia maka seluruh telurnya akan mengandung Wolbachia. Sehingga dalam beberapa siklus tertentu diharapkan tidak ada lagi berkembang virus Dengue dalam nyamuk Aedes aegypti karena adanya bakteri Wolbachia. Fenomena ini sangat menguntungkan mengingat bahwa hanya nyamuk betina saja yang menggigit dan menghisap darah manusia, sedangkan nyamuk yang jantan tidak.

“Dengan demikian pengembangan nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia ini bukanlah merupakan hasil rekayasi genetika dan bukan juga merupakan nyamuk transgenik, karena materi genetik nyamuk tidak diubah”, jelasnya.

Efektifitas Teknologi Nyamuk Wolbachia

Menutur Prof. Maksum pemanfaatan teknologi Wolbachia telah dilaksanakan di beberapa negara antara lain di Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, Singapura, dan Sri Lanka, dimana hasilnya terbukti efektif untuk pencegahan DBD.

Lebih lanjut Prof. Maksum menjelaskan bahwa di Indonesia program nyamuk pembawa bakteri Wolbachia ini pertama kali diteliti dan dikembangkan di Yogyakarta, bekerjasama dengan para peneliti dari UGM. Hasilnya, metode Wolbachia ini terbukti berhasil menurunkan 77% kasus DBD dan menurunkan risiko rawat inap di rumah sakit sebesar 86%.

Kemenkes juga telah mengevaluasi hasil penyebaran nyamuk di Yogyakarta dan menyatakan bahwa cukup bukti untuk memperluas manfaat teknologi nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachi guna melindungi jutaan orang di Indonesia dari DBD.

Menurut Kemenkes teknologi nyamuk pembawa Wolbachia melengkapi strategi pengendalian dan sudah masuk ke Stranas (Strategi Nasional). Melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/1341/2022 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Penanggulangan Dengue dengan Metode Wolbachia diimplementasikan di 5 kota lainnya yaitu Kota Semarang, Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang.
Sebelumnya uji coba penyebaran nyamuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022. Hasilnya, di lokasi yang telah disebar nyamuk ber-Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen, dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86%.

Prof. Maksum menambahkan bahwa hasil uji coba efektifitas penyebaran nyamuk yang terinfeksi Wolbachia untuk pengendalian demam berdarah telah dipublikasikan pada jurnal internasional yaitu The New England Journal of Medicine. Dengan melansir laman https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa2030243#article disebutkan bahwa introgresi bakteri Wolbachia ke dalam populasi nyamuk Aedes aegypti efektif dalam mengurangi kejadian gejala demam berdarah dan mengakibatkan lebih sedikit rawat inap karena demam berdarah di antara para penderita.
“Namun demikian, penggunaan nyamuk dengan Wolbachia ini, bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya masih tetap perlu dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik”, tuturnya.

Bagaimana dengan Pendapat masih adanya Keraguan dalam Penerapan Teknologi Nyamuk yang membawa Bakteri Wolbachia ini?

Prof. Maksum mengungkapkan bahwa secara ilmiah keberhasilan metode ini sudah jelas. Namun kontroversi yang muncul adalah karena kesimpang siuran informasi yang beredar di medsos, sehingga menimbulkan kehawatiran di masyarakat.
Khusus tentang kasus penundaan upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Denpasar, Bali telah dijelaskan oleh Kemenkes. Penundaan program di Denpasar, adalah dikarenakan adanya pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi Wolbachia. Kemenkes menyebutkan bahwa memang ada sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat yang cinta Bali bersikeras menunda sebelum semua pihak mendapatkan informasi dan kesiapan yang memadai. Kemenkes menyebutkan penolakan bukan kepada persoalan teknologinya yang telah terbukti efektif dan aman.

Adapun tentang kontroversi lainnya, antara lain yang menyebutkan bahwa teknologi nyamuk pembawa Wolbachia adalah hasil rekayasa genetika, atau mengandung gen LGBT, atau program depopulasi atau upaya untuk mengurangi populasi penduduk di negara tertentu, atau program untuk melacak seseorang dengan menanamkan microchip pada orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti pembawa bakteri Wolbachia, ataupun penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia dari udara melalui pesawat terbang, dan info disinformasi lainnya, merupakan info yang tidak tepat, mengingat bahwa program nyamuk pembawa bakteri Wolbachia ini bukan berdasarkan suatu teknologi yang berbasiskan rekayasa genetika, atau teknologi trangenik. Karena tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menurunkan penyebaran nyamuk Aedes aegypti pembawa virus Dengue. Sedangkan nyamuknya pun tetap alami, karena materi genetik nyamuk tidak diubah

“Namun demikian, bila penolakan tersebut dimaksudkan dalam rangka kehati-hatian dan guna antisipasi dampak jangka panjang yang ditimbulkannya dapat kita pertimbangkan dengan baik, sebab program ini melibatkan peran serta masyarakat”, pungkasnya mengahiri perbincangan ini.

Penerapan teknologi Wolbachia telah menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian DBD di Indonesia. Meskipun teknologi ini terbukti efektif, masyarakat tetap diminta untuk tetap melakukan gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

https://fikes.esaunggul.ac.id/

Universitas Bung Hatta Perkuat Kerjasama Dengan Universiti Teknologi Mara Malaysia

Universitas Bung Hata dan Universiti Teknologi Mara Malaysia kembali memperkuat dan memperbaharui naskah kerjasama antara kedua perguruan tinggi tersebut. Naskah kerja sama tersebut ditanda tangani oleh Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA dan Prof. TPr. Dr. Jamalunlali Abdullah, Penolong Naib Cancelor Kolej Alam Bina, UiTM di ruangan sidang Rektor Kampus 1 Universitas Bung Hatta, Ulak Karang (30/10/2023).

Ditempat dan waktu yang sama juga ditandatangi perjanjian kerjasama antara Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Prof. Dr. Ir. Nasfryzal Carlo, M.S.c. dengan Assoc Prof.Ts.Dr.Emma Marine Ahmad Zawawi, Dean ( Academik and International) College of Built Environment,UiTM.

Rektor UBH dalam sambutannya menyampaikan, bahwa antara kedua perguruan tinggi sudah lama bekerjasama dan saling menguatkan. Ia menyambut baik pembaharuan kerjasama dan memperkuat kedua perguruan tinggi. Disebutkan bahwa Universitas Bung Hatta terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk seluruh stakeholder sehingga dengan kerja sama ini dapat saling berkolaborasi antar kedua perguruan tinggi ini dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Sementara Prof. TPr. Dr. Jamalunlali Abdullah, UiTM dalam hantaran katanya, mengucapkan terima kasih yang telah menyambut ia dan rombongan kepada Universitas Bung Hatta. Disampaikan juga bahwa kerjasama yang ditanda tangani kedua belah pihak sangat terbuka dengan semua program studi atau fakultas yang ada di lingkungan Universitas Bung Hatta.

Dalam kesempatan itu juga, PIC kerjasama Fakuktas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta Desy Aryanti, ST.MA melaporkan bahwa sejak tahun 2017 telah banyak kegiatan yang dilakukan kedua belah pihak. Kedepannya kerjasama diperkuat dan beberapa kegiatan akan dilakukan antara lain Workshop student, Student mobility, Join studio (Architecture & Planology), Guest Lecture, Join Research + join publish article & book dan kegiatan akademik lainnya.

Hadir menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut Wakil Rektor II Dr. Elfiondri, S.S., M.Hum., Wakil Rektor III Dr. Hidayat, S.T.,M.T.,IPM., Kepala Bidang Kerjasama Temmy Thamrin, S.S., M.Hum., Ph.D, serta Ketua-Ketua Program Studi di lingkungan Fakuktas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta.

Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Perkuat Potensi Kolaborasi Dengan Balitbang Pemprov.Sumbar

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Eng. Reni Desmiarti, ST., MT. melakukan pertemuan yang sangat produktif dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Barat (Balitbang Provinsi Sumbar). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi dalam upaya peningkatan inovasi dan pengembangan teknologi di wilayah Sumatera Barat.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Balitbang Provinsi Sumbar dan dihadiri oleh Kepala Balitbang Sumatera Barat, Drs. Bustavidia, MM, Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan, Helmi Heriyanto, ST., M.Eng. dan dosen Fakultas Teknologi Industri Erda Rahmilaila Desfitri, ST., M.Eng., Ph.D. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Teknologi Industri (FTI) dalam memperkuat kerjasama dengan pihak pemerintah daerah guna mendukung pengembangan teknologi dan penelitian dalam pemanfaatan sumber daya lokal di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pertemuan tersebut, dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta menyampaikan beberapa inisiatif penelitian dan proyek inovasi yang tengah dikerjakan oleh FTI. Mereka juga menyoroti potensi kolaborasi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu contohnya adalah penelitian batu kapur yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Barat yang merupakan hasil kerjasama FTI-UBH, Balitbang dan ESDM pada tahun 2021.

Kepala Balitbang Provinsi Sumbar menyampaikan komitmen dan akan terus mendukung penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh FTI dalam berbagai sektor, terutama inovasi dan rekayasa teknologi yang sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, sambil memanfaatkan sumber daya lokal dan pengetahuan ahli di wilayah Sumatera Barat”, imbuh Dekan.(*IM)

Seminar Nasional FAPET UNJA; Dorong Inovasi Teknologi Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan

JAMBI,- Fakultas Peternakan (FAPET) Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan ‘Seminar Nasional V Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat’ dengan tema Inovasi Teknologi (Internal Based Technology) dalam Pengembangan Usaha Peternakan dan Perikanan yang Berkelanjutan. Acara dilaksanakan secara hibrida melalui Zoom Meeting dan luring di Hotel Golden Harvest Jambi pada Selasa (7/11/2023).

Seminar nasional ini dilatarbelakangi oleh semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini turut melahirkan perubahan ataupun pembaharuan di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang peternakan dan perikanan.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FAPET, Prof. Dr. Ir. Agus Budiansyah, M.S. dan dihadiri sejumlah dosen, mahasiswa, serta undangan lainnya.

Selain itu, acara ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Hardi Syafria, M.Si. (Guru Besar UNJA bidang Teknologi Pengolahan Hijauan); Prof. drh. Bambang Purwantara, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar IPB bidang Ilmu Reproduksi Ternak); Prof. Dr. Eng. Uju, S.Pi., M.Si. (Guru Besar IPB bidang Bioenergy dan Biomaterial); dan Intan Susanto, S.Pi. (Area Manager Regional 2 SUMBAGTENG PT. Aruna Jaya).

Ketua Pelaksana seminar, Ir. Wiwaha Anas Sumadja, M.Sc., Ph.D. mamaparkan laporan dari kegiatan ini.

“Pada hari ini terdapat sekitar 66 pemakalah baik online maupun offline dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya  dari IPB, UPI, UNTIRTA, STPK Matauli, UNJ, UNRI, dan UIN Suska Riau,” ucapnya.

Prof. Agus  mengatakan bahwa tema yang dibahas pada kegiatan tersebut sangat penting sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini.

“Acara dengan tema ini penting sekali buat kita karena memang saat ini kemajuan teknologi semakin pesat yaitu memberikan kita informasi yang cukup berharga untuk kita menemukan kegiatan, penelitian, serta kajian di bidang peternakan dan perikanan,” tutur beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber dan diskusi tanya jawab. Lalu dilanjutkan dengan sesi pemaparan makalah oleh peserta.

Dimas Anugrah Adiyadmo / Yulia / HUMAS
Foto: Asmah


Post Views: 95


Para Ahli Internasional Berkumpul di UNJA Bahas Inovasi Teknologi dan Energi Terbarukan di JICEST FST

Mendalo,- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) menggelar kegiatan Seminar Internasional 1st Jambi International Conference on Engineering, Science, and Technology tahun 2023 dengan tema “Smart Innovation in Advanced Materials, Tecnologies and Renewable Energies for Sustainably and Environmentally Growth” pada Rabu (1-2/11/2023) secara hybrid di Ruang Senat Rektorat Lantai III Universitas Jambi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Chemical Engineering, University of Warwick (Sustainable Energy Tecnologies) Dr. Volkan Degirmenci, kemudian Prof. Sougata Gosh dari Department of Physics, Kasetsart University, Thailand Department of Microbiology BM University India, Prof. Muhammad Aziz dari University of Tokyo, institute of Industrial Science Energy and Process Integration Engineering, Elvi Restiawaty. ph.D dari Associate Professor at Fakulty of Industrial Technology ITB (Biotechnology), Muhammad Mufti Aziz, Ph.D dari Department of Chemical Engineering UGM Biomass Conversion Technology, Dr. Muhammad Roil Bilad dari Fakulty of Integrated Technologies University Brunei Darussalam, Prof. Sal Prima Yudha S dari Chemistry Department University of Bengkulu.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T dan dihadiri Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Madyawati Latief, S.P., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Ir. Bambang Hariyadi, M.Si., Ph.D., Nazarudin, S.Si, M.Si., Ph.D., dan undangan lainnya.

Dekan Fakultas Sans dan Teknologi Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T mengatakan bahwa FST sudah melaksanakan konferensi personal pertama Engineering Sains dan Teknologi di Jambi.

“Kita sudah melaksanakan konferensi personal pertama Engineering Sains dan Teknologi di Jambi. Ini merupakan kegiatan akademis dimana para peneliti di berbagai belahan dunia melakukan presentasi memberikan kontribusi dan pemikiran mereka bagaimana cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kelestarian lingkungan itu ide utama yang yang dibahas kemarin,”ujar Dekan FST.

Jefri Marzal juga mengatakan pembicaranya datang dari Inggris, India, kemudian ada dari Brunei dan beberapa profesor dari Universitas yang ada di Indonesia. Mereka mendiskusikan bagaimana membenahi atau meningkatkan kelestarian lingkungan berbasis teknologi di dunia ini.

“Harapannya adalah dengan kedatanganya eksper-eksper tersebut ke Fakultas Sains dan Teknologi, tentu kita harapkan pengetahuan atau pengalaman dosen Universitas dan beserta mahasiswanya juga akan meningkatkan,”ungkap Jefri Marzal.

Jefri Marzal menambahkan Nantinya akan ada topik-topik riset yang terkait dengan sustainable energy yang akan ditekuni oleh mahasiswa UNJA, dan FST juga berharap sedang merancang kerjasama-kerjasama dengan para speaker tadi yang berasal dari luar negeri dan Universitas yang telah maju yang ada di Indonesia.

“Kita rancang kerja sama dosen kita, dan mahasiswa kita sehingga bisa mengembangkan risetnya dan potensi daerah yang ada di Jambi, karena kita resorsis tentang energi kita juga sangat banyak tapi bagaimana ini diteliti dan dikelola secara profesional tentu itu harus berbasiskan riset yang sudah disharing oleh kawan-kawan dari berbagai negara dan PTN terbuka di Indonesia,”tutup Jefri Marzal.

Silvia Yuliansari Asril / Welsa / HUMAS
Foto: Marta


Post Views: 5

Uji Skill Bahasa Jepang : Teknologi Membantu, Namun Komunikasi dan Interaksi Tidak Tergantikan

Komunikasi dan interaksi tak akan tergantikan, walau dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, demikian diungkapkan Wakil Rektor II Universitas Bung Hatta Dr. Elfiondri, S.S., M.Hum., saat membuka acara lomba presentasi Bahasa Jepang untuk mahasiswa dan umum yang digelar Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan The Japan Foundation Jakarta di Aula Balairung Caraka Kampus 1 Universitas Bung Hatta, Kamis 19/10/2023.

Disebutkan Wakil Rektor, acara yang digelar tersebut sangat penting sebagai bagian dari latihan dan uji skill dalam berbahasa dan berkomunikasi, menurutnya teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sampai saat ini belum bisa menggantikan peran dan keterampilan manusia semacam itu. Interaksi dan cara berkomunikasi serta sikap terhadap setiap orang dengan setiap permasalahan yang ada, tidak akan tergantikan.

Ia juga menyebutkan ketrampilan berpidato atau presentasi dalam bahasa asing adalah salah satu bentuk seni komunikasi yang efektif.

Sementara itu Ketua Prodi Sastra Jepang FIB Oslan Amril, S.S., M.Si menyebutkan, Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional ke-2 Tahun 2023 adalah sebagai bentuk keikutsertaan dalam upaya pengembangan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, bekerjasama dengan The Japan Foundation, Jakarta yang banyak melaksanakan berbagai program kegiatan baik bagi para pengajar maupun pemelajar bahasa Jepang di Indonesia.

Peserta yang berasal dari berbagai utusan beberapa perguruan tinggi dan sekolah. Para peserta mempresentasikan Bahasa Jepang di hadapan suporter masing-masing dan dihadapan dewan juri yang terdiri dari Shigemura Miyoko dari Japan Foundation, Prof. Azwar Rasyidin – Persada Sumbar dan Reisha M. Masri – Pengajar Bhs Jepang. (*Indrawadi).

Mahasiswa FKM UMJ Dukung Inovasi Teknologi AI

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) mengikuti kegiatan Digital Discourse dengan tajuk Humanity in the Age of AI di Goethe Institut Jakarta, Jumat (6/10/23).

Baca juga : Dukung Transformasi Digital, Mahasiswa FKM UMJ Ikuti Kegiatan FORDIGI Summit 2023

Kegiatan ini diinisiasi oleh Goethe Institut bekerja sama dengan Kompas dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan menciptakan peluang baru dan mendorong inovasi pada permulaan era AI.

Digital Discourses mengundang pembicara dari Eropa dan Asia Tenggara diantaranya peneliti senior di Humboldt Institute for Internet & Society Berlin Dr. Anna Jobin, ketua Indonesia AI Society Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, Pimpinan proyek Mobilitas Digital Think Tank iRights.Lab Jerman Lena Rickenberg, senior Research Associate di Khazanah Research Institute Dr. Jun-E Tan, dan ilmuwan komputer antropolog & Pusat Penelitian SFI untuk Teknologi Konten Digital Berbasis AI di Trinity College Dublin Irlandia Arthit Suriyawongku.

Dr. Anna Jobin dalam paparannya menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukan hanya meliputi bidang teknis, tetapi juga merupakan masalah sosial. Hal ini terbukti dengan meningkatnya permintaan ‘AI yang etis’. Ia menyoroti tantangan besar IA saat ini terkait dengan dengan prioritas nilai, implementasi, dan isu-isu yang lebih luas di luar etika dan AI. 

Lena Rickenberg dan Dr. Jun-E mengamini hal yang sama bagaimana tantangan tata kelola AI di Asia Tenggara, bahwa pelaksanaan dan tata kelola masih banyak rintangan. Kemudian, Bias algoritma, masalah privasi data, akuntabilitas, transparansi, dan potensi penyalahgunaan AI serta konsekuensi yang tidak diinginkan semua ini merupakan tantangan-tantangan besar. Terutama memastikan regulasi AI tetap menghormati hak-hak asasi manusia di ranah digital ucap.

Mahasiswa FKM UMJ yang mengikuti kegiatan ini antara lain Fashfahis Sophal Jamil, Zalzha, Okta Fairuz, Arija Taufiqqurahman, Ragi Nur Muhammad, dan Adipatra Kenaro. Mereka mengikuti berbagai sesi conference dan Exhibition dengan sub-topik yang sangat menarik.

Dalam sesi lain, Okta Fairuz salah satu peserta mengutarakan harapannya terutama setelah mendengarkan gambaran situasi AI terkini di Indonesia yang dipaparkan oleh Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPM.

“Mudah-mudahan mahasiswa dari semua kalangan akademisi bisa turut membuktikan dan turut serta dalam perkembangan AI salah satunya bisa dengan menciptakan peluang baru ataupun mendorong inovasi. Karena AI di Indonesia juga terbilang berkembang pesat, hingga dapat mendorong inovasi di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan keuangan,” ucap Okta.

Selain Rangkaian Digital Discourse dan Konferensi acara ini juga mengadakan lokakarya tentang AI dan pemutaran film.

Penulis : Adipatra Kenaro Wicaksana/FKM

Editor : Dian Fauzalia


22

Tim Pengabdian FKIP Latih Guru di Muaro Jambi Aplikasi Teknologi Pembelajaran Digital

 

 

Mendalo- Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya dilakukan oleh Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) pada Sabtu, (12/8/23), Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 46 Muaro Jambi.

Dosen FKIP tersebut yakni Tubagus Zam Zam Al Arif, S,Pd., M.Pd., Delita Sartika, S.S., M.ITS., Ph.D., Dedy Kurniawan, S.S, M.A., Dr Reli Handayani, S.S., M.Pd., dan Hidayati, S.Pd., M.Pd. kegiatan ini dilakukan untuk pengabdian kepada sekolah mitra untuk transfer teknologi dalam bentuk “Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Sebagai Media Pembelajaran Digital Bagi Guru di Kabupaten Muaro Jambi”.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Tubagus Zam Zam Al Arif, S,Pd., M.Pd mengnatakan sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu para guru di beberapa sekolah di sekitar Desa Tangkit, Kabupaten Muaro Jambi. Meliputi SMPN 46 Muaro Jambi, MA Raudhatul Muhajirin, MTs Raudhatul Muhajirin, dan MI Raudhatul Muhajirin.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini agar para guru dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi guru yang akan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah, dan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Universitas Jambi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,”ujar Tubagus Zam Zam Al Arif.

Kepala SMPN 46 Muaro Jambi juga mengatakan kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan karena ilmu yang didapat akan berdampak besar bagi peserta didik di kemudian hari.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian atas pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut,”ungkapnya.

Pada kegiatan ini, peserta pelatihan menerima materi tentang media pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan materi penggunaan aplikasi H5P dan Lumi sebagai media pembelajaran, lalu langsung dipraktikkan bersama para peserta pelatihan.

Silvia Yuliansari Asril / Arvan / HUMAS


Post Views: 64

Pusat Inkubator Bisnis Teknologi UNJA Dorong Pertumbuhan Mahasiswa Wirausaha dan UMKM

MENDALO,- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Manajemen Keuangan, SDM, dan Pemasaran untuk tenant mahasiswa wirausaha P2MW dan mitra UMKM pada Pusat Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) UNJA. Berlangsung di Ruang Aula Drs. A. Hakim Lubis pada 24 Agustus 2023.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. Selain itu, turut hadir Ketua LPPM UNJA, Dr. Ade Octavia, S.E., M.M. dan Ketua BPU UNJA, Drs. Agus Syarif, MBS.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut menghadirkan 3 orang narasumber, antara lain: Ade Perdana Siregar, S.E., M.M., Ade Jermawinsyah Zebua, M.M., dan Dwi Kurniawan, S.E., M.M.

Koordinator Pusat IBT LPPM UNJA, Novita Ekasari, S.E., M.M., dalam laporannya mengatakan bahwa terdapat 12 tim mahasiswa dan 36 UMKM yang tergabung dalam tenant IBT LPPM UNJA tahun 2023.

“Dapat saya laporkan bahwa tahun ini ada 2 macam tenant, yaitu inwall dan outwall. Inwall terdiri dari mahasiswa P2MW sebanyak 51 orang terdiri dari 12 tim yang mendapatkan pendanaan nasional tahun 2023. Sedangkan tenant outwall yang merupakan UMKM, terdiri dari 36 wirausaha. Semoga semua calon tenant mendapatkan manfaat pada pelatihan dan kegiatan lain yang dilakukan oleh IBT LPPM UNJA,” tuturnya.

Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan pesan semangat kepada para mahasiswa dan tenant IBT LPPM UNJA untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

“Kita tidak putus untuk mendengarkan ide bisnis yang brilian. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan pihak kampus untuk mengembangkan segala jenis bidang usaha mahasiswa dan tenant semua. Kami dari pihak kampus akan selalu mengakomodir dan memberikan bantuan pendanaan dalam pengembangan bisnis hadirin semua,” ujar beliau.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Post Views: 8