Tag: TENTANG

Dongkrak Ilmu Pengetahuan tentang Ekonomi Berbasis Islam dalam Seminar Nasional 3rd Eksyar Days 2023

Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah merupakan Lembaga Perguruan Tinggi yang tidak lepas dari peran Mahasiswa sebagai objek pembelajaran. Selain itu HMP Ekonomi Syariah UNWAHA juga tergabung dalam Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Komisariat Kediri yang berada di bawah naungan FoSSEI Regional Jawa Timur dengan nama Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) HMP ForSESH. HMP Ekonomi Syariah merupakan salah satu KSEI yang menjadi pendongkrak ilmu pengetahuan tentang Ekonomi berbasis islam.

Menyikapi hal tersebut HMP Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah berupaya untuk tidak lepas dari fungsi-fungsi lembaga kemahasiswaan, aktivitas dan kreatifitas Mahasiswa sehingga dapat tertampung didalam lembaga kemahasiswaan tersebut. Oleh karena itu, HMP Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dalam Event 3rd EKSYAR DAYS 2023 mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menyalurkan gagasan terbaik dan ide-ide inovatifnya serta di harapkan mampu terjun langsung di masyarakat dengan memanfaatkan dirinya dengan baik. Dimana dalam Event 3rd EKSYAR DAYS 2023 dengan Tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi Untuk Mendukung SDGs di Era Digital Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia” menghadirkan beberapa rangkaian acara, antara lain sebagai berikut: 1) Lomba Karya Tulis Ilmiah; 2). Olimpiade Ekonomi Islam ; 3). Lomba Video Edukasi; 4). Seminar Nasional; 5). Talkshow Srikandi; 6). Reuni Akbar Ekonomi Syariah Universitas KH.A Wahab Hasbullah.

Prosesi Penyerahan Hadiah dan Uang Pembinaan dari Tiga Kategori Lomba Eksyar Days

Konsep Kegiatan Eksyar Days yang ke tiga yang dilaksanakan pada hari jumat-sabtu, 24-25 November 2023 bertempat di Aula Kampus Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang. Semangat antusias Peserta lomba dan Seminar Nasional kurang lebih 350 Peserta yang mengikuti acara hingga akhir. Tidak lupa suksesnya dalam beberapa rangkaian kegiatan ini atas Kerjasama HMP Ekonomi Syariah dengan Bank Indonesia (Bank Sentral Republik Indonesia) dengan di hadiri Tiga Nara Sumber, para Dosen, Alumni Program Studi Ekonomi Syariah, Mahasiswa Universitas KH.A.Wahab Hasbullah, Mahasiswa IAIN Kediri, Mahasiswa UIN KHAS Jember, Mahasiswa UNDAR Jombang, Mahasiswa UIN SATU Tulungagung, Desain Fotografis terbaik tingkat Nasional, serta kerja sama lembaga MGMP Jombang sebagai Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Jawa Timur, dan Olimpiade Ekonomi Islam tingkat kabupaten Jombang, dan video kreatif yang bersifat umum.

Dan pada puncak acara Eksyar Days 2023 yakni Pelaksanaan Seminar Nasional Kami mengundang Bapak Prof. Dr. Agus Prianto, M.Pd (Guru besar Pendidikan Ekonomi UPJB) sebagai Nara Sumber Pertama, Seminar Nasional dengan Tema Berselancar di Atas Gelombang Disrupsi : Menjawab Tantangan Agenda SDG’s, Bapak M.Irfan Sukarna (Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI) sebagai Nara Sumber Kedua Seminar Nasional dengan Tema Inovasi Pertumbuhan Ekonomi untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia, Ibu Khusnul Ciptanila Yuni K, S.H, M.E (Dosen EkonomI Islam Universitas Hasyim As’ary) sebagai Nara Sumber Ketiga seminar nasional dengan tema Sinergi dan Inovasi Ekonomi Digital terhadap Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi,

Secara kesuluruhan semua rangkaian Kegiatan berlangsung dengan sukses dan lancar serta penuh antusias atas dukungan dan Kerjasama Bank Indonesia dan segenap Sponsorship dari Bank Syariah Indonesia (BSI), Lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), CV. Lima Aksara, Bank BPRS Lantabur Tebuireng Jombang, serta AFH Sound System. Semoga dalam kegiatan ini dapat dilestarikan dan memberikan kebaikan serta mencetak Generasi penerus bangsa yang berwawasan luas, berfikir kritis, kreatif, inovatif, berkomunikasi dengan baik, mampu bekerjasama, percaya diri dan berakhlak karimah.

Apa kata Guru Besar Esa Unggul Tentang Hari Rabies Sedunia 2023

Skip to content

Apa kata Guru Besar Esa Unggul Tentang Hari Rabies Sedunia 2023

Page load link

Go to Top

Kata Mereka Tentang DLT UNJA Desa Pudak

“DLT UNJA Ubah Ekonomi Keluarga Saya”

Mendalo- Yayuk, salah satu masyarakat penerima manfaat dengan keberadaan Desa Laboratorium (DLT) Universitas jambi (UNJA) dengan produk Labu Madu mengungkapkan dengan adanya DLT UNJA ini dapat menolong dan mengubah ekonomi keluarganya, hal ini diungkapnya ketika ada kunjungan lapangan pada kegiatan Workshop Ekosistem Kolaboratif Melalui Desa Laboratorium Terpadu (DLT): Model Baru Pengembangan Desa dan Implementasi Program Tridharma Perguruan Tinggi pada Universitas Jambi Tahun 2023 Rabu (6/9/23) di Desa Pudak Kecamata Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Yayuk mengatakan Labu madu yang di kembangkan dan diproduksi di DLT UNJA memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian keluarganya.

“Alhamdulillah saya bisa membantu perekonomian keluarga dan sangat menolong perekonomian keluarga saya, saya yang awalnya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang tidak berpenghasilan tetapi dengan adanya labu madu di DLT UNJA ini sangat membantu saya,”ujar Yayuk.

Yayuk kemudian mengungkapkan bahwa menanam labu madu tidaklah membutuh tenaga dan biaya yang tinggi sehingga ia bersama ibu-ibu yang lain bisa menjadikan kegiatan sampingan yang menghasilkan.

“Menanam labu yang diajarkan oleh Ibu Sri Arnita Abu Tani (Ketua tim penelitian Labu Madu DLT Desa Pudak) tidak susah dan tidak menyita banyak waktu dan perawatan, ketika sudah ditatam kita tinggal menunggu hasil tetapi kita juga menyiramnya dan itu tidak memakan waktu lama, menanam labu madu ini menjadikan pekerjaan sampingan tapi hasil yang tidak main-main, dan alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,”ungkapnya.

Ia kemudian mengatakan dengan DLT ini ia mendapatkan ilmu bagaimana cara menanam labu madu yang berkualitas sehingga ia bersama ibu-ibu lain yang ikut dalam kelompok DLT tersebut bisa menanam kembali labu madu tersebut di samping perkarangan rumahnya.

“Dengan ilmu yang didapat, saya dan ibu-ibu yang lain bisa menanam labu madu tersebut di perkarangan rumah, dan itu juga menambah penghasilan dengan memanfaatkan lahan disekitar perkarangan rumah,”terangnya ia juga menngatakan labu madu yang dihasilkan di DLT UNJA ini telah dipasarkan di 2 supermarket ternama di kota Jambi, dan permintaan labu madu tersebut terus meningkat untuk 1 kali pasokan bisa menghasilkan 80 sampai 100 kilo pertiga hari atau bahkan bisa lebih cepat.

Dr. Ir. Sri Arnita Abu Tani, M.S. yang merupakan Pengembang Rumah Labu Madu (Butternut Squash) Desa Pudak Kec Kumpeh Ulu Kab Muaro Jambi melalui DLT UNJA mengatakan ia mengajak 10 orang ibu-ibu disekitar DLT UNJA ini untuk belajar menanam dan memanen labu madu.

“Kita mengajak ibu-ibu disini untuk diajarkan bagaimana pembibitan kemudian menanam sendiri dan sampai akhirnya panen mereka langsung mencoba sehingga nantinya setelah mereka dilepas dari binaan DLT ini mereka bisa membawa ke tempatnya masing-masing,”ujar Dr. Sri Arnita Abu Tani.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar,M.Si bagaimana ibu-ibu masyarakat sekita DLT UNJA ini mempelajari bagaimana pembudiyaan labu madu, dari mulai pembibitan sampai panen, dan ini merupakan model baru yang kita jalankan sekarang sehingga penelityian dosen, pengabdian dosen itu bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Masyarakat sudah mrmanfaatkan lahan mereka untuk menanam labu madu tersebut, jadi sekarang ada sedikit saja lahan disamping rumah, langsung tanam labu madu tersebut, di DLT UNJA ini masyarakat tidak hanya diajarkan bagaimana pembibtan, menanam kemudian memanen tapi juga memasarkan produk labu dan ini memberikan manfaat bahwa DLT kita memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,”tutup Prof. Rayandra.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Post Views: 69


Kolaborasi UMJ Dan Yayasan Attaqwa Hasilkan Regulasi Tentang Kekerasan Seksual

Perguruan Attaqwa dan Universitas Muhammadiyah Jakarta melakukan uji publik peraturan Perguruan tentang Pesantren/Madrasah/Sekolah Merdeka dari Kekerasan pada Selasa (15/8/2023). Kegiatan uji publik ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Yayasan Attaqwa, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Droupadi, Atiqoh Noer Alie Center, dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui platform Kedaireka.

Baca juga : Produk Herbal UMJ Raih Pendanaan Matching Fund KEDAIREKA 2023

Uji publik ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari 51 sekolah dari pondok pesantren, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang bernaung di bawah Perguruan Attaqwa. Latar belakang pesertanya mulai dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, penanggungjawab kesantrian, hingga penanggungjawab asrama. Hadir sebagai fasilitator adalah Ahmad Ghozi dari Perguruan Attaqwa, Khaerul Umam Noer dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ni Loh Gusti Madewanti dari Droupadi, dan Sipin Putra dari Universitas Kristen Indonesia.

Khaerul Umam Noer, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, menjelaskan bahwa kerja kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi antara Attaqwa dan UMJ terkait tidak adanya standardisasi mekanisme penanganan laporan kekerasan di sekolah. Di sisi lain, peraturan Perguruan ini merupakan respon dan tindak lanjut dari Permendikbud 46/2023 yang baru dirilis selasa lalu (8/8) yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Perguruan Attaqwa membawahi tidak kurang dari 200 satuan pendidikan mulai dari level TK, pondok pesantren, madrasah, dan sekolah hingga perguruan tinggi, dengan lebih dari 42.700 siswa. Terungkap laporan angka kekerasan yang ada cenderung naik setiap tahunnya. Dalam uji publik diketahui bahwa angka yang ada merupakan puncak dari gunung es, sebab banyak kekerasan tidak terlapor karena banyak pondok pesantren, madrasah, dan sekolah belum memiliki pedoman yang jelas tentang pencegahan dan penanganan laporan kekerasan.

Dalam peraturan Perguruan ini, dijelaskan bahwa tindak kekerasan di sekolah itu mencakup kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, dan kebijakan yang mendorong kekerasan. Regulasi ini tidak hanya mengatur mengenai pencegahan dan penanganan, namun juga pemulihan korban dan sanksi bagi pelaku kekerasan.

Ada empat elemen kunci yang diatur dalam Peraturan Perguruan, yaitu mendorong implementasi Sekolah Ramah Anak, penguatan tata kelola sekolah yang anti kekerasan, kejelasan mekanisme pelaporan dan penanganan tindak kekerasan, dan kepastian hukum serta tindak lanjut rekomendasi. Kerja kolaborasi antara Attaqwa, UMJ, Droupadi ini tidak hanya menghasilkan Peraturan Perguruan, namun juga enam pedoman operasional standar terkait Sekolah Ramah Anak, pencegahan, penanganan, sanksi, pengawasan, evaluasi, dan kerjasama lintas sektor.

Ketua LPPM UMJ, Prof. Dr. Tri Yuni Hendrawati, menyambut baik kolaborasi antara UMJ dan Yayasan Attaqwa. Menurutnya, kerja kolaborasi ini membuktikan peran UMJ sebagai kampus yang empowering bagi mitra dan masyarakat luas, ditambah lagi dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Kedaireka, yang diharapkan membawa efek domino bagi pemberantasan kekerasan di satuan pendidikan.

Editor : Tria Patrianti


19

Siswa SMAN 1 Candung, Dikenalkan Tentang Pembuatan Pupuk Organik Cair Oleh TIM PKM Universitas Bung Hatta

Tim dari Universitas Bung Hatta,mengajarkan siswa SMAN 1 Candung Tentang Pembuatan Ecoenzyme, Pupuk Organik Cair dan Kerajinan Tangan dengan Pemanfaatan Sampah serta Pemasaran Hasil Project Karya Siswa, (29/7/2023).

Kegiatan yang digelar tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bung Hatta dalam rangka mendukung kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah, sebagai bagian dari upaya melestarikan bumi dan mengurangi sampah plastik. Dengan harapan menimbulkan semangat serta kesadaran lingkungan yang ditanamkan pada para siswa mulai dari dini.

Ketua tim PKM Dessi Mufti, S.T., M.T., bersama dengan beberapa dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Industri Universitas Bung Hatta menyebutkan bahwa PKM kali ini mengangkat tema Sayangilah Bumi, Bersihkan dari Sampah , dibagi menjadi dua bentuk kegiatan yaitu workshop pembuatan eco enzyme dan pupuk organic cair dari sampah organik serta pembuatan kerajinan tangan dari sampah an organic.

Sedangkan kegiatan kedua berupa pengarahan mengenai memasarkan produk yang telah dihasilkan oleh siswa untuk mendukung program kurikulum merdeka yaitu Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah tersebut. Tim PKM menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si sebagai narasumber dari Universitas Bung Hatta, menyampaikan materi yang bertemakan “Dengan jumlah plastik yang semakin meningkat di lingkungan kita, sudah saatnya kita mengambil tindakan nyata dalam menggerakkan perubahan positif.”

Kepala sekolah SMAN 1 Harpizonn Astani, S.Pd., M.Si serta Wakil Kesiswaan May Afdaryanti, S.Pd., M.M yang mengikuti dan mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada TIM PKM dari Prodi Teknik Industri Universitas Bung Hatta yang telah memilih SMAN 1 Candung. Mereka berharap dengan kegiatan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi siswa dan majelis guru dalam mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan itu merupakan bagian dari hibah internal Universitas Bung Hatta, dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, baik sebagai proses implementasi atau penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari menyelesaikan berbagai persoalan ditengah tengah masyarakat.(*Indrawadi).

Apa kata Guru Besar Mikribiologi Esa Unggul Tentang Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2023

Esaunggul.ac.id, Penyakit hepatitis masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) diperingati pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah global virus hepatitis ini dan upaya pencegahannya.
Lantas bagaimana tentang Hari Hepatitis Sedunia tahun 2023 ini, berikut ini rangkuman hasil perbincangan dengan Prof. Maksum Radji, Gurubesar Mikrobiologi, Prodi Farmasi FIKES, Universitas Esa Unggul Jakarta.

Sejarah Hari Hepatitis Sedunia

Apa kata Guru Besar Mikribiologi Esa Unggul  Tentang Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2023

Apa kata Guru Besar Mikribiologi Esa Unggul Tentang Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2023

Menurut Prof. Maksum, dengan melansir laman https://www.edudwar.com/world-hepatitis-day/ peringatan hari hepatitis sedunia ini dimulai ketika berbagai kelompok pasien hepatitis di Eropa dan Timur Tengah memperingati Hari Kesadaran Hepatitis C Internasional pada tanggal 1 Oktober 2004. Selain itu, sejumlah kelompok lain juga merayakan hari Hepatitis pada hari yang berbeda. Berdasarkan pertimbangan akan pentingnya untuk memperingati hari tersebut, maka pada tahun 2008 World Hepatitis Alliance dan kelompok pasien hepatitis mendeklarasikan tanggal 19 Mei sebagai Hari Hepatitis Sedunia yang pertama.
“Kemudian pada bulan Mei 2010 berdasarkan resolusi sidang Majelis Kesehatan Dunia PBB yang ke-63, tanggal 28 Juli dipilih sebagai pengganti 19 Mei untuk diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Hari itu dipilih untuk menghormati Peraih Nobel Baruch Samuel Blumberg, penemu virus hepatitis B, dimana tanggal 28 Juli tersebut merupakan hari ulang tahunnya. Sejak tahun 2011, setiap tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia”, ungkapnya.
“Dr. Blumberg telah menemukan dan mengidentifikasi virus hepatitis B pada tahun 1967, dan dua tahun kemudian ia berhasil mengembangkan vaksin hepatitis B yang pertama. Berdasarkan temuan yang luar biasa tersebut Dr. Blumberg mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1976”, tambah Prof.Maksum.

Tema dan makna Hari Hepatitis Sedunia tahun 2023

Menurut Prof. Maksum Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 Juli di seluruh dunia ini merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai jenis hepatitis dan penularannya, serta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian virus hepatitis, meningkatkan cakupan vaksin hepatitis B dan tanggap global terhadap penyakit hepatitis.
Prof. Maksum menambahkan bahwa dengan melansir laman resmi WHO, tema Hari Hepatitis Sedunia 2023 adalah “One Life, One Liver” yang artinya “Satu Kehidupan, Satu Hati”. Tema ini merupakan ajakan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap hepatitis karena penyakit hepatitis ini dapat menghilangkan satu nyawa dan satu hati yang dimiliki oleh setiap manusia.

Penyakit Hepatitis

Prof. Maksum menjelaskan bahwa hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh beberapa jenis virus dan senyawa lain yang dapat menyebabkan berbagai gejala medis, dimana beberapa di antaranya bisa berakibat fatal. Ada lima galur utama virus hepatitis yaitu tipe A, B, C, D, dan E, yang dapat menyebabkan penyakit hepatitis, “Masing-masing galur virus hepatitis berbeda dalam cara penularan, tingkat keparahan penyakit, distribusi geografis, dan metode pencegahannya. Khususnya virus hepatitis tipe B dan C menyebabkan penyakit kronis dan merupakan penyebab utama kasus sirosis hati, kanker hati, dan kematian akibat virus hepatitis”, paparnya.
Prof. Maksum menambahkan bahwa saat ini diperkirakan sebanyak 354 juta orang di seluruh dunia hidup dengan hepatitis B atau C. Indonesia merupakan salah satu negara dari 20 negara dengan kasus penyakit hepatitis tertinggi di dunia. Secara global prevalensi hepatitis B mencapai 2 miliar kasus. Sebanyak 240 juta di antaranya adalah kronis dan berisiko berkembang menjadi kanker hati. Hepatisis B menyebabkan angka kematian yang tinggi, sekitar 500-700 ribu per tahun.
Mengutip data yang dilansir dari Kemekes RI, Prof. Maksum menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2022, sekitar 7,1 persen atau 18 juta masyarakat Indonesia terinfeksi hepatitis B, dimana sekitar 35.757 bayi lahir dengan hepatitis B. Hal ini menunjukkan bahwa risiko penularan virus hepatitis khususnya hepatitis B, C, dan D terjadi secara vertikal langsung dari Ibu ke bayinya sangat tinggi. Selain itu transmisi virus hepatitis B, C, dan D dapat terjadi melalui cairan tubuh (air ludah, cairan sperma), penggunaan alat tindik atau tato, maupun penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba. Separuh dari dari jumlah tersebut sangat berisiko menjadi hepatitis kronis.

Gejala Klinis

Menurut Prof. Maksum, umumnya orang yang terinfeksi virus hepatitis A, B, C, D atau E hanya menunjukkan gejala ringan. Namun, setiap galur virus dapat menyebabkan gejala yang lebih parah. Gejala hepatitis A, B dan C antara lain termasuk demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, urin berwarna gelap dan kulit serta bagian putih mata menguning. Dalam beberapa kasus, virus juga dapat menyebabkan infeksi hati kronis yang nantinya dapat berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati, hingga risiko kematian.
Hepatitis D (HDV) hanya ditemukan pada orang yang sudah terinfeksi hepatitis B (HBV); namun, infeksi ganda HBV dan HDV dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah dan prognosis yang lebih buruk, termasuk percepatan perkembangan menjadi sirosis hati.
Gejala klinis Hepatitis E (HEV) dimulai dengan demam ringan, nafsu makan berkurang, mual dan muntah yang berlangsung selama beberapa hari. Beberapa orang dapat mengalami sakit perut, gatal (tanpa lesi kulit), ruam kulit atau nyeri sendi. Mereka mungkin juga menunjukkan penyakit kuning, dengan urin gelap dan tinja pucat, dan gejala pembesaran hati (hepatomegali), atau gagal hati akut.

Upaya Pencegahan dan Pengobatan

Menurut Prof. Maksum, angka kesakitan dan kematian akibat infeksi virus hepatitis sangat tinggi. Oleh sebab itu upaya pencegahan menjadi faktor yang penting.
“Saat ini vaksin hepatitis yang aman dan efektif telah tersedia untuk mencegah virus hepatitis B (HBV). Vaksin ini juga dapat mencegah perkembangan virus hepatitis D (HDV) dan jika diberikan saat bayi lahir dapat mengurangi risiko penularan dari ibu ke anak. Selain itu infeksi hepatitis B kronis dapat diobati dengan senyawa antivirus. Pengobatan dapat memperlambat perkembangan sirosis hati, mengurangi kejadian kanker hati dan meningkatkan kelangsungan hidup. Vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis E (HEV) juga tersedia, walaupun saat ini belum tersedia secara luas”, imbuhnya.
Prof, Maksum juga menjelaskan bahwa hepatitis C (HCV) dapat menyebabkan infeksi akut dan kronis. Beberapa orang sembuh dengan sendirinya, sementara yang lain dapat terjadi komplikasi lebih lanjut, termasuk sirosis atau kanker. Obat antivirus dapat menyembuhkan lebih dari 95% orang dengan infeksi hepatitis C, sehingga mengurangi risiko kematian akibat sirosis dan kanker hati. Sedangkan Virus hepatitis A (HAV) merupakan virus hepatitis yang paling umum terjadi di negara-negara yang tingkat sanitasinya kurang baik akibat akses ke sumber air bersih terbatas dan adanya risiko makanan yang terkontaminasi. Vaksin yang aman dan efektif juga tersedia untuk mencegah hepatitis A. Sebagian besar infeksi HAV bersifat ringan, dengan sebagian besar dapat pulih sepenuhnya dan menghasilkan imunitas tubuh terhadap infeksi virus hepatitis A.
“Upaya pencegahan menjadi faktor yang penting pada penyakit hepatitis. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan yang sehat, hindari merokok dan alkohol, serta hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bersama dan program vaksinasi guna mencegah penularan hepatitis dari ibu ke bayinya”, tutup Prof. Maksum, mengakhiri perbincangan ini.

GELAR SOSIALISASI TENTANG CATIN DAN STUNTING, MAHASISWA KKN KELOMPOK 14 DESA PENGIANGAN SASAR STT

BANGLI, UHN SUGRIWA-Mahasiswa KKN Nusantara III UHN I Gusti Bagus Sugriwa kelompok 14 Desa Pengiangan melaksanakan sosialisasi untuk memberikan edukasi kepada remaja dan anak muda di Desa Pengiangan, Sabtu (15/07/2023).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pengiangan, Bidan Puskesmas setempat, Kelian banjar Pengiangan Kangin, beserta pengurus STT di keempat banjar sedesa Pengiangan. Sosialisasi yang dilaksanakan mengangkat tema tentang Sosialisasi Catin (Calon Pengantin) Dalam Upaya Penurunan Stunting dan berlangsung di Balai Banjar Pengiangan Kangin.

Mahasiswa KKN Kelompok 14 Desa Pengiangan menyadari bahwa remaja merupakan generasi penerus bangsa. Mereka harus diberikan bimbingan dan edukasi tentang bagaimana pendataan dan pendaftaran calon pengantin, memiliki peran penting dalam penurunan jumlah stunting pada anak. Acara sosialisasi ini berisi tentang pengertian Catin, bagaimana alur dan proses di dalamnya, dan apa kaitannya dengan stunting yang terjadi pada anak.

Pada acara tersebut, materi disampaikan oleh 1 orang perwakilan mahasiswa KKN kelompok 14 Desa Pengiangan dan Bidan Puskesmas setempat. Para peserta yaitu pengurus STT mengikuti sosialisasi tersebut dengan baik dan sangat antusias. Antusias mereka terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Mereka mengajukan pertanyaan mengenai apakah yang memiliki tubuh pendek dibanding teman seusianya adalah termasuk stunting dan bagaimana cara mengatasinya. Pitriyou, salah satu pemateri mengatakan “Memang betul itu adalah ciri-ciri stunting. Cara mengatasinya kita bisa rutin olahraga, minum susu, enggak begadang, apalagi minum Akohol,” terangnya.

Acara sosialisasi ini disambut baik oleh Kepala Desa Pengiangan dan masyarakat setempat. Mereka berharap mahasiswa KKN lebih sering melakukan kegiatan yang membangun desa dan mengedukasi warga di Desa Pengiangan.(nas)
@kkn.desapengiangan2023


Pusdok-Humas-Uhnsugriwa
#uhnsugriwa

TINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG “ONG DAN OM” DALAM KAJIAN FILOSOFI DAN LINGUISTIK PASCASARJANA UHN IGB SUGRIWA GELAR SEMINAR NASIONAL

DENPASAR-UHN SUGRIWA, Agama Hindu sangat kaya dengan berbagai simbol. Setiap aktivitas keagamaan tidak terlepas dari simbol. Salah satu dari penggunaan simbol keagamaan dalam agama Hindu adalah Oṁ dan Ong yang merupakan salah satu simbol agama Hindu yang banyak dijumpai penyebutannya dalam teks Weda maupun teks-teks lontar di Bali. Apa sesungguhnya makna yang tekandung di balik suara Oṁ, serta bagaimana penulisan serta pelafalannya masih kurang dipahami oleh masyarakat. Karenanya melalui dunia akademik tepatnya pada Prodi Magister Pendidikan Bahasa Bali Pascasarjana menggelar Seminar Nasional di Gedung Pascasarjana Jln.Kenyeri No 57 Denpasar Jumat 31/3/2023.


Mengangkat tema: Ong dan Oṁ dalam Kajian Filosofi dan Linguistik seminar dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof.Dr.Drs.I Nengah Duija,M.Si sekaligus sebagai Keynote Speaker Sementara Rektor Universitas Hindu Negeri UHN IGB Sugriwa Denpasar, Prof.Dr.Drs.I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dengan kegiatan ini temapun sangat tepat agar perbedaan persepsi berkaitan dengan penulisan maupun pelafalan Oṁ dan Ong yang merupakan simbol suci agama Hindu.

Baca juga :
Pendaftaran MABA Gelombang I

Adapun Narasumber dalam Seminar ini antara lain: Gusti Made Suarbhawa dengan materi yang dipaparkan: Menelisik Aksara Suci dalam Prasasti Kuno, Prof.Dr.Drs.I Nyoman Suarka,M.Hum dengan materi Oṁ dan Ong Perspektif Teologi dan Linguistik, , Sugi Lanus memaparkan tentang Geger Buta Anusvara: dan Putu Eka Guna Yasa, S,M.Hum memaparkan tentang Ong dan Oṁ Perspektif Linguistik dan Tantrik Seluruh peserta seminar sangat antusias dari awal hingga berakhir terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan jawabannya pun sangat terperinci.


Oṁ kata suci dan agung, dipakai dalam banyak hubungan. Di dalam ilmu mantra, Oṁ dianggap mempunyai kekuatan gaib dan sakti. Melalui seminar ini, masyarakat diharapkan semakin memahami tentang Oṁ dan Ong secara filosofis sekaligus memahami bagaimana penulisannya dalam aksara Bali maupun latin, begitu pula bagaimana pengucapannya yang benar.(nia)

Pusdok-Humas-Uhnsugriwa
#uhnsugriwa